BerandaPENDIDIKANFenomena Rebutan Bangku Di Sekolah Masih Terjadi Saat Masuk Ajaran Baru Di...

Fenomena Rebutan Bangku Di Sekolah Masih Terjadi Saat Masuk Ajaran Baru Di SDN Kedokan Agung 4.

Fenomena Rebutan Bangku Di Sekolah Masih Terjadi Saat Masuk Ajaran Baru Di SDN Kedokan Agung 4.

INDRAMAYU-MEDIAISTANA.COM
Fenomena rebutan bangku pada hari pertama masuk tahun ajaran baru, khususnya ditingkat Sekolah Dasar Negeri ( SDN), adalah tradisi dimana orang tua rela datang sejak subuh untuk mengamankan posisi duduk paling depan bagi anak mereka dengan menggunakan tas, tali, atau label nama.
Senin 13/07/2026.

Mengapa fenomena ini terjadi?
Bagi orang tua mendapatkan bangku terdepan dipercaya memberikan keuntungan strategis agar anak lebih fokus, mudah berinteraksi dengan guru, dan tidak terganggu oleh Teman-teman dibelakang. Hal ini juga didorong oleh kekhawatiran anak akan merasa minder atau kesulitan melihat papan tulis jika duduk dibarisan belakang. Di wilayah Indramayu, seperti yang terlihat jelas di SDN 4 Kedokan Agung.

Tradisi ini bahkan melibatkan orang tua yang mengikat tali dan menempelkan nama anak diatas meja sejak pagi buta untuk mengunci posisi.

Dampak dan reaksi pihak sekolah meskipun aksi ini menunjukkan tingginya kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak, sekolah kerap menghimbau agar wali murid tidak merusak atau mencoret -coret fasilitas kelas.
Sebagai solusinya banyak sekolah biasanya menerapkan sistem rotasi tempat duduk secara berkala agar setiap siswa baik didepan maupun di belakang mendapatkan hak dan porsi yang sama dalam kegiatan belajar mengajar.
Seperti ini ucapan salah satu orang tua siswa,

“Saya bersama anak saya datang jam setengah enam pagi, agar cepat bisa mencari tempat duduk di depan, namun tempat meja sudah di namai oleh guru, ” ucap Pitri.

Dilanjutkan menurut pitri,
Harapan saya sih kenapa anak saya harus duduk di depan, ya tentunya agar khusu belajar, memperhatikan guru, dan bisa menyerap pelajaran yang guru terangkan, istilahnya tidak terganggu lah oleh temannya, “Ujarnya.

Disisi lain kepala sekolah
UPTD SDN 4 Kedokan Agung menjelaskan,

“Sebenarnya fenomena rebutan bangku itu sudah biasa dan sering terjadi dari dulu, ya ini dilakukan oleh orang tua siswa, mereka melakukannya agar anaknya konsentrasi belajar, mengenai hal itu kami guru- guru juga sudah memberikan himbauan bahkan sudah memberikan nama dimejanya, dan ini kita lakukan secara berkala nanti gantian lah, kita gilir supaya tidak ada kecemburuan dari orang tua siswa yang anak nya duduk di belakang, “kata H. Usmad ( kepsek).

Dilanjutkan menurut haji Usmad,
“Pihak sekolah tetap mengoptimalkan ketertiban, sebelum orang tua siswa masuk kami guru -guru juga datang lebih awal dengan tujuan mengatur saat orang tua siswa masuk kita ikut mengatur agar tidak terjadi rebutan atau keributan karena rebutan meja kursi.
Soal anak yang duduk di depan atau yang di belakang ya tentunya kembali lagi ke pada anak-anak nya fokus atau tidaknya, tapi namanya juga anak- anak ya, tapi yang jelas kita guru tetap memberikan pelajaran kepada siswa agar tetap fokus belajar baik untuk anak yang duduk didepan, maupun yang duduk dibelakang, “pungkasnya.

Editor:Iyons74

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!