IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI

 

MEDIA ISTAN.COM

Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat kualitas layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika melalui penyempurnaan instrumen Pengukuran Kapabilitas Rehabilitasi (IKR) 2026. Penyempurnaan ini diarahkan untuk memastikan pengukuran tidak hanya menilai kapasitas layanan, tetapi juga mampu menggambarkan dampak nyata rehabilitasi terhadap proses keterpulihan masyarakat.

Sejalan dengan arah tersebut, BNN melalui Direktorat Pascarehabilitasi, Deputi Bidang Rehabilitasi, membahas IKR 2026 bersama kementerian dan lembaga terkait di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, Kamis (3/9). Pembahasan dilakukan untuk menyempurnakan indikator dan aspek penilaian agar tetap relevan dengan perkembangan layanan rehabilitasi serta kebutuhan masyarakat.

IKR 2026 merupakan pengembangan dari instrumen sebelumnya dengan menyesuaikan sejumlah indikator dan aspek penilaian yang dinilai sudah kurang relevan dengan kondisi saat ini. Penyempurnaan tersebut diharapkan menghasilkan pengukuran yang lebih objektif dan komprehensif serta mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kapabilitas penyelenggara layanan rehabilitasi.

Dalam pembahasan tersebut, penyempurnaan instrumen turut mempertimbangkan kesesuaian indikator dengan kondisi faktual di lapangan. Hal ini penting agar hasil pengukuran tidak sekadar menunjukkan capaian penyelenggara layanan, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat, baik dari sisi penyelenggaraan, sumber daya, maupun dukungan terhadap layanan rehabilitasi.

Masukan dari kementerian dan lembaga terkait menjadi bagian penting dalam memastikan IKR 2026 memiliki indikator yang terukur, relevan, dan dapat diterapkan secara konsisten. Hasil penyempurnaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kapabilitas layanan rehabilitasi sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan penyelenggaraan rehabilitasi.IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI

Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat kualitas layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika melalui penyempurnaan instrumen Pengukuran Kapabilitas Rehabilitasi (IKR) 2026. Penyempurnaan ini diarahkan untuk memastikan pengukuran tidak hanya menilai kapasitas layanan, tetapi juga mampu menggambarkan dampak nyata rehabilitasi terhadap proses keterpulihan masyarakat.

Sejalan dengan arah tersebut, BNN melalui Direktorat Pascarehabilitasi, Deputi Bidang Rehabilitasi, membahas IKR 2026 bersama kementerian dan lembaga terkait di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, Kamis (3/9). Pembahasan dilakukan untuk menyempurnakan indikator dan aspek penilaian agar tetap relevan dengan perkembangan layanan rehabilitasi serta kebutuhan masyarakat.

IKR 2026 merupakan pengembangan dari instrumen sebelumnya dengan menyesuaikan sejumlah indikator dan aspek penilaian yang dinilai sudah kurang relevan dengan kondisi saat ini. Penyempurnaan tersebut diharapkan menghasilkan pengukuran yang lebih objektif dan komprehensif serta mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kapabilitas penyelenggara layanan rehabilitasi.

Dalam pembahasan tersebut, penyempurnaan instrumen turut mempertimbangkan kesesuaian indikator dengan kondisi faktual di lapangan. Hal ini penting agar hasil pengukuran tidak sekadar menunjukkan capaian penyelenggara layanan, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat, baik dari sisi penyelenggaraan, sumber daya, maupun dukungan terhadap layanan rehabilitasi.

Masukan dari kementerian dan lembaga terkait menjadi bagian penting dalam memastikan IKR 2026 memiliki indikator yang terukur, relevan, dan dapat diterapkan secara konsisten. Hasil penyempurnaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kapabilitas layanan rehabilitasi sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan penyelenggaraan rehabilitasi di Indonesia.

  1. Aristono
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!