BISIKAN GHAIB 2026: POLRI BERSAMA MASYARAKAT ATAU KEPERCAYAAN PUBLIK DI PERSIMPANGAN?

MEDIAISTANA.COM | BANYUWANGI -EKSKLUSIF • EDISI SATIRE 2026
POLRI PRESISI DIGANTI?

“POLRI BERSAMA MASYARAKAT”

BISIKAN GHAIB

OPINI • LOGICAL FALLACY • SATIRE

M. Rofiq Azmi
Balai Aspirasi Banyuwangi Selatan


FOTO MEMEGANG BERKAS LAPORAN: JERITAN RAKYAT YANG BELUM USAI

Sebuah foto memperlihatkan seorang lelaki bertopi rimba, M. Rofiq Azmi, dari Balai Aspirasi Banyuwangi Selatan, Gambiran, tengah memegang sejumlah berkas laporan.

Di tangannya, puluhan berkas yang disebut memuat dugaan pelanggaran oleh oknum pejabat, akademisi, hingga aparat penegak hukum (APH).

Di balik tumpukan berkas itu, tersimpan kegelisahan tentang penegakan hukum, harapan akan keadilan, dan pertanyaan yang terus menggantung di tengah masyarakat.

Ada istilah satire yang patut direnungkan: 3Ko — Koordinasi, Komunikasi, Kolaborasi. Namun, ketika ketiganya disalahgunakan, jangan sampai berujung pada kongkalikong dan dugaan korupsi.

Sebab, koordinasi seharusnya menguatkan pengawasan, bukan menjadi jalan untuk mengaburkan persoalan.

“SISI KIRI, SISI KANAN”

Lirih, tetapi terasa jernih.

Terdengar sebuah “Bisikan Ghaib”, dengan suara yang menurut kesan pendengarnya terdengar mirip suara mantan Kapolresta Banyuwangi.

Apakah itu sekadar kemiripan suara, gema kenangan, atau simbol kerinduan masyarakat terhadap hadirnya penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan?

Biarlah pembaca menafsirkan.

Yang pasti, bisikan itu seolah membawa satu harapan: jangan biarkan pencari keadilan berjalan sendirian.

SUARA DARI BALIK BERKAS

SINDIRAN PEDAS, PERTANYAAN SERIUS

Menurut aspirasi yang disuarakan, puluhan laporan telah disampaikan kepada Polres dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Sejumlah laporan tersebut disebut belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan selama bertahun-tahun.

Pertanyaannya sederhana, tetapi mendasar:

Mengapa laporan-laporan itu terkesan jalan di tempat?

Apakah terkendala proses administrasi, kekurangan bukti, atau ada persoalan lain yang perlu dijelaskan secara terbuka?

Publik berhak memperoleh kejelasan sesuai ketentuan hukum. Bukan sekadar janji, bukan pula jawaban yang mengambang.

Dan melalui satire, muncul satu pertanyaan nakal:

Jangan-jangan laporan-laporan itu sudah terlalu nyaman mengendap?

Tentu, sindiran bukanlah vonis. Dugaan harus diuji, laporan harus ditelaah, dan setiap pihak tetap berhak atas proses hukum yang adil.

SLOGAN HEBAT, TANTANGAN NYATA

“POLRI BERSAMA MASYARAKAT”

Slogan akan terdengar indah ketika diucapkan. Namun, maknanya baru benar-benar terasa ketika masyarakat mengadu, melapor, dan menunggu kepastian.

Kebersamaan bukan sekadar foto bersama atau seremoni di atas panggung.

Kebersamaan diuji saat rakyat datang membawa berkas, menyampaikan keluhan, dan berharap laporannya ditangani secara profesional, transparan, serta akuntabel.

Presisi bukan hanya soal slogan. Presisi harus terasa dalam pelayanan.

