26.8 C
Jakarta
BerandaInfoKetua DPRD Buru: Gunung Botak Harus Dikelola Adil, Hak Adat dan Perizinan...

Ketua DPRD Buru: Gunung Botak Harus Dikelola Adil, Hak Adat dan Perizinan Wajib Dituntaskan

Ketua DPRD Kabupaten Buru, Bambang Langlangbuana, menegaskan bahwa kawasan tambang Gunung Botak merupakan berkah bagi seluruh masyarakat Buru, namun pengelolaannya tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat adat serta persoalan perizinan yang masih belum tuntas.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Langlangbuana saat rapat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dan perwakilan 10 koperasi tambang, yang berlangsung di Kantor Bupati Buru, Selasa (30/12).

Menurut Bambang, sejak mulai dibuka pada 2012, Gunung Botak telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun di sisi lain, berbagai persoalan seperti kerusakan lingkungan, ketertiban masyarakat, konflik lahan, dan keselamatan kerja belum diselesaikan secara menyeluruh.

“Negara tidak bisa hadir hanya dengan memberikan izin, tetapi mengabaikan hak-hak masyarakat, khususnya hak masyarakat adat. Di Maluku, selain hak perorangan, ada hak kelompok adat yang diakui negara dan itu harus dihormati,” tegas Bambang.

Ia menekankan bahwa seluruh persoalan, termasuk hak kepemilikan tanah, harus didata dan diselesaikan terlebih dahulu sebelum aktivitas pertambangan dijalankan secara penuh. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada dampak ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah.

Dalam rapat tersebut, Bambang juga menyinggung soal legalitas 10 koperasi yang telah difasilitasi pemerintah. Menurutnya, meskipun izin telah dikeluarkan, koperasi tidak dapat serta-merta beroperasi jika masih terdapat persoalan hak adat dan klaim kepemilikan masyarakat yang belum tuntas.

“Legalitas negara tidak boleh menyingkirkan hak masyarakat adat. Semua harus ditata secara transparan dan adil,” ujarnya.

Bambang mengingatkan bahwa kegagalan menyelesaikan persoalan ini berpotensi memicu konflik sosial yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah provinsi turut bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan Gunung Botak secara komprehensif.

Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Buru yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut sebagai ruang dialog antara pemerintah, koperasi, tokoh adat, dan masyarakat. Menurutnya, forum ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan seluruh aspirasi dan mencari solusi bersama.

Terkait wilayah pertambangan, Bambang menyebutkan bahwa saat ini sekitar 2.300 hektare telah dialokasikan untuk koperasi. Jika ke depan terdapat rencana penambahan wilayah, pemerintah daerah harus kembali mengajukan permohonan izin karena proses perizinan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Gunung Botak harus benar-benar menjadi berkah, bukan menjadi musibah—baik dari sisi keselamatan, lingkungan, maupun korban jiwa,” pungkas Bambang.(Syam.AS)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!