33.7 C
Jakarta
BerandaKESEHATANGITA CEKATAN Puskesmas Pajarakan Perkuat Deteksi TBC Anak dan Perbaikan Gizi Balita

GITA CEKATAN Puskesmas Pajarakan Perkuat Deteksi TBC Anak dan Perbaikan Gizi Balita

Probolinggo, Mediaistana.com
Inovasi layanan kesehatan bertajuk GITA CEKATAN (Gizi Balita Kurang Tanggap Cek TBC Anak) yang dikembangkan UPT Puskesmas Pajarakan terbukti efektif meningkatkan deteksi Tuberkulosis (TBC) pada anak sekaligus memperbaiki status gizi balita.

Program ini menjadi terobosan pengendalian TBC anak dengan mengintegrasikan skrining kesehatan dan pemantauan gizi dalam satu layanan terpadu. Pada skrining yang digelar Jumat (10/4/2026), sebanyak 41 balita menjadi sasaran pemeriksaan. Mereka terdiri dari balita gizi kurang, gizi buruk, serta balita dengan berat badan stagnan atau menurun selama dua bulan berturut-turut.

Kegiatan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pajarakan Dian Sudarmono, Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani, serta jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Pajarakan.

Skrining dilakukan secara kolaboratif oleh Pelaksana Program TBC Sumiyati dan Pelaksana Program Gizi Ika Melinatini. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan eliminasi TBC 2030 sekaligus upaya penanganan stunting.

Ketua TP PKK Kecamatan Pajarakan Dian Sudarmono menegaskan dukungannya. Menurutnya, penanganan balita gizi kurang akan lebih optimal jika penyebab utama, termasuk kemungkinan TBC, dapat terdeteksi dan diobati sejak dini.

Balita sehat, bebas TBC dan bebas stunting menjadi harapan kita bersama. Kami akan terus mengedukasi para ibu untuk aktif melakukan skrining di posyandu maupun puskesmas, ujarnya.

Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani mengimbau orang tua tidak ragu memeriksakan anak, terutama bila berat badan tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut. Segera lakukan skrining ke puskesmas, khususnya skrining TBC, agar jika terdeteksi bisa langsung ditangani dan kondisi anak kembali normal, ungkapnya.

Pelaksana Program TBC Puskesmas Pajarakan Sumiyati menjelaskan, GITA CEKATAN sudah dijalankan rutin sejak 2025 dengan pendekatan terpadu antara deteksi TBC dan pemantauan gizi. Ini langkah strategis untuk percepatan eliminasi TBC 2030 sekaligus penanganan stunting. Kami menyasar balita berisiko agar intervensi tepat sasaran, katanya.

Hasilnya signifikan. Pada 2025, capaian penemuan kasus TBC anak melampaui target. Dari target 18 kasus, ditemukan 19 kasus atau 106 persen. Angka ini meningkat drastis dibanding 2024 yang hanya 7 kasus atau 41 persen dari target, jelasnya.

Program ini juga berdampak pada perbaikan gizi balita. Seluruh pasien TBC anak yang ditangani mengalami kenaikan berat badan minimal 10 persen dari berat awal, dan sebagian berhasil kembali ke status gizi normal. Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat ditemukan penyebabnya, penanganan lebih mudah dan hasilnya lebih optimal, tambahnya.

Melalui GITA CEKATAN, Puskesmas Pajarakan berharap penanggulangan TBC anak berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan balita di Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!