DUGAAN PETI DI SUNGAI BATANG TEBO TERANG-TERANGAN BEROPERASI, MASYARAKAT CURIGA ADA PERLINDUNGAN  

Bungo, Mediaistana.com, 26 September 2026 Keresahan mendalam kembali melanda warga di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas. Pasalnya, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kini berlangsung semakin berani, dilakukan secara terang-terangan di aliran Sungai Batang Tebo, tepat di tikungan yang dikenal warga sebagai kawasan Jembatan Sombak atau Tikung Yonus, Dusun Sungai Gambir.

Warga menyampaikan kekhawatirannya bukan tanpa alasan. Kegiatan yang seharusnya dilarang dan ditindak tegas justru tampak berjalan leluasa, siang maupun sore hari, tanpa rasa takut akan pemeriksaan atau penindakan dari pihak berwenang. Hal ini memunculkan dugaan kuat di kalangan masyarakat: adanya perlindungan atau dukungan dari pihak tertentu yang membuat pelaku begitu berani mengoperasikan alat berat dan peralatan penambangan di lokasi yang sangat terlihat tersebut.

 

Lokasi Terbuka, Sangat Terlihat, Namun Dibiarkan, Tempat yang dijadikan lokasi penambangan ini bukanlah tempat tersembunyi atau jauh dari jangkauan mata. Lokasinya berada tepat di tikungan sungai, di kawasan yang dikenal luas oleh warga sebagai dekat Jembatan Sombak / Tikung Yonus, Dusun Sungai Gambir — wilayah yang dilintasi banyak orang setiap harinya.

 

Meski terlihat jelas dari pinggir sungai maupun dari jalan yang melintas, aktivitas ini tidak kunjung dihentikan. Alat-alat penambangan dipasang, pasir dan keruk diambil dari dasar sungai, dan aliran air yang dulunya jernih kini keruh dan berubah warna.

 

“Sangat terang-terangan, tidak ada yang menyembunyikan. Kalau tidak ada yang melindungi, mana mungkin mereka seberani ini? Lokasinya terbuka, semua orang bisa lihat, tapi tidak ada yang turun menindak,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

 

Dampak yang dirasakan warga sudah sangat nyata. Sungai Batang Tebo selama ini menjadi tumpuan kehidupan warga Dusun Sungai Gambir dan sekitarnya — untuk kebutuhan air sehari-hari, pertanian, hingga perikanan.

Kini Air sungai menjadi keruh dan tidak layak langsung untuk kebutuhan rumah tangga;

Pinggiran sungai terkikis, berisiko memperlebar kerusakan tebing;

Aliran sungai berubah, dapat mengancam jembatan maupun pemukiman warga di sekitarnya;

Ikan dan biota sungai yang dulu menjadi sumber pangan warga kini semakin sulit ditemukan.

 

Warga sudah menyampaikan kekhawatirannya ke berbagai pihak, namun hingga saat ini belum ada langkah tegas yang terlihat di lokasi.

 

Kegigihan pelaku menjalankan aktivitas ini secara terbuka memunculkan satu pertanyaan besar di tengah masyarakat siapa yang melindungi mereka?

 

Apakah pelaku memiliki “jalur khusus” yang membuat mereka merasa aman? Apakah ada pihak yang seharusnya menindak justru melindungi? Mengapa aparat yang bertugas tidak datang ke lokasi, padahal lokasinya diketahui semua orang dan dapat dijangkau dengan mudah?

 

Dugaan adanya perlindungan ini bukan sekadar isu kosong — lahir dari pengamatan warga yang melihat aktivitas ini terus berlangsung berbulan-bulan tanpa gangguan apa pun. Padahal aturan melarang PETI sudah jelas, sanksinya pun tegas.

 

Masyarakat Dusun Sungai Gambir serta warga sepanjang aliran Sungai Batang Tebo kini menuntut

1. Kepolisian Resor Bungo beserta jajaran Kapolsek terkait segera turun ke lokasi, memeriksa langsung keberadaan alat dan aktivitas penambangan;

2. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Satpol PP melakukan penertiban sesuai kewenangan;

3. Jika terbukti ada oknum yang melindungi PETI ini, maka pihak berwenang menyelidiki dan menindak tegas pihak tersebut;

4. Sungai Batang Tebo dikembalikan ke kondisi semula, agar tidak semakin rusak dan merugikan generasi mendatang.

 

Rakyat tidak menuntut hal yang berlebihan — mereka hanya ingin sungai tempat mereka hidup tetap terjaga, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, dan tidak ada satu pun pihak yang boleh mengambil keuntungan pribadi dengan merusak milik bersama.

 

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penambangan di kawasan tersebut masih berlangsung. Warga berharap kehadiran pihak berwenang bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang segera terlihat di lokasi.

(Maskur)

 

 

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!