Media Istana
Tanjung Redeb, 13 April 2026
Guna memperkuat sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban, Polres Berau menggelar Apel Sabuk Kamtibmas di halaman Mako Polres Berau, Kamis (13/8/2026).
Apel bertema “Guyub Rukun Benua Etam Bersatu Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Berau, Kompol Noor Dhianto. Kegiatan ini dihadiri jajaran personel Polres Berau, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga berbagai komunitas lokal.
Dalam amanatnya, Wakapolres Berau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh elemen yang hadir. Kehadiran lintas sektor ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Berau.
Kompol Noor Dhianto menyoroti dinamika era digital, di mana sebuah isu atau peristiwa di lapangan dapat dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, kondisi tersebut rawan memicu keresahan hingga konflik sosial.
“Esensi dari Apel Sabuk Kamtibmas ini adalah meneguhkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan harkamtibmas yang kondusif,” tegas Kompol Noor Dhianto.
Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif membentengi diri dari ancaman premanisme, anarkisme, terorisme, provokasi, berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta ajakan aksi kekerasan.
Sebagai langkah preventif, masyarakat diajak menjadi teladan ketertiban di lingkungan masing-masing, mengedepankan musyawarah saat terjadi perselisihan, mengaktifkan pos Satkamling, serta tak ragu berkoordinasi dengan pihak berwajib.
“Jangan ragu mengontak layanan Polisi 110. Kami siap menerima, melayani, dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan tepat,” tambahnya.
Mengakhiri amanatnya, Wakapolres mengajak warga Berau terus memelihara rasa persatuan dan kekompakan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
“Ketika kita rukun dan kompak, potensi gangguan akan mengecil sebelum membesar, perselisihan selesai sebelum meluia Etamas, dan rasa aman dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.