Probolinggo, Mediaistana.com
Pencarian intensif selama lima hari terhadap seorang penyelam yang hilang di Perairan Kalibuntu, Kraksaan, akhirnya berakhir. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, Senin (05/10/2026).
Korban diketahui bernama Ismail (58), warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana, S.H., membenarkan penemuan tersebut. Bahwa korban berhasil ditemukan pada proses SAR hari ke-5 dalam keadaan meninggal dunia di Perairan Desa Binor, Paiton, sekitar 1 mil laut dari bibir pantai, ujar AKP I Wayan Mulyana.
Dijelaskan, pada hari kelima ini operasi SAR diawali dengan apel persiapan di dua lokasi berbeda. Apel di Pantai Duta Paiton dipimpin oleh Danposal Paiton Kapten Laut (P) Jumadi bersama Basarnas, sementara apel di Mako Satpolairud dipimpin langsung oleh dirinya.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari Satpolairud Polres Probolinggo, ABK Kapal Polisi X-1007 dan X-1010 BKO Ditpolairud Polda Jatim, Basarnas Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Kabupaten Probolinggo, Pos TNI AL Paiton dan Mayangan, Tagana, Vapor Rescue, serta keluarga korban dan nelayan setempat.
Dua SRU (Search and Rescue Unit) dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Tim dari Pantai Duta menyisir ke arah utara-timur lokasi korban tenggelam, sedangkan tim dari Pelabuhan Mayangan bergerak dari utara Pulau Gili Ketapang menuju timur.

Titik terang muncul sekitar pukul 11.30 WIB setelah adanya laporan masyarakat melalui media sosial Satpolairud. Seorang pemancing melaporkan melihat jenazah dengan ciri-ciri laki-laki menggunakan pakaian selam mengapung di Perairan Desa Binor.
Setelah mendapat informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan benar menemukan jenazah. Kemudian dilakukan evakuasi menggunakan kapal KM. Paku Samudera Jaya menuju Dermaga Tanjung Tembaga, jelas Wayan.
Jenazah tiba di Dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekira pukul 15.30 WIB dan langsung dibawa ke RSUD dr. Mohamad Saleh untuk pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pencarian penyelam hilang di Perairan Kalibuntu resmi dihentikan.