31.3 C
Jakarta
BerandaInfoFBI minta Polda selidiki penggunaan anggaran satpol PP kota Mamuju

FBI minta Polda selidiki penggunaan anggaran satpol PP kota Mamuju

Media istana.com. Sulbar-mamuju. Lembaga Masyarakat Pengawas Anti-Korupsi, Dibina Mantan Pejabat Bareskrim mabes Polri FBI mendesak Polda Sulbar selidiki penggunaan anggaran APBD tahun  ini lingkup satuan polisi pamong praja (satpolpp). kabupaten Mamuju Sulawesi Barat..

sorotan sejumlah aktivitas bagaikan bola salju menggelinding semakin lama semakin besar namun ironisnya marhaban yang bertanggung jawab pengelola

keuangan seolah-olah.tuli tanpa adanya klasifikasi resmi dan membantah tudingan  Tersebut.

Menyikapi persoalan ini Forum Bayangkara Indonesia (FBI) adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) independen, sah, dan bergerak di bidang pengawasan, pemantauan, dan pemberantasan tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme, serta pelanggaran hukum dan HAM di seluruh Indonesia. Turut prihatin melihat kenyataan prilaku oknum pejabat lingkup satpol PP Mamuju arogansi seolah olah dirinya kebal hukum.

Adam ramadan perwakilan di Sulbar akan melakukan investasi dugaan sejumlah pihak termasuk DPRD kabupaten, ujar adam

Adam mendesak agar Kejaksaan Negeri Mamuju & Polda Sulbar turun tangan, telusuri aliran dana, dan tetapkan tersangka jika terbukti ada kerugian negara.pejabat/pejabat pembuat komitmen wajib dipublikasikan dan dipertanggungjawabkan

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (Satpol-PP) Total Anggaran: Rp 1.100.000.000

– PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN Anggaran: Rp 412.600.000

Belanja Administrasi Umum Kantor dan
Belanja Pemeliharaan Sarana & Prasarana:
Rp 117 300.009 – Belanja Perjalanan Dinas & Koordinasi: Rp 50.000.000

PROGRAM KETERTIBAN UMUM  Rp 687.350.000

Rp, 210.000.000 untuk Operasional Penegakan Perda: (pengamanan aset daerah, pengawasan perizinan)

Rp 185.000.000,  untuk patroli, penertiban,
Belanja Perlengkapan & Kelengkapan Tuga
(Pembelian seragam, perlengkapan patroli, alat komunikasi, rompi)

Rp 192 350 000, Belanja Pelatihan & Peningkatan Kapasitas:
(Pendidikan dan pelatihan dasar, pelatihan penanganan kerusuhan, hukum)

Rp, 190 000.000, Belanja Operasional Pengamanan Khusus.
(Pengamanan hari besar keagamaan, hari nasional, kunjungan pejabat, keramaian)

DINAS PEMADAM KEBAKARAN & PENYELAMATAN (DAMKAR) Total Anggaran: Rp 729.450.000.

Organisasi FBI didirikan dan dibina langsung oleh para purnawirawan jenderal Polri, termasuk mantan Kepala Bareskrim Polri dan pejabat utama Reserse Kriminal yang memiliki pengalaman panjang dalam mengusut kasus besar, sehingga punya kemampuan baca data, hukum, dan jejak kejahatan yang tajam.

Adam Ramadan adalah anggota aktif FBI, ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi Barat. Berbekal bimbingan langsung para pembina mantan Bareskrim, ia menjalankan tugas utama sebagai mata dan telinga masyarakat yang bekerja senyap, teliti, dan berbasis bukti nyata.

tugas utama lembaga FBI di sulbar

1. penggawasan keuangan negara & daerah
Memantau aliran APBD, APBN, anggaran dinas, proyek pembangunan, pengadaan barang/jasa, hibah, dan bantuan sosial. Memeriksa kesesuaian dokumen, bukti fisik, dan laporan pertanggungjawaban. Menangkap ketidakcocokan angka, proyek fiktif, atau anggaran yang dicairkan tapi tak ada hasil—seperti kasus anggaran lingkungan Satpol PP Mamuju dan anggaran makan minum DPRD yang ia ungkap ke publik.

2. penggalian & pengumpulan bukti
Turun langsung ke lapangan, berbaur dengan warga, pegawai, saksi, mengumpulkan dokumen, foto, rekaman, dan data lengkap. Sebagai didikan mantan Bareskrim, cara kerjanya sistematis, rapi, dan siap dipakai sebagai dasar laporan resmi ke KPK, Kejaksaan, maupun Polri.

3. pengawasan penegak hukum
Ini tugas khusus dan paling berani: mengawasi pengawas. Adam dan timnya memantau kinerja, netralitas, dan integritas aparat penegak hukum (Polisi, Kejaksaan, Pengadilan). Menyoroti jika ada yang terima pemberian, terikat kepentingan, atau tidak tegas menindak—seperti kasus Kejati Sulbar terima sapi kurban dari Pemprov, atau kekerasan oknum polisi di sel tahanan. FBI tidak takut menegur institusi, karena punya standar etika hukum yang sama ketatnya dengan pendirinya.

4. publikasi & dukung penegakan hukum
Menyampaikan hasil temuan ke masyarakat lewat rilis berita, media, dan laporan resmi. Memastikan kasus tak ditutup-tutupi, mendesak proses hukum berjalan, dan mengawal sampai ada putusan adil.

5. sosialisasi & pendidikan anti-korupsi
Menjelaskan ke warga, pemuda, dan pelajar bahaya korupsi, cara melapor, dan hak mengawasi penguasa—berdasarkan semangat “Bayangkara”: menjadi pengawal kebenaran di tengah masyarakat.

kelebihan utama FBI: dibina sejumlah mantan jendral mabes polri

Karena dibina langsung oleh para mantan Kabareskrim, Kabareskrimwil, dan penyidik senior, FBI punya keunggulan:

– Paham seluk-beluk hukum, cara kerja penyidik, dan celah yang biasa dipakai koruptor.
– Tidak mudah dibohongi dokumen palsu atau alasan pembenaran.
– Berani bersuara keras karena punya dasar pengetahuan hukum yang kuat, bukan sekadar teriakan kosong.

Bagi Adam Ramadan, tugasnya amanah:

“Kami bukan polisi, bukan jaksa, bukan hakim. Tapi kami adalah mata rakyat yang diasah oleh pengalaman para ahli hukum. Di Sulbar, kami berdiri agar tak ada lagi uang rakyat yang dicuri, tak ada lagi hukum yang tumpul, dan tak ada kekuasaan yang merasa di atas aturan. Di mana ada penyimpangan, di situ kami ada.”

Sampai sekarang, Adam Ramadan dan tim FBI Sulbar terus bergerak senyap namun berani, menjadi kekuatan kontrol sosial paling disegani oleh pejabat yang kotor, namun sangat diandalkan oleh masyarakat yang rindu keadilan.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!