AMBON — Peta politik Maluku menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode mendatang mulai menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat.
Sejumlah masyarakat Maluku yang tergabung dalam Aliansi Maluku Bersatu (AMB) disebut mulai mendorong dan meminta kesediaan Brigjen TNI (Mar) Dr. Said Latuconsina, SE, MM, MT, M. Tr. Opsla, untuk mempertimbangkan maju sebagai calon Gubernur Maluku pada Pilgub yang diproyeksikan berlangsung dalam rentang 2031/2032.
Dorongan tersebut dinilai tidak muncul tanpa alasan. Nama Said Latuconsina telah cukup dikenal masyarakat Maluku, khususnya setelah dirinya dipercaya memimpin salah satu satuan komando kewilayahan strategis TNI Angkatan Laut di Maluku.
Aliansi Maluku Bersatu menilai pengalaman kepemimpinan, kedisiplinan, jejaring nasional, serta rekam pengabdian Said di Maluku menjadi modal yang layak dipertimbangkan untuk memimpin daerah kepulauan tersebut.
DARI LINGKUNGAN MILITER KE RUANG PUBLIK
Said Latuconsina merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir. Ia merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XXXVIII tahun 1992. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI AL dan TNI.
Di antaranya, Said pernah dipercaya sebagai Asintel Lantamal IX/Ambon pada 2016–2017, Staf Ahli Pangkoarmada I pada 2017, Widyaiswara Badiklat Kemhan pada 2018, serta Waaspotwil Kogabwilhan I pada 2019–2020.
Ia kemudian dipercaya sebagai Wakil Komandan Lantamal IX/Ambon pada 2020–2021 sebelum mendapat promosi menjadi Komandan Lantamal IX/Ambon pada 2021.
Selama memimpin Lantamal IX Ambon, Said menjadi salah satu figur TNI yang cukup dekat dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Maluku. Pada 2024, ia kemudian dimutasi dari jabatan tersebut dan mendapat penugasan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut.
“MALUKU MEMBUTUHKAN PEMIMPIN DENGAN PENGALAMAN NASIONAL”
Menurut aspirasi yang disampaikan Aliansi Maluku Bersatu, pengalaman Said di tingkat nasional sekaligus pengabdiannya di Maluku dinilai menjadi salah satu pertimbangan mengapa dirinya layak diminta mempertimbangkan kontestasi politik daerah.
Mereka memandang Maluku membutuhkan sosok pemimpin yang memahami karakter daerah kepulauan, memiliki pengalaman memimpin organisasi besar, serta mempunyai kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.
Bagi Aliansi Maluku Bersatu, pengalaman Said sebagai perwira tinggi TNI AL yang pernah memimpin Lantamal IX Ambon menjadi salah satu alasan penting untuk membuka ruang diskusi publik mengenai kemungkinan pencalonannya.
Namun, dorongan tersebut masih berada pada tahap aspirasi masyarakat. Belum ada pernyataan resmi dari Said Latuconsina mengenai kesediaannya maju dalam Pilgub Maluku mendatang.
BUKAN SEKADAR SOAL JENDERAL
Dorongan terhadap Said juga dinilai perlu dilihat lebih jauh daripada sekadar latar belakang militernya.
Jika benar kelak masuk ke gelanggang politik, Said akan menghadapi tantangan yang berbeda dengan dunia militer.
Pemerintahan daerah membutuhkan kemampuan membangun koalisi politik, memahami ekonomi daerah, mengelola birokrasi, menyelesaikan konflik sosial, memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, serta menerjemahkan karakter kepulauan Maluku menjadi kebijakan pembangunan.
Karena itu, figur yang didorong masyarakat harus mampu membuktikan bahwa pengalaman kepemimpinan yang dimilikinya dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan sipil yang demokratis, terbuka, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
2031/2032 MULAI MENJADI PERBINCANGAN
Pilgub Maluku memang masih cukup jauh. Namun, munculnya aspirasi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai membicarakan figur-figur yang dinilai potensial untuk memimpin Maluku pada periode berikutnya.
Nama Said Latuconsina kini disebut sebagai salah satu figur yang mulai dipertimbangkan oleh sebagian masyarakat.
Aliansi Maluku Bersatu berharap Said tidak buru-buru menutup pintu terhadap aspirasi tersebut.
Mereka meminta Said mempertimbangkan secara matang apakah dirinya bersedia mengabdikan pengalaman dan kapasitasnya untuk Maluku melalui jalur pemerintahan daerah.
Sebab, bagi mereka, persoalan Maluku membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga kapasitas, integritas, pengalaman, jaringan nasional, dan keberanian mengambil keputusan.
KEPUTUSAN ADA DI TANGAN SAID
Pada akhirnya, dorongan masyarakat hanyalah satu bagian dari dinamika politik.
Keputusan untuk masuk atau tidak ke arena politik praktis sepenuhnya berada di tangan Said Latuconsina.
Apalagi, kontestasi Pilgub masih berada beberapa tahun ke depan sehingga dinamika politik, regulasi, partai politik, dan konfigurasi kandidat masih sangat mungkin berubah.
Namun satu hal mulai terlihat:
nama Said Latuconsina mulai disebut dalam percakapan mengenai figur potensial untuk memimpin Maluku ke depan.
Apakah sang jenderal akan tetap berada di luar gelanggang politik, atau suatu saat memilih kembali ke tanah Maluku dengan mandat politik untuk memimpin daerah?
Jawabannya masih menjadi tanda tanya.Tetapi bagi Aliansi Maluku Bersatu, aspirasi mereka sudah jelas:
“Kami meminta Brigjen Said Latuconsina mempertimbangkan kesediaannya maju sebagai calon Gubernur Maluku.”
(Ch.Syam)