Probolinggo, Mediaistana.com
Jembatan Curah Bubur Desa Paras Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo kini menjadi perhatian warga. Jembatan vital ini merupakan akses utama bagi anak sekolah, ratusan karyawan pabrik kayu Cendana, serta jalur perekonomian pedagang sapi, Selasa (1/9/2026).
Kerusakan pada jembatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga. Setiap hari, ratusan pelajar dan pekerja terpaksa mencari jalan lain untuk bisa berangkat ke sekolah dan tempat kerja.

Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur utama distribusi sapi dari berbagai daerah di Kabupaten Probolinggo dan kabupaten lain menuju Pasar Sapi Banyuanyar dan Pasar Sapi Maron. Lumpuhnya akses ini mengganggu rantai ekonomi warga dan pedagang.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar berinisiatif membuat jalur alternatif secara swadaya. Pengumuman pembuatan jalur darurat itu disampaikan melalui pengeras suara masjid.
Namun jalur alternatif yang dibuat warga sangat rawan kecelakaan. Kondisi jalan turun naik yang terjal hingga ke dasar curah membuat kendaraan sulit melintas, terutama saat hujan.
Kami sudah berusaha bikin jalan sendiri, tapi bahaya dan sudah ada warga yang jatuh. Turunannya curam, kalau hujan licin sekali, ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada wartawan Mediaistana.com.
Warga sangat berharap pemerintah segera hadir menangani persoalan ini. Mereka meminta agar segera dibangun jembatan darurat tipe bailey agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
Menurut warga, keberadaan jembatan bailey sangat mendesak. Selain untuk kelancaran pendidikan dan pekerjaan, juga untuk menjaga perputaran ekonomi di pasar hewan terbesar di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Probolinggo maupun Dinas PUPR terkait penanganan Jembatan Curah Bubur.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu lama. Kami hanya minta negara hadir dan memikirkan nasib rakyatnya, pungkas warga.