SAMPANG, MEDIAISTANA.COM — Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri garam dalam negeri, PT Sumatraco terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri pengolahan garam nasional.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan perusahaan adalah memperkuat sektor hulu melalui pemberdayaan dan pendampingan petani garam lokal, khususnya para petani garam di Kabupaten Sampang, Madura.
Program tersebut diarahkan untuk membantu petani meningkatkan kualitas produksi sehingga garam yang dihasilkan dapat memenuhi standar mutu yang dibutuhkan industri. Peningkatan kualitas diharapkan tidak hanya berdampak pada kontinuitas bahan baku, tetapi juga mampu meningkatkan nilai jual garam di tingkat petani.
Perwakilan PT Sumatraco, Mohammad Ishak, mengatakan bahwa kualitas garam menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rantai industri garam yang kuat dari hulu hingga hilir.
> “Fokus kami adalah mendampingi petani agar mampu menghasilkan garam dengan kualitas tinggi. Jika mutu garam bagus, harga jual di tingkat petani pun bisa maksimal,” ujar Mohammad Ishak.
Dorong Petani Maksimalkan Masa Panen
Selain pendampingan dalam proses produksi, petani juga didorong untuk lebih memperhatikan waktu dan proses pemanenan garam.
PT Sumatraco mengimbau agar masa panen tidak dilakukan terlalu cepat. Untuk memperoleh kualitas garam yang lebih baik, masa panen diharapkan dapat dimaksimalkan minimal sekitar 12 hari hingga 30 hari, menyesuaikan kondisi lahan, cuaca, serta proses kristalisasi garam.
Pengelolaan masa panen secara optimal diharapkan dapat membantu meningkatkan kadar garam sekaligus menghasilkan produk dengan mutu yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola produksi yang lebih terukur, sehingga petani tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil panen.
Dari Petani untuk Industri Nasional
Pemberdayaan petani garam lokal memiliki arti penting bagi keberlangsungan industri pengolahan garam. Pasokan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi salah satu fondasi utama agar industri dapat berkembang dan memiliki daya saing.
Melalui pendampingan kepada petani, PT Sumatraco berupaya membangun hubungan yang saling menguntungkan antara sektor pertanian garam dan industri pengolahan.
Di satu sisi, industri memperoleh bahan baku dengan kualitas yang lebih baik. Di sisi lain, petani mendapatkan peluang untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperoleh harga jual yang lebih optimal.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani garam secara berkelanjutan, khususnya di wilayah sentra produksi seperti Kabupaten Sampang.
Perkuat Ekosistem Garam dari Hulu
Penguatan sektor hulu menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan industri garam nasional. Karena itu, peningkatan kemampuan petani, kualitas lahan, teknik produksi, hingga pengaturan waktu panen menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan.
PT Sumatraco menilai bahwa kemajuan industri garam tidak hanya bergantung pada sektor pengolahan, tetapi juga pada kekuatan petani sebagai pemasok bahan baku.
Dengan adanya sinergi antara petani dan industri, diharapkan terbentuk ekosistem garam yang semakin kuat, mandiri, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
MediaIstana.com mencatat, pemberdayaan petani garam bukan sekadar menjaga ketersediaan bahan baku industri, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu produksi dan kesejahteraan petani lokal.