Bambang Irawan: Keselamatan Peserta Didik Menjadi Prioritas, SMPN 1 Way Tenong Gelar Belajar Daring
Jakarta MEDIA ISTANA,LAMPUNG BARAT — SMP Negeri 1 Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, mengambil langkah antisipatif dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring pada Senin–Selasa, 7–8 September 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan menyusul adanya erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan peningkatan abu vulkanik di wilayah sekitar, sehingga pihak sekolah mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik.
Kepala SMP Negeri 1 Way Tenong, Bambang Irawan, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa pembelajaran daring merupakan langkah sementara untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Pembelajaran tetap kita laksanakan secara daring sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh guru mata pelajaran. Langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian sekolah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik,” ujar Bambang Irawan, S.Pd., M.M.
Menurutnya, selama pelaksanaan pembelajaran daring, para siswa diharapkan tetap mengikuti kegiatan belajar dengan disiplin serta memperhatikan arahan yang diberikan oleh masing-masing guru mata pelajaran.
Pihak sekolah juga mengingatkan peserta didik untuk memastikan perangkat pembelajaran, baik telepon seluler maupun laptop, berada dalam kondisi baik dan memiliki akses internet yang memadai.
Selain itu, siswa diminta mengikuti jadwal pembelajaran tepat waktu, menjaga etika dan kesopanan selama proses belajar berlangsung, serta tetap aktif dan fokus mengikuti materi yang disampaikan guru.
“Anak-anak harus tetap semangat belajar meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah. Kerjakan tugas dengan jujur dan mandiri sesuai petunjuk guru. Yang paling penting, tetap menjaga kesehatan dan segera menyampaikan kepada orang tua maupun guru apabila mengalami kondisi yang kurang sehat,” tambah Bambang.
Dalam pengumuman resmi sekolah, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan selama pembelajaran daring, antara lain memastikan perangkat siap digunakan, mengikuti jadwal dan petunjuk guru, menjaga etika serta kesopanan, aktif dan fokus dalam pembelajaran, mengerjakan tugas secara jujur, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
Bambang berharap kondisi tersebut dapat segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara normal.
Ia juga mengimbau seluruh peserta didik dan orang tua untuk terus mengikuti informasi terbaru yang disampaikan pihak sekolah serta tidak panik dalam menghadapi situasi peningkatan abu vulkanik.
“Semoga kondisi segera kembali normal. Kami mengajak seluruh siswa dan orang tua untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan mengikuti informasi resmi dari sekolah,” pungkasnya.
Dengan diberlakukannya pembelajaran daring selama dua hari tersebut, SMP Negeri 1 Way Tenong tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus menempatkan keselamatan dan kesehatan peserta didik sebagai prioritas utama.ujarnya
Hamdan ❤️