Keluarga Pasien Meninggal Desak Tim Independen Usut RSUD Waluyo Jati, Dirut Kabur Tak Beri Komentar

Probolinggo, Mediaistana.com
Buntut meninggalnya seorang pasien bernama Pauzi yang diduga akibat keterlambatan penanganan medis, keluarga korban mendesak pembentukan tim independen untuk mengaudit pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/10/2026).

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, A. Mukhoffi, menilai ada kejanggalan dalam pelayanan medis rumah sakit plat merah tersebut, diantaranya mengenai kedisiplinan jadwal visit dokter.

Mukhoffi membeberkan bahwa almarhum Pauzi sama sekali tidak ditengok oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) selama lebih dari satu hari penuh sejak pertama kali masuk ruang rawat inap.

Hasil kalkulasi keluarga pasien menunjukkan almarhum diabaikan tanpa visitasi dokter lebih dari 24 jam berturut-turut, ujar Mukhoffi usai RDP.

Padahal, sesuai regulasi internal RSUD Waluyo Jati, jadwal kunjungan atau visitasi dokter DPJP diatur ketat antara pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Pelanggaran jam visitasi ini dinilai menjadi salah satu indikasi kuat terjadinya pembiaran pasien.

Mengingat terbatasnya waktu dalam RDP yang dipimpin Anggota DPRD Zubaidi tersebut, belum semua indikasi kelalaian medis sempat diuji secara tuntas. Sebab itu, pihak keluarga meminta DPRD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo segera membentuk tim independen.

Langkah ini dinilai penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP pelayanan medis hingga pola komunikasi para perawat di RSUD Waluyo Jati.

Di sisi lain, Direktur Utama RSUD Waluyo Jati, dr. Yessi Rahmawati, menolak memberikan penjelasan usai menghadiri RDP. Seusai keluar ruangan, Yessi yang masih mengenakan seragam dinas langsung bergegas menuju mobilnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!