Wartawan dan Warga Kedokan Bunder, Kehilangan Sosok Kapolsek Saat Pindah Tugas
INDRAMAYU-MEDIAISTANA.COM
Kehilangan sosok Kapolsek saat pindah tugas adalah momen perpisahan yang emosional, ketika warga dan anggota merasa sedih karena seorang pemimpin yang bisa mengayomi, melindungi dan membantu masyarakat dengan ketulusannya kini harus pergi.
Sabtu, 12/9/2026.
Kapolsek Kedokan Bunder IPDA. Eryana yang baru saja melepas tanggungjawab nya sebagai kapolsek Kedokan Bunder, kini sangat berat dilepaskan oleh masyarakat dan insan Pers Wilayah kecamatan Kedokan Bunder.
Alasan Masyarakat merasa kehilangan karena kedekatan emosional, yang sudah tertanam dari kecintaan sebagai pemimpin dan pelindung mereka disaat masyarakat membutuhkan.
Mereka mengatakan bahwa sosok seorang pemimpin sebagai kapolsek sering hadir langsung ditengah masyarakat untuk menyelesaikan masalah.
Sifat yang ramah, humanis, pemimpin yang tidak angkuh, mudah diajak bicara, dermawan dan suka membantu warga.
*Pengayom nyata*
Anggota kepolisian merasa terlindungi dan terbimbing dengan gaya kepemimpinan yang humanis.Makna di balik
Perpisahan dengan suasana baru saat pelepasan menunjukkan bahwa kedekatan tidak hanya sebatas jabatan.
Pengabdian dengan hati tulus membuat seorang pemimpin selalu diingat meski sudah berpindah tempat tugas.
Terlihat jelas dalam akun “Ada Polisi” Yang tertuang dimedsos feacbook Ipda. Eryana menyampaikan selamat tinggal Kedokan Bunder, puluhan nitizen langsung merespon dengan berbagai nada kekecewaan nya, mereka menanyakan pindah kemana, kenapa terlalu cepat, dan berbagai pertanyaan lainnya.

Suasana haru juga dirasakan oleh sebagian insan pers dari berbagai media yang berada di wilayah hukum polsek Kedokan Bunder.
Yang kehilangan sosok pemimpin yang menjalin Mitra, sinergitas dan control berkolaborasi dan menciptakan suasana lingkungan wilayah Kedokan Bunder untuk tetap aman, tentram tertib dan kondusif.
“Jujur kami sebagai Mitra yang selalu bersinergi dan menjalin komunikasi
Merasakan kehilangan sosok kapolsek seperti Ipda. Eryana, kenapa demikian, karena menurut pandangan kami yang sering melihat beliau, selalu aktif turun dilapangan, apapun itu yang terjadi, baik dalam melaksanakan giat KRYD, membantu masyarakat, menangani kenakalan remaja, pembinaan anak sekolah, dan selalu hadir juga dalam acara-acara keagamaan,”ucap Saimin ( wartawan kompas
S.b.S)
Disisi lain juga disampaikan oleh wartawan Bareskrim. News, Wasim Salah satu pimpinan (Pimred) menyesal kan percepatan perpindahan tugas Ipda, Eryana, karena menurutnya jarang ada sosok kapolsek seperti ini, ”
“Walaupun dianggap ngonten tapi beliau bisa membantu anak putus sekolah, membiayai nya sampai tamat, menyantuni anak yatim dan jompo, serta selalu mengulurkan bantuan untuk pembangunan masjid.
Jadi beliau benar-benar tulus mengabdikan jabatannya untuk masyarakat, ini yang pada akhirnya berat kehilangan sosok beliau, ” Ungkap Wasim ( Pimred Bareskrim News)
Senada, Salah satu warga kecamatan Kedokan Bunder yang benar-benar kehilangan Sosok Ipda. Eryana mengeluhkan Perpindahannya ke Polres Indramayu, dirinya juga merasakan kehilangan,
“Beliau sosok pemimpin jujur, segala persolaan selalu diselesaikan dengan penyelesaian mediasi, humanis dalam bersikap, namun tindakannya nyata dalam bekerja, karena menurutnya Istikomah adalah segalanya.
” Semestinya Kapolsek Kedokan Bunder Pak Eryana jangan dulu cepat pindah, karena kami masyarakat masih membutuhkan sosok pemimpin seperti pak Eryana, tau sendiri pak beliau itu bikin masyarakat aman, nyaman dan yang utama suka turun duluan ketika ada pengaduan tuh, biasanya kan anggotanya, ini mah engga malah kapolsek nya yang turun.
Tapi apa boleh dikata, karena tadi, kalau tugas negara susah, ya wis lumrah lah polisi mah, Baka negara wis memerintahkan ya kudu di laksanaken, “ungkap Rustinih, dengan bahasa has Indramayunya.
Editor:Iyons74