Probolinggo, Mediaistana.com
Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Administrasi Koperasi bagi anggota KPRI Jaya Sehat Krejengan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 7-8 Oktober 2026 di Krejengan.
Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo, Sugianto, S.Kep.Ns.MM., mengatakan pemahaman administrasi dan tata kelola menjadi kunci utama mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan profesional.
Koperasi bukan hanya tempat untuk simpan pinjam, tetapi wadah bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan membangun kekuatan ekonomi masyarakat, ujarnya di hadapan puluhan anggota KPRI Jaya Sehat Krejengan.
Menurut Sugianto, manfaat berkoperasi sangat luas. Bagi anggota, koperasi menjadi sumber untuk memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) sekaligus akses simpan pinjam dengan jasa yang lebih ringan dan manusiawi dibanding rentenir.
Bagi pelaku usaha, koperasi berperan memperluas jangkauan usaha dan membuka akses permodalan. Sementara bagi masyarakat umum, keberadaan koperasi strategis dalam membuka lapangan kerja serta memperkuat nilai kekeluargaan dan gotong royong.
Ia menegaskan, tujuan utama koperasi adalah menyejahterakan anggota melalui pembagian SHU dan menjaga stabilitas ekonomi anggota. Lebih luas, koperasi turut membangun tatanan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.
Karena itu pengelolaan harus berdasarkan prinsip demokratis, transparan, akuntabel, mandiri dan berkeadilan. Itu fondasi agar koperasi profesional tapi tetap berorientasi pada kepentingan anggota, tegasnya.
Melalui diklat ini, anggota KPRI Jaya Sehat Krejengan diharapkan semakin memahami pentingnya administrasi yang tertib. Mulai dari pembukuan, pengarsipan, hingga pelaporan.
Kalau administrasinya beres, koperasi akan sehat. Kalau sehat, manfaatnya pasti dirasakan anggota dan lingkungan sekitar, pungkasnya.
Diklat ini juga menjadi ruang diskusi bagi anggota untuk meningkatkan kapasitas manajemen koperasi dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.