BerandaInfo"Jangan Biarkan Kesombongan Memutuskan Persaudaraan yang Allah Bangun"

“Jangan Biarkan Kesombongan Memutuskan Persaudaraan yang Allah Bangun”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb yang menciptakan seluruh manusia dari satu jiwa, yang mengajarkan kasih sayang sebagai jalan menuju rahmat-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, manusia paling mulia yang akhlaknya adalah Al-Qur’an, teladan kasih sayang bagi seluruh alam.

Saudaraku yang dirahmati Allah…
Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri…
Mengapa hati ini begitu mudah menyimpan dendam?
Mengapa lisan begitu ringan melukai saudara sendiri?
Mengapa kita begitu sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi begitu sulit melihat dosa-dosa kita sendiri?
Mengapa kita merasa lebih benar, lebih suci, lebih mulia, sementara belum tentu Allah menerima satu pun amal yang kita banggakan?
Ketahuilah…
Kesombongan adalah api yang membakar pahala.
Kebencian adalah racun yang menghitamkan hati.
Fitnah adalah panah yang melukai persaudaraan.
Dan ego adalah tembok yang menghalangi datangnya rahmat Allah.
Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk saling membenci.
Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk saling merendahkan.
Allah justru memerintahkan kita menjadi saudara.

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-Hujurat: 10)

Saudaraku…
Lihatlah betapa indahnya Islam.
Islam tidak membangun persaudaraan di atas kesamaan warna kulit.
Bukan karena satu suku.
Bukan karena satu organisasi.
Bukan pula karena kedudukan.
Islam membangun persaudaraan di atas iman, takwa, kasih sayang, dan akhlak yang mulia.

Allah mengingatkan kita:
“Wahai manusia! Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Maka…
Janganlah engkau merasa lebih mulia karena gelarmu.
Jangan merasa lebih tinggi karena jabatanmu.
Jangan merasa lebih baik karena kekayaanmu.
Jangan merasa paling benar karena kelompokmu.
Sebab kemuliaan yang hakiki hanya diketahui oleh Allah.
Bisa jadi orang yang hari ini engkau remehkan, kelak berada jauh lebih tinggi derajatnya di sisi Allah daripada dirimu.

Allah kembali mengingatkan:
“Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka…”
(QS. Al-Hujurat: 11)

Saudaraku…
Ingatlah…
Suatu hari kita akan dibungkus dengan kain kafan yang sama.
Tubuh yang dahulu dibanggakan akan menjadi tanah.
Wajah yang dahulu dipuji akan hancur dimakan bumi.
Harta tidak ikut masuk ke liang lahat.
Jabatan berhenti di pintu kubur.
Yang tinggal hanyalah amal, doa, dan jejak kebaikan.
Lalu… mengapa masih ada kesombongan?
Mengapa masih ada kebencian?
Mengapa masih enggan meminta maaf?
Mengapa masih sulit memaafkan?

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan kaum mukmin dalam cinta kasih, saling menyayangi, dan kelembutan mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Jika saudaramu menangis, seharusnya hatimu ikut menangis.
Jika saudaramu jatuh, seharusnya tanganmu mengangkatnya.
Jika saudaramu salah, bimbinglah dengan kasih sayang.
Jangan membuka aibnya.
Jangan menghinanya.
Jangan menjadikannya bahan ejekan.
Karena bisa jadi Allah telah mengampuni dosanya, sementara kita masih sibuk menghitung kesalahannya.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah penduduk bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangi kalian.”
(HR. At-Tirmidzi)

Saudaraku…
Islam juga mengajarkan keadilan dan penghormatan kepada sesama manusia.
Allah berfirman:
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama…”
(QS. Al-Mumtahanah: 8)

Dan Allah menegaskan:
“Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
(QS. Al-Kafirun: 6)

Maka jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk berlaku zalim.
Akhlak seorang mukmin harus tetap memancarkan kejujuran, keadilan, kelembutan, dan kasih sayang.

Renungkanlah…
Barangkali selama ini Allah menunda datangnya pertolongan karena hati kita dipenuhi kebencian.
Barangkali doa-doa kita terasa berat menembus langit karena masih ada hak saudara yang belum kita tunaikan.
Barangkali keberkahan hidup kita berkurang karena kita enggan memaafkan.

Maka saudaraku dengan ini…
Jika engkau pernah menyakiti seseorang, segeralah meminta maaf.
Jika engkau pernah dizalimi, maafkanlah karena Allah.
Jika engkau pernah memutus silaturahmi, sambunglah kembali.
Jangan menunggu ajal datang.
Jangan menunggu penyesalan yang tak berguna.

Ya Allah…
Satukan hati kami sebagaimana Engkau satukan hati para sahabat Nabi-Mu.
Cabutlah kesombongan dari dada kami.
Jauhkan kami dari iri, dengki, fitnah, dan permusuhan.
Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang lembut lisannya, bersih hatinya, lapang dadanya, mudah memaafkan, dan istiqamah dalam ukhuwah Islamiyah.
Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan saling mencintai karena-Mu, saling memaafkan karena-Mu, dan kumpulkanlah kami kelak bersama Nabi Muhammad ﷺ di Surga Firdaus tanpa hisab dan tanpa azab.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
✍️ By : H. SYAHRIL / USTADZ TURQI
KETUA UMUM PEPSSI
(PERKUMPULAN PERSATUAN SUKU SUKU ISLAM)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!