MEDIAISTANA.COM | JEMBER – Kabupaten Jember mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang ekonomi. Berdasarkan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) wilayah Sekar Kijang pada Triwulan I Tahun 2026 (Year on Year/YoY), Kabupaten Jember berhasil menempati posisi pertama dengan tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 6,35 persen, tertinggi dibandingkan daerah lain di kawasan Sekar Kijang maupun rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur dan Nasional.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa roda perekonomian Kabupaten Jember bergerak semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah, dukungan dunia usaha, pelaku UMKM, sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong aktivitas ekonomi.
Dalam data yang dirilis, Kabupaten Jember berada di posisi teratas dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen, disusul Kabupaten Banyuwangi sebesar 6,14 persen, Jawa Timur 5,96 persen, Kabupaten Lumajang 5,89 persen, pertumbuhan ekonomi Nasional 5,61 persen, Kabupaten Situbondo 5,50 persen, dan Kabupaten Bondowoso 5,42 persen.
Keunggulan Jember yang mampu melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun Nasional menjadi indikator positif bahwa berbagai kebijakan pembangunan daerah berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut juga mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi, perdagangan, konsumsi rumah tangga, serta geliat sektor-sektor unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Jember. Sektor pertanian yang menjadi basis ekonomi daerah tetap menunjukkan kontribusi yang kuat, sementara sektor perdagangan, jasa, konstruksi, dan industri pengolahan turut memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan.
Selain itu, berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya daya saing ekonomi Kabupaten Jember di tingkat regional.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen ini juga menjadi bukti bahwa pengelolaan anggaran daerah yang tepat sasaran dan pelaksanaan program pembangunan yang efektif dapat menghasilkan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Berbagai program pemberdayaan ekonomi, dukungan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), penguatan sektor pertanian, serta peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting yang mendukung pertumbuhan tersebut.
Para pelaku usaha dan masyarakat berharap capaian positif ini dapat terus dipertahankan melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja baru, serta penguatan sektor ekonomi produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu menjadi perhatian, seperti stabilitas harga kebutuhan pokok, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta penguatan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan capaian tertinggi di wilayah Sekar Kijang pada Triwulan I Tahun 2026, Kabupaten Jember kini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling menjanjikan di Jawa Timur. Prestasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Juni 2026.