MEDIA ISTANA.COM
Masyarakat, khususnya keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas judi online di lingkungan keluarga.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan pemadanan data penerima bansos dengan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasilnya, 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terindikasi terkait transaksi judi online.
Dari jumlah tersebut, 794.475 KPM juga tercatat sebagai penerima PKH. Untuk sementara, penyaluran bantuan terhadap data yang terindikasi tersebut ditangguhkan sambil dilakukan verifikasi.
Yang Perlu Dipahami Keluarga
Hal yang cukup mengejutkan adalah pemeriksaan tidak hanya melihat aktivitas penerima bansos secara pribadi.
Kemensos menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap anggota keluarga yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK). Artinya, transaksi yang terindikasi judi online dapat berasal dari anak, suami, istri, cucu atau anggota keluarga lainnya.
Dengan demikian, bisa saja penerima PKH mengaku tidak pernah bermain judi online, tetapi terdapat anggota keluarganya yang terindikasi melakukan transaksi tersebut. Kondisi seperti ini dapat membuat keluarga masuk dalam proses verifikasi dan penyaluran bantuan ditangguhkan sementara.
Jangan Langsung Panik
Istilah yang digunakan pemerintah adalah “terindikasi”, bukan berarti setiap orang yang masuk dalam data tersebut sudah terbukti melakukan judi online.
Kemensos menyediakan mekanisme klarifikasi bagi KPM yang merasa tidak pernah melakukan transaksi judi online, termasuk apabila identitas atau rekeningnya diduga digunakan oleh pihak lain.
Klarifikasi dapat dilakukan melalui pendamping sosial, pemerintah desa/operator terkait, atau Dinas Sosial melalui mekanisme yang telah disediakan pemerintah.
Karena itu, masyarakat jangan mudah percaya kepada pihak yang mengaku bisa mengurus pencairan kembali bansos dengan meminta sejumlah uang, PIN, password, atau kode OTP.
Apa yang Harus Dilakukan?
Pertama, jangan pernah bermain judi online.
Selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan masalah hukum, aktivitas tersebut kini juga dapat berdampak pada proses verifikasi bantuan sosial keluarga.
Kedua, jaga rekening.
Jangan meminjamkan rekening bank, kartu ATM, mobile banking, atau akun pembayaran digital kepada orang lain untuk menerima maupun mengirim uang yang tidak jelas asal-usulnya.
Ketiga, jaga identitas.
NIK, nomor HP, rekening, kartu ATM, dan akun digital merupakan data penting. Jangan sembarangan memberikan foto KTP, nomor rekening, kode OTP, PIN, maupun password.
Keempat, awasi anggota keluarga.
Orang tua perlu memperhatikan aktivitas digital anak. Jangan sampai anak menggunakan rekening orang tua atau anggota keluarga lainnya untuk transaksi judi online.
Kelima, jika bansos tiba-tiba tidak cair, jangan langsung percaya kabar dari media sosial.
Segera tanyakan kepada pendamping PKH, pemerintah nagari/desa, atau Dinas Sosial mengenai status bantuan dan apakah ada data yang perlu diklarifikasi.
Bagaimana Jika Memang Pernah Terlibat?
Jangan mencoba menyembunyikan atau memindahkan aktivitas tersebut ke rekening orang lain.
Menurut mekanisme yang dijelaskan Kemensos, KPM yang memang terlibat dapat menghentikan aktivitas judi online, menutup rekening yang digunakan, dan melaporkan penutupan tersebut dalam proses klarifikasi.
Artinya, langkah pertama adalah berhenti, kemudian mengikuti prosedur klarifikasi yang tersedia.
Pesan Penting untuk Masyarakat
Persoalan ini bukan hanya mengenai bansos.
Judi online dapat menggerogoti ekonomi keluarga secara perlahan. Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga, membayar sekolah, memenuhi kebutuhan anak, atau memenuhi kebutuhan sehari-hari justru dapat habis dalam aktivitas perjudian.
Karena itu, keluarga penerima bansos maupun masyarakat secara umum sebaiknya menjadikan persoalan ini sebagai peringatan.
Jangan pinjamkan rekening.
Jangan berikan identitas kepada orang lain.
Jangan biarkan anggota keluarga terlibat judi online.
Dan jika ada masalah dengan data bansos, lakukan klarifikasi melalui jalur resmi.
Waspada bukan berarti panik.
Periksa, klarifikasi, dan lindungi keluarga.
Catatan: masuknya sebuah keluarga dalam data “terindikasi” bukan dengan sendirinya berarti seluruh anggota keluarga telah terbukti melakukan judi online. Pemerintah masih melakukan proses verifikasi dan menyediakan mekanisme klarifikasi.
@ [27589709080732209:49210:@sorotan] Semua Orang
Aristono