MEDIA ISTANA.COM
JAKARTA UTARA,
Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah tangga terus diperkuat di Jakarta Utara. Melalui Program Pendampingan Pilah Sampah, Kelurahan Sunter Agung dan Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, melibatkan pengurus RT/RW dan masyarakat dalam gerakan pemilahan sampah berbasis lingkungan.
Program yang berlangsung di enam RT percontohan tersebut menunjukkan perkembangan positif berdasarkan hasil monitoring di periode Oktober 2026. Tingginya respons dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu indikator tumbuhnya kesadaran warga terhadap pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Dalam kegiatan monitoring di kedua kelurahan, tim pendamping melakukan peninjauan kondisi tempat sampah, pemantauan lingkungan permukiman, pengumpulan sampah organik, serta koordinasi langsung dengan warga dan pengurus RT/RW.
Koordinator Prakarsa Warga Jakarta Utara, Kencana Wulan, mengatakan keterlibatan masyarakat dan pengurus lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran dan konsistensi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Kolaborasi dengan Jakpro Perkuat Sarana Pemilahan
Dari pihak Jakpro, VP Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Perseroda), M. Alfin Rinaldinsyah mengatakan, sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan dunia usaha dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dua Lurah Tambah Frekuensi Pengangkutan Sampah
Lurah Sunter Agung, Ahmad Firdaus dan Lurah Papanggo, Erwin Djati mengambil langkah dengan menambah frekuensi pengangkutan sampah di masing-masing tiga RT percontohan pada kedua kelurahan.
Pengangkutan yang sebelumnya menjadi salah satu kendala kini ditingkatkan menjadi dua kali dalam seminggu.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pengumpulan dan pengangkutan sampah organik, sekaligus memberikan kepastian pelayanan bagi warga yang telah aktif melakukan pemilahan sampah.
Penambahan frekuensi pengangkutan juga menjadi bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi Prakasa Warga Jakarta Utara, Jakpro, pemerintah kelurahan, pengurus RT/RW, petugas pendamping, dan masyarakat, Program Pendampingan Pilah Sampah diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan sementara, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama.
Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, dimulai dari perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.
Dengan semangat “Dari Lingkungan Kita, Mulai Perubahan!”, Sunter Agung dan Papanggo diharapkan menjadi contoh lingkungan yang semakin peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di Jakarta Utara.
Reporter.Aristono