Probolinggo, Mediaistana.com
Sinergi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan bagi warga binaan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui mekanisme peminjaman dan pengembalian koleksi buku secara berkala. Rutan Kraksaan mengembalikan 100 buku yang sebelumnya dipinjam dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo dan kembali meminjam 100 buku baru, Sabtu (26/9/2026).
Pergantian koleksi ini membuat bahan bacaan yang tersedia bagi warga binaan terus diperbarui, sehingga mereka memiliki pilihan buku yang lebih beragam selama menjalani proses pembinaan.
Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan kerja sama dengan Dispersip Kabupaten Probolinggo menjadi bagian penting dalam menyediakan ruang belajar dan menambah wawasan warga binaan.
Kami berupaya menyediakan bahan bacaan yang beragam agar warga binaan tetap memiliki ruang untuk belajar dan menambah wawasan selama menjalani pembinaan. Karena itu, kerja sama dengan Perpusda ini terus kami manfaatkan secara berkala, ungkap.
Menurutnya, sinergi dengan Dispersip tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan koleksi buku, tetapi juga mendukung kegiatan pembinaan warga binaan melalui akses terhadap bahan bacaan yang dapat memberikan manfaat selama berada di Rutan.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kraksaan Trias Widigdo menjelaskan kerja sama tersebut berjalan dengan pola pertukaran koleksi secara berkala. Setiap periode kami mengembalikan 100 buku yang sudah dipinjam sebelumnya, kemudian meminjam 100 buku baru. Pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan, yakni sekitar satu bulan atau paling lama tiga bulan sekali, ujarnya.
Dengan pola tersebut, buku yang tersedia di lingkungan Rutan tidak hanya mengandalkan koleksi yang sama dalam waktu lama. Koleksi baru secara berkala dapat dihadirkan untuk memberikan variasi bahan bacaan kepada warga binaan.
Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas mengatakan melalui program sinergi ini pihaknya ingin memastikan bahwa hak mendapatkan akses informasi, ilmu pengetahuan dan bahan bacaan yang berkualitas juga menjadi milik saudara-saudara di dalam Rutan Kraksaan.
Buku bukan sekadar lembaran kertas berisi teks, melainkan jendela dunia dan cermin jiwa. Membaca adalah sebuah perjalanan batin yang membebaskan akal budi, meskipun raga sedang menjalani masa pembinaan, katanya.
Menurut Ulfi, Dispersip telah menyiapkan ribuan eksemplar buku pilihan mulai dari buku keterampilan kerja, kewirausahaan, motivasi, keagamaan hingga fiksi yang akan dirotasi secara berkala ke Rutan Kraksaan. Harapannya, waktu luang selama masa pembinaan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mengasah skill baru dan memperluas wawasan, tambahnya.
Sinergi Rutan Kraksaan dan Dispersip Kabupaten Probolinggo ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses literasi di lingkungan pemasyarakatan. Ketersediaan bahan bacaan diharapkan dapat mendorong minat baca warga binaan sekaligus menjadi sarana untuk belajar, memperoleh informasi dan menambah wawasan selama menjalani masa pidana.
Melalui kolaborasi tersebut, Rutan Kraksaan dan Dispersip Kabupaten Probolinggo terus menjaga agar kegiatan literasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.