B3S 2026 Kembali Menggebrak Sekolah, OT Group Dukung Gerakan Cinta Sinema Indonesia

Jakarta, Mediaistana.com – Gerakan B3S (Bioskop, Sekolah, Sinema) kembali digelar pada 2026 dan memasuki tahun keenam sejak pertama kali bergulir pada 2020, Setelah menyambangi empat sekolah di Kota Batam pada Juli lalu, program edukasi perfilman ini kini menyasar sekolah-sekolah di wilayah Banten dan Tangerang Selatan.

Rangkaian B3S 2026 dimulai Kamis, 8 Oktober 2026, dengan mengunjungi SMAN 2 dan SMKN 4 Kota Tangerang Selatan, Kegiatan menghadirkan narasumber lokal Deo Mahameru, jebolan Film Pendek Indonesiana Direktorat Film, Musik dan Seni (FMS) Kementerian Kebudayaan, bersama Yan Widjaya, Ketua Umum Yayasan DemiFilm Indonesia (YDFI), serta Kak AruL, penggiat sekaligus penggagas DemiFilm Indonesia.

Mengusung semangat “Kenali Budayamu–Cintai Sinemamu”, B3S mendorong pelajar untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga mengenali kekayaan budaya dan potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui karya audiovisual.

Sebelum kegiatan di sekolah berlangsung, geliat B3S terlebih dahulu mengudara melalui Talk Show RRI Pro1 Banten – Suara Nusantara, Rabu (7/10), yang menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan film Indonesia, potensi sineas daerah, hingga pentingnya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem perfilman nasional.

Ketua Umum YDFI, Yan Widjaya, menegaskan bahwa kekuatan lokal memiliki peluang besar untuk berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Menurutnya, potensi daerah yang diangkat melalui film kerap mampu menghadirkan perspektif baru dan membuat masyarakat luas semakin mengenal kekayaan Indonesia,
“Potensi lokalitas menuju dunia sudah sering membuat decak kagum, Karena itu kami sangat setuju B3S mengedepankan potensi mereka untuk berbagi ilmu di sekolah-sekolah,” ujar Yan.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Banten Nurdin M. Takengon menyambut positif pelaksanaan B3S. RRI dinilai memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan nusantara melalui berbagai kanal siarannya.

“RRI selalu dengan tangan terbuka karena memang kami punya Pro1, kanal nusantara yang selalu cinta film Indonesia dengan mengedepankan objek wisata, kuliner dan budaya lokal, Ini adalah berita bagus untuk pendengar RRI,” ungkap Nurdin.

Kamis, Hari Penting Perfilman Indonesia
Dalam talk show tersebut, pembahasan juga mengangkat fenomena Kamis sebagai hari penting bagi perfilman Indonesia.

Host Laela menggali alasan mengapa Kamis menjadi momentum penting sekaligus memperkenalkan istilah LoKet, yang menjadi bagian dari pembahasan perkembangan dan pengukuran penonton film nasional.

Kak AruL menjelaskan bahwa Kamis menjadi hari pertama pemutaran film Indonesia secara luas di bioskop, dengan distribusi layar yang diharapkan merata di berbagai wilayah Tanah Air.

“DFI telah menghitung penonton hari pertama tayang di hari Kamis dan Jumat sore diumumkan melalui kanal DemiFilm TV di YouTube serta website DemiFilm dengan tingkat presisi dan akurasi langsung dari produser dan ekshibitor,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap film nasional, Yan Widjaya menyebut jumlah penonton film Indonesia sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 46 juta penonton.

Angka tersebut diproyeksikan masih terus bertambah hingga akhir tahun.

Ia memperkirakan jumlah penonton film Indonesia dapat menembus 75 juta hingga 80 juta penonton sampai penghujung 2026.

OT Group Konsisten Dukung Pelajar
Kegiatan B3S 2026 juga mendapat dukungan dari OT Group yang konsisten memberikan pendampingan melalui produk makanan ringan dan minuman bagi para pelajar peserta kegiatan.

Berbagai produk seperti Fullo, Tango dan Crystalin turut menemani suasana edukasi perfilman sehingga kegiatan berlangsung semakin hangat dan penuh antusiasme.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang memberikan sentuhan positif bagi kegiatan edukasi kreatif di kalangan pelajar.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian piagam penghargaan dari Direktur FMS, Irini Dewi Wanti, kepada RRI, para narasumber, serta sekolah-sekolah yang terlibat.

Setelah Batam dan Banten, program B3S 2026 dijadwalkan kembali bergerak ke sejumlah daerah, Medan dan Palangkaraya menjadi wilayah berikutnya yang diproyeksikan disambangi pada akhir November atau awal Desember.

Melalui perjalanan tersebut, B3S ingin memastikan bahwa sinema Indonesia tidak hanya tumbuh di pusat industri, tetapi juga berakar kuat dari sekolah, daerah, budaya dan kreativitas generasi muda.

Dari budaya lokal, lahir cerita nasional. Dari sekolah, tumbuh generasi sineas masa depan.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!