BerandaInfoBUKAN KARENA PINTAR

BUKAN KARENA PINTAR

 

BUKAN KARENA PINTAR

Puisi oleh: Lyne Putra Rasera Atti

Siswa  SDG IV SOE,KAB.TTS

Dari kelas satu sampai kelas empat,
Namaku sering disebut paling depan.
Bukan karena aku paling cerdas,
Bukan karena aku paling hebat.

Aku anak kampung,
Buku kadang lusuh, lampu kadang padam.
Tapi ada satu yang tak pernah padam:
Doa di malam, sebelum aku tertidur nyenyam.

Aku belajar,
Tapi yang mengerti kan aku, Tuhan.Aku menghafal,
Tapi yang menguatkan ingatanku, Tuhan.

Pintar itu hadiah dari usaha,
Tapi hikmat… itu anugerah dari surga.
Hikmat yang bisik: “Jangan sombong nak”
Hikmat yang pegang: “Bangkit lagi, jangan lelah”.

Peringkat satu itu angka,
Besok bisa hilang tertiup angin.Tapi hikmat Tuhan,
Menuntun sampai aku mencapai tujuan.

Jadi untuk adik-adikku di kampung,
Dengarlah baik-baik pesanku ini:
Kau tak perlu jadi paling pintar,
Cukup jadi anak yang takut akan Tuhan.

Karena di akhir segalanya,
Kita akan mengerti…
Bukan karena aku,
Tapi karena Tuhan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan segala kerendahan hati,
Saya mengucapkan terima kasih kepada:

Bapak/Ibu Kepala Sekolah
Atas teladan, arahan, dan kasih yang tak pernah lelah membimbing kami.

Semua Wali Kelas
Yang seperti orang tua kedua di sekolah, sabar mendidik dan mendoakan kami.

Bapak/Ibu Guru Atas ilmu, waktu, dan air mata yang tercurah demi masa depan kami.

Seluruh Staf dan Pegawai Sekolah
Yang dengan setia melayani di balik layar, agar kami bisa belajar dengan tenang.

Tanpa dukungan Bapak/Ibu semua,
Saya bukan siapa-siapa.
Semua ini karena Tuhan, dan karena Bapak/Ibu.

 

#INSPIRASISISWA#SDG 1V SOE#KAB.TTS#

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!