JEMBER – Musibah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor milik anak dari Ibu Siti Fatimah, warga Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Pertemuan antara Bunda Bali dengan keluarga Ibu Siti Fatimah berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan saling memahami. Kedua pihak sepakat bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan siapa pun.
Sebagai orang tua, Ibu Siti Fatimah mengaku sempat merasa khawatir dengan kondisi anaknya. Ia hanya ingin memastikan bahwa kondisi sang anak baik-baik saja dan tidak mengalami luka maupun nyeri akibat kecelakaan tersebut.
“Saya sebagai orang tua tentu khawatir. Saya hanya ingin mengecek kondisi anak saya. Kalau tidak ada luka atau nyeri, ya sudah, pulang. Artinya tidak ada masalah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bunda Bali yang dinilai telah memahami kondisi keluarga dan tidak memperpanjang persoalan.
Menurutnya, saat kejadian kecelakaan, perhatian utama dirinya adalah memastikan keselamatan anak terlebih dahulu, bukan memikirkan kondisi sepeda motor maupun kendaraan milik pihak lain.
“Saat kecelakaan, anak saya ditolong duluan. Saya tidak berpikir soal sepeda motor atau mobil Bunda. Saya hanya berpikir bagaimana menyelamatkan anak saya,” tuturnya.
Sikap tersebut kemudian mendapat pemahaman dari Bunda Bali. Bahkan, menurut keluarga Ibu Siti Fatimah, Bunda Bali menyampaikan bahwa kendaraan bisa diperbaiki, baik mobil maupun sepeda motor.
Penyelesaian secara kekeluargaan tersebut menjadi bentuk saling memahami bahwa kecelakaan merupakan sebuah musibah yang dapat terjadi kepada siapa saja.
Kedua pihak pun berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama dan tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan.
“Ini sama-sama musibah. Kita sama-sama memahami,” ujarnya.
Dengan adanya komunikasi dan sikap saling memahami, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik melalui jalur kekeluargaan.