JEMBER — Merawat persaudaraan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Cukup dengan meluangkan waktu untuk bertemu, berbagi cerita dan saling menyapa, ikatan kekeluargaan dapat terus terjaga.
Semangat itulah yang kembali terlihat dalam pertemuan keluarga besar Gunung Linggo, sebuah perkumpulan keluarga asal Trenggalek yang kini berada di Kabupaten Jember. Silaturahmi rutin tersebut digelar pada Minggu, 13 September 2026, bertempat di kediaman Haji Puspito Hasan, Jalan Kertanegara XXII/197, Jember.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah anggota keluarga besar Gunung Linggo dari berbagai wilayah turut hadir, menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk kembali mempererat tali persaudaraan.
Bagi keluarga besar Gunung Linggo, pertemuan rutin bukan sekadar agenda berkumpul. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga komunikasi, memperkuat rasa kebersamaan sekaligus mempertahankan hubungan kekeluargaan di tengah kehidupan yang semakin sibuk.
Meski telah berada di Jember dan menjalani kehidupan masing-masing, ikatan dengan sesama keluarga asal Trenggalek tetap menjadi bagian yang terus dirawat.
Suasana penuh canda, obrolan dan keakraban mewarnai pertemuan. Kehadiran para keluarga seolah mengingatkan bahwa hubungan persaudaraan akan tetap kuat ketika terus dijaga melalui silaturahmi.
Tradisi pertemuan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antargenerasi. Generasi yang lebih muda dapat mengenal lebih dekat keluarga dan akar persaudaraan mereka, sementara generasi yang lebih tua tetap memiliki ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman.
Silaturahmi keluarga besar Gunung Linggo di Jember pun menjadi gambaran sederhana bahwa merawat persaudaraan bukan tentang seberapa sering bertemu, tetapi tentang kemauan untuk terus menjaga hubungan dan kebersamaan.
Dari Trenggalek hingga Jember, ikatan keluarga tetap menjadi benang merah yang menyatukan.