33.8 C
Jakarta
BerandaPEMERINTAHANGubernur Jawa Barat Tegaskan Cinta,Toleransi,Kepedulian Lingkungan dalam Perayaan Natal GBI Kamboja 2026

Gubernur Jawa Barat Tegaskan Cinta,Toleransi,Kepedulian Lingkungan dalam Perayaan Natal GBI Kamboja 2026

Jakarta, Mediaistana.Com- Minggu (25/1/2026) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perayaan Natal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum meneguhkan nilai cinta, kemanusiaan, dan toleransi lintas iman. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Perayaan Natal Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja, Kota Depok, tahun 2026.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Depok Bapak Dr.H.Supian Suri,M.M,Kapolresta Metro Depok KBP Abdul Waras,S.I.K, Dandim 0508/Depok Letkol Infanteri (Inf)Triano Iqbal,unsur Forkopimda, jajaran DPRD, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat, Kehadiran para pemimpin daerah dan aparat negara dinilai sebagai penanda sejarah baru bagi Kota Depok sebagai kota yang terbuka dan toleran dalam merayakan keberagaman.

“Cinta tidak pernah mengenal batas Jika cinta masih dibatasi oleh sekat-sekat, maka itu bukan cinta yang sejati,” ujar Dedi Mulyadi dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati yang penuh kasih, bukan dari simbol atau atribut keagamaan semata, Menurutnya cinta tanpa tindakan nyata hanyalah kepalsuan, seperti iman yang tidak diwujudkan dalam kepedulian sosial.

Dalam refleksinya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa pemimpin kerap “patah hati” karena menghadapi hujatan dan perbedaan,Namun justru dari luka itulah lahir karya, ketulusan, dan keberanian untuk tetap mengabdi demi kepentingan masyarakat luas.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh umat beragama untuk kembali pada esensi ajaran agama, yakni cinta dan pembebasan manusia dari penderitaan. Ia mengkritik praktik keberagamaan yang berhenti pada simbol, organisasi, dan kebanggaan institusional, namun kehilangan kepekaan terhadap keadilan sosial dan kelestarian alam.

“Seluruh alam raya ini adalah tempat ibadah kita yang sesungguhnya Ketika kita merusak alam, sesungguhnya kita sedang merusak kehidupan kita sendiri,” tegasnya.

pentingnya keadilan sosial sebagai ukuran keberhasilan kepemimpinan. Menurutnya, kesejahteraan daerah tidak diukur dari banyaknya seremoni keagamaan, melainkan dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat,jalan yang layak, pendidikan yang adil, rumah yang manusiawi, serta perlindungan bagi kaum miskin dan yatim.

“Keberagamaan yang matang akan selalu melahirkan kedamaian, bukan ketakutan; kehadiran yang membahagiakan, bukan menghakimi,” ujarnya.

Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Depok menjadikan Natal sebagai energi cinta yang nyata—cinta yang menghangatkan keluarga, merawat bumi, dan memperkuat persaudaraan lintas iman demi masa depan kota dan bangsa yang lebih beradab.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!