33.8 C
Jakarta
BerandaBertaDiduga Alami Tekanan Psikologis, Karyawan BUMN Mengaku Dikeluarkan Sepihak dari Grup Internal

Diduga Alami Tekanan Psikologis, Karyawan BUMN Mengaku Dikeluarkan Sepihak dari Grup Internal

Jakarta – Senin – 5 Januari 2026– Seorang karyawan di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan mengaku mengalami tekanan psikologis usai dikeluarkan secara sepihak dari grup komunikasi internal berbasis WhatsApp tanpa penjelasan yang jelas.

Karyawan tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebut tindakan tersebut berdampak pada nama baik dan kondisi mentalnya sebagai pekerja aktif. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tekanan psikologis yang berkelanjutan.

“Saya tidak pernah menerima surat peringatan atau penjelasan resmi, namun tiba-tiba dikeluarkan dari grup kerja. Dampaknya sangat besar secara mental dan profesional,” ujarnya kepada media.

Menurut pengakuannya, setelah peristiwa tersebut ia juga mengalami mutasi berulang ke lokasi kerja yang jauh dari domisili, yang berdampak pada meningkatnya beban biaya hidup dan menurunnya kondisi ekonomi keluarga.
Ia berharap pihak manajemen pusat serta Kementerian BUMN dapat melakukan evaluasi internal guna memastikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen terkait belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh keterangan dari pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan berita.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!