22.9 C
Jakarta
BerandaInfoKetika Dosa Masa Lalu Menuntut Balas Di Kafir: Gerbang Sukma

Ketika Dosa Masa Lalu Menuntut Balas Di Kafir: Gerbang Sukma

Jakarta, Mediaistana.com — Delapan tahun setelah film Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018) mencuri perhatian pencinta horor Tanah Air, kisah kelam keluarga Sri kembali berlanjut lewat film terbaru berjudul Kafir: Gerbang Sukma.

Film ini masih disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dengan skenario yang ditulis oleh Upi bersama Dea April. Deretan produser ternama seperti Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar kembali memperkuat proyek ini. Sejumlah aktor dan aktris lintas generasi turut terlibat, di antaranya Rangga Azof, Nadia Arina, Indah Permatasari, Asha Assuncao, Arswendi Bening Swara, Muthia Datau, Sujiwo Tejo, Nova Eliza, Teddy Syach, Fuad Idris, hingga Totos Rasiti.

Tidak sekadar melanjutkan cerita film sebelumnya, Kafir: Gerbang Sukma membuka lapisan baru tentang konsekuensi dosa masa lalu yang diwariskan lintas generasi. Jika film pertama berfokus pada teror santet, kali ini horor berkembang menjadi balas dendam spiritual yang lebih brutal, personal, dan emosional.

Cerita berpusat pada Sri (Putri Ayudya) yang mencoba menjalani hidup tenang bersama putrinya, Dina (Nadya Arina), serta Andi (Rangga Azof) yang kini telah berkeluarga. Namun kepulangan mereka ke rumah orang tua Sri akibat kondisi sang ibu yang memburuk justru membuka kembali rahasia kelam yang selama ini terkubur rapat.

Rumah yang seharusnya menjadi ruang aman berubah menjadi pusat teror. Masa lalu Sri perlahan terungkap dan memicu rangkaian kejadian mengerikan yang mengancam seluruh anggota keluarga. Kehadiran Rani (Asha Assuncao), istri Andi, menjadi elemen baru yang memperkeruh situasi sekaligus memperkuat ancaman gaib yang tak kasatmata.

Salah satu kejutan terbesar dalam film ini adalah kemunculan kembali karakter yang diperankan Indah Permatasari, yang sebelumnya mengalami akhir tragis di film pertama. Kehadirannya menegaskan bahwa kekuatan gelap dalam semesta Kafir tidak pernah benar-benar lenyap, melainkan hanya menunggu waktu untuk bangkit dengan cara yang lebih kejam.

Dari sisi penyajian, Kafir: Gerbang Sukma tampil lebih berani. Unsur gore ditingkatkan, ritual mistis dieksplorasi lebih intens, dan atmosfer horor dibangun secara lebih visceral. Meski demikian, film ini tetap menempatkan drama keluarga dan konflik batin karakter sebagai fondasi cerita.

Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini sebagai pembuka perjalanan Starvision di tahun 2026. Menurutnya, genre horor masih menjadi medium efektif untuk membicarakan isu kemanusiaan, khususnya tentang dendam, rasa bersalah, dan dampaknya terhadap keluarga.

Dengan pendekatan yang lebih gelap dan emosional, Kafir: Gerbang Sukma diposisikan bukan sekadar sekuel, melainkan penggalian luka lama yang belum sempat sembuh. Film ini menjadi pengingat bahwa masa lalu yang tak diselesaikan bisa kembali menghantui—dengan cara yang jauh lebih mengerikan.

Kafir: Gerbang Sukma dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!