Perkuat Syukur dan Kebersamaan Warga, Kuwu Desa Limbangan Menggelar Acara Adat Sedekah Bumi

Perkuat Syukur dan Kebersamaan Warga, Kuwu Desa Limbangan Menggelar Acara Adat Sedekah Bumi

INDRAMAYU-MEDIAISTANA.COM
Pemerintah Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menggelar tradisi adat Sedekah Bumi dengan menghadirkan Wayang Purwa di halaman kantor Desa, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat, rezeki, serta kekayaan alam yang telah diberikan kepada masyarakat.

Warga Dan Muspika yang hadir dalam kegiatan tersebut menambah semarak pelaksanaan tradisi tahunan yang sarat nilai kebersamaan. Selain menjadi bagian dari pelestarian adat istiadat warisan leluhur, Sedekah Bumi juga menjadi momentum bagi masyarakat Desa Limbangan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan antara warga dengan pemerintah desa.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat Desa Limbangan. Melalui tradisi tersebut, masyarakat diajak untuk terus menghargai hasil bumi sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan sesama.

Kuwu Desa Limbangan, H. Nurwenda mengatakan, bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun, tetapi juga memiliki makna penting dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan Sedekah Bumi menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkumpul, menjalin silaturahmi, serta memperkuat semangat bersama dalam membangun desa.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

“Selain untuk menjaga adat dan tradisi, momen Sedekah Bumi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah desa,” ujar H.Nurwenda.

Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan Desa Limbangan.

Nurwenda juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan serta berpartisipasi aktif dalam memajukan desa. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh warga.

“Mari bersama-sama guyub rukun membangun Desa Limbangan,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Juntinyuat, Ali Alamudin, menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan oleh generasi penerus.

Ia menilai, tradisi tersebut mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya. Rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT sekaligus menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tradisi Sedekah Bumi merupakan adat yang wajib dilestarikan. Dari kegiatan ini tercurahkan rasa syukur kepada Allah, Tuhan semesta alam, atas hasil bumi yang melimpah,” kata Ali.

Menurutnya, pelestarian tradisi lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tidak hilang seiring perkembangan zaman. Kegiatan seperti Sedekah Bumi juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Selain menyampaikan pesan pelestarian budaya, Camat Ali turut mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan memasuki musim kemarau.

Ia mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila api ditinggalkan tanpa pengawasan.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas lingkungan dan tidak membakar sampah sembarangan. Sudah banyak kejadian kebakaran yang diakibatkan pembakaran sampah yang ditinggalkan,” ujarnya.

Ali menjelaskan, kondisi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau dapat membuat lingkungan lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan cara pengelolaan sampah yang aman.

Ia berharap masyarakat dapat menjadikan momentum Sedekah Bumi bukan hanya sebagai sarana memperkuat tradisi danin rasa syukur, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan keselamatan bersama. (Iyons74***)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!