Latihan Kemampuan Penembakan Target Drone Menjadi Wawasan dalam SGS 2026

Latihan Kemampuan Penembakan Target Drone Menjadi Wawasan dalam SGS 2026

Jakarta MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). Dalam rangka persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak (target drone) pada Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026, prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army dan United States Marine Corps (USMC) melaksanakan persiapan dan koordinasi di Lapang tembak staling armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Selasa (8/9/2026).

Persiapan tersebut meliputi penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan. Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan Rudal Mistral, sementara unsur pertahanan udara US Army menggunakan Rudal Stinger. Melalui koordinasi tersebut, personel dari kedua negara saling berbagi pengalaman dan menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan guna mendukung kelancaran latihan penembakan sasaran udara.

Selain kesiapan sistem persenjataan, personel TNI dan pasukan Amerika Serikat turut mematangkan koordinasi teknis penggunaan target drone yang akan diterbangkan sebagai sasaran udara. Persiapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan latihan berlangsung aman, efektif, dan profesional, sekaligus memperkuat interoperabilitas serta kemampuan kerja sama antara unsur pertahanan udara kedua negara dalam rangkaian Latgabma SGS 2026.

Hamdan

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!