ADAB • ETIKA • KETEGASAN

Dalam menyampaikan aspirasi, M. Rofiq Azmi menempatkan tiga langkah sebagai prinsip perjuangan:

  • Edukasi — memberikan pemahaman.
  • Peringatan — mengingatkan ketika ada persoalan yang perlu dibenahi.
  • Informasi — menyampaikan fakta dan temuan yang relevan.

Apabila upaya tersebut tidak memperoleh tanggapan yang semestinya, jalur pelaporan kepada aparat penegak hukum dapat ditempuh sesuai prosedur.

Tegas bukan berarti bertindak tanpa batas. Kritis bukan berarti menuduh tanpa dasar.

Justru keberanian seorang aktivis diuji melalui konsistensi, ketelitian, keberanian menyampaikan fakta, dan kesediaan mempertanggungjawabkan setiap pernyataan.

Sebab, perjuangan yang kuat bukan hanya lantang bersuara, tetapi juga kokoh dalam data.

DUA SAYAP PERJUANGAN

01 — APPM Hebat
02 — LPLH-TN

Dua sayap perjuangan yang diharapkan terus mengawal aspirasi masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Advokasi dan lingkungan merupakan dua bidang yang saling berkaitan: keduanya membutuhkan keberanian, integritas, pengawasan, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Namun, sebesar apa pun semangat perjuangan, akurasi data dan kepatuhan terhadap hukum tetap menjadi fondasi utama.

KADO SPESIAL • 2026

Kado spesial itu bukan barang mewah, bukan pula bingkisan yang dibungkus pita.

Kado sesungguhnya adalah kepercayaan masyarakat.

Kepercayaan yang dibalut doa agar Banyuwangi tetap terjaga, tata kelolanya semakin baik, dan persoalan-persoalan yang menjadi keresahan publik memperoleh penyelesaian yang semestinya.

Kini, perhatian tertuju kepada Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, yang disebut mendapat tugas baru setelah bertugas di Banyuwangi.

Muncul harapan agar semangat penegakan hukum, profesionalitas, dan keterbukaan terus diperkuat.

Bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan untuk mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus dirawat melalui tindakan nyata.

STATUS KADO

GANTUNG.

ISI KADO

KEPERCAYAAN PUBLIK BANYUWANGI

  • Tipis?
  • Berada di persimpangan jalan?

Dua pertanyaan satire yang menyimpan kegelisahan sekaligus harapan.

Kepercayaan publik bukan sesuatu yang bisa dipaksa tumbuh melalui slogan. Ia dibangun dari pelayanan, transparansi, tindak lanjut laporan, dan keberanian menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Jika laporan memang belum selesai, jelaskan perkembangannya sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Jika ada kendala, sampaikan secara proporsional.

Jika ditemukan pelanggaran, tindak lanjuti berdasarkan bukti dan hukum.

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan jawaban. Masyarakat membutuhkan kepastian.


EPILOG • BISIKAN YANG BELUM SELESAI

Banyuwangi tidak membutuhkan kegaduhan tanpa arah. Banyuwangi membutuhkan keberanian untuk berbenah.

Puluhan berkas boleh saja tersusun rapi di atas meja. Namun, harapan masyarakat jangan sampai ikut tertumpuk dan terlupakan.

Satire ini bukan palu untuk memvonis, melainkan cermin untuk mengingatkan.

Bukan pula upaya mencari musuh, melainkan ajakan agar kepercayaan publik tidak terus berada di persimpangan.

Ketua, ini baru permulaan!

Celetuk bercanda dari Tim Balai Aspirasi, tetapi pesannya serius:

Perjuangan belum selesai. Aspirasi tetap berjalan. Keadilan tetap diperjuangkan.

TIM BALAI ASPIRASI BANYUWANGI SELATAN

Catatan redaksi: Tulisan ini merupakan opini dan satire. Penyebutan dugaan maupun kritik terhadap penanganan laporan tidak dimaksudkan sebagai penetapan kesalahan pihak tertentu. Setiap dugaan perlu diverifikasi, dan setiap laporan harus ditangani berdasarkan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.

(Pers jatim)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!