Jakarta, Mediaistana.Com – Rumah produksi PAL8 Pictures resmi meluncurkan film cerita panjang bertajuk “Laut Bercerita” pada Selasa (24/2/2026). Film ini menjadi adaptasi layar lebar dari novel bestseller karya Leila S. Chudori, yang selama ini dikenal sebagai salah satu karya sastra paling kuat dalam merekam dinamika sosial-politik Indonesia era 1990-an.
Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, film ini menghadirkan jajaran aktor dan aktris papan atas Tanah Air.
Reza Rahadian dipercaya memerankan tokoh sentral Biru Laut, didampingi Yunita Siregar sebagai Asmara Jati.
Deretan nama besar lain turut memperkuat film ini, seperti Christine Hakim, Arswendi Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, hingga Eva Celia.
Film ini mengisahkan perjalanan Biru Laut, mahasiswa Sastra Inggris yang bergabung dalam kelompok diskusi Winatra pada 1991, Bersama Daniel, Alex, Sunu, dan kawan-kawan, mereka meyakini membaca dan menulis sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Namun, pergerakan mereka tak berhenti di ruang diskusi—aksi nyata menjadi konsekuensi dari idealisme yang mereka perjuangkan.
Selain para pemeran utama, film ini juga dibintangi Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Yoga Pratama, Nagra Kautsar, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy yang memegang peran penting dalam dinamika kelompok Winatra.
Skenario film ditulis langsung oleh Leila S. Chudori bersama Yosep Anggi Noen, dengan produksi yang digawangi Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila C. Chudori.
PAL8 Pictures berkolaborasi dengan VMS Studio, Jagartha, Lyns Films, serta Brandlink dalam proses produksinya.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa memerankan Biru Laut menjadi tantangan emosional tersendiri,Ia berharap film ini mampu membangkitkan kepekaan sosial penonton sekaligus membuka ruang refleksi atas berbagai persoalan yang masih relevan hingga kini.
Sementara itu, Eva Celia mengaku telah lama mengagumi novel tersebut dan memimpikan terlibat jika suatu hari difilmkan. “Saat pertama membaca, saya membayangkan bisa menjadi Anjani, Ternyata impian itu jadi kenyataan,” ujarnya, Dian Sastrowardoyo pun menyatakan kebahagiaannya memerankan Kasih Kinanti, tokoh yang sejak lama ia idolakan.
Proses produksi berlangsung selama 37 hari pengambilan gambar di Semarang, Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi.
Yosep Anggi Noen menyebut tantangan terbesar adalah menghadirkan cerita yang sudah begitu kuat di benak pembaca novel agar tetap dapat dinikmati oleh penonton umum tanpa kehilangan kedalaman emosinya.
Direktