BENCANA TAK CUKUP DILAWAN DENGAN EVAKUASI, KESIAPSIAGAAN JADI KUNCI KESELAMATAN

JAKARTA, Mediaistana.com — Bencana alam bukan sekadar peristiwa alam yang datang secara tiba-tiba, Besarnya dampak bencana sangat dipengaruhi oleh tingkat kerentanan masyarakat, paparan terhadap ancaman, serta kemampuan dalam melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan.

Buku Bencana Alam: Sumber, Dampak dan Manajemen Bencana karya Ir. Roberto Patar Pasaribu, D.E.S.S. dan Drs. Budi Suhardi, DEA yang diterbitkan CV Adab Indonesia pada September 2026, menguraikan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, Kondisi geografis, aktivitas tektonik, iklim tropis, perubahan tata guna lahan, urbanisasi dan perubahan iklim menjadi bagian dari faktor yang meningkatkan risiko.

Bencana dapat berbentuk gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, kekeringan, angin ekstrem hingga gelombang ekstrem, Dampaknya tidak berhenti pada korban jiwa, tetapi dapat merusak infrastruktur, mengganggu perekonomian, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Budi Suhardi, salah satu penulis buku tersebut, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam menghadapi bencana, Penanganan tidak semestinya hanya bergerak setelah bencana terjadi, tetapi harus dimulai jauh sebelumnya melalui pengenalan ancaman, analisis risiko, mitigasi, kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat.

Sistem peringatan dini, simulasi evakuasi, penyediaan logistik darurat, tata ruang berbasis risiko serta pembangunan infrastruktur yang lebih aman menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak ketika bencana terjadi.

Yang tak kalah penting, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, media dan masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan.

Bencana juga meninggalkan dampak panjang, Selain korban jiwa dan kerusakan rumah, masyarakat dapat kehilangan mata pencaharian, terganggunya pendidikan, rusaknya lingkungan serta menghadapi tekanan psikologis. Karena itu, pemulihan harus mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan infrastruktur.

Pesan utama yang mengemuka adalah bahwa ketangguhan menghadapi bencana dibangun sebelum bencana datang, Literasi kebencanaan, peringatan dini, tata ruang berbasis risiko, infrastruktur tahan bencana dan pelestarian lingkungan menjadi investasi penting untuk mengurangi korban dan kerugian.

Dengan demikian, kesiapsiagaan bukan sekadar prosedur darurat, melainkan budaya yang harus dibangun bersama agar masyarakat mampu mengantisipasi, merespons, beradaptasi dan pulih ketika bencana terjadi.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!