Probolinggo, Mediaistana.com
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kraksaan berkolaborasi dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI)-Paiton Energy menggelar pelatihan budidaya jamur tiram bagi guru, siswa disabilitas, dan alumni.
Pelatihan yang diikuti 50 peserta itu dibuka Kepala SLB Negeri Kraksaan Wulandoko, didampingi CSR Supervisor PT POMI-Paiton Energy Nina Ari Wahyuni serta narasumber dari Kecamatan Leces, Selasa (28/4/2026).
Kepala SLB Negeri Kraksaan Wulandoko menyebut pelatihan ini sebagai kerja sama strategis untuk mendorong kemandirian anak disabilitas. Program tidak hanya menyasar siswa aktif, tetapi juga alumni agar punya keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Kerja sama dengan CSR PT POMI-Paiton Energy ini sangat membantu karena tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga alumni. Ini bentuk kepedulian nyata terhadap anak-anak disabilitas, ujarnya.
Menurut Wulandoko, fasilitas budidaya jamur sudah dibangun di lingkungan sekolah sebagai sarana praktik. Para siswa diajarkan seluruh proses, mulai dari pembuatan media tanam, perawatan, panen, hingga pemasaran. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik. Bahkan sampai pemasaran, sehingga mereka punya pengalaman utuh dalam berwirausaha, jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh modal usaha dalam program ini didukung CSR PT POMI-Paiton Energy, termasuk akses pemasaran produk. Pihaknya berharap masyarakat turut mendukung hasil karya siswa disabilitas. Harapan kami, anak-anak ini memiliki life skill dan mampu mandiri, bahkan bisa menghasilkan pendapatan sendiri, tambahnya.
Sementara itu, CSR Supervisor PT POMI-Paiton Energy Nina Ari Wahyuni menegaskan program ini dirancang agar keterampilan yang diberikan mudah diterapkan dan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar kegiatan, tetapi upaya nyata agar anak-anak memiliki keterampilan dan soft skill yang bermanfaat bagi kehidupan mereka, ungkapnya.
Nina juga memotivasi peserta agar serius mengikuti pelatihan. Anak-anakku yang tersayang, tetap semangat belajar. Perhatikan dengan baik bagaimana budidaya jamur yang mudah, murah, dan berkelanjutan, pesannya.
Ia turut mengapresiasi pihak sekolah dan guru yang menjadi mitra strategis pelaksanaan program. Menurutnya, peran guru sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan dan siswa. Kami berterima kasih kepada pihak sekolah dan guru yang luar biasa. Mereka menjadi kunci keberhasilan program ini, terangnya.
Ke depan, Nina berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kemandirian siswa disabilitas. Mudah-mudahan program ini terus berjalan dan memberi manfaat berkelanjutan. Harapannya, anak-anak bisa mandiri dan menularkan ilmunya ke teman-teman, pungkasnya.