mediaistana.com
Tangerang Selatan — Komitmen Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan dalam mendorong percepatan digitalisasi pelayanan publik dan optimalisasi pendapatan daerah terus diperkuat melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkantor pertanahan.
Pada Jumat, 10 Oktober 2026, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan menerima kunjungan kerja jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka dalam rangka berbagi pengalaman mengenai penerapan integrasi data Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi sekaligus berbagi praktik penerapan integrasi data pertanahan dengan data perpajakan daerah. Dalam pertemuan tersebut, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan memaparkan pengalaman dan proses penerapan integrasi data NIB dan NOP yang telah dilakukan.
Integrasi NIB dan NOP menjadi salah satu langkah strategis dalam menyelaraskan data bidang tanah dengan data perpajakan daerah. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat memperoleh basis data yang lebih akurat dan terhubung, sehingga mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui kunjungan kerja ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka memperoleh gambaran mengenai proses, pengalaman, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam penerapan integrasi data NIB dan NOP di wilayahnya.
Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan menyatakan kesiapan untuk terus memberikan dukungan dan berbagi pengalaman guna membantu kelancaran proses integrasi sistem NIB–NOP di Kabupaten Majalengka.
Kolaborasi antardaerah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan tata kelola pertanahan dan perpajakan daerah yang semakin transparan, modern, efektif, dan terintegrasi.
Sinergi dan pertukaran pengalaman antarkantor pertanahan juga diharapkan terus berkembang, sehingga pemanfaatan teknologi dan integrasi data dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah di Indonesia.
(Rafiqi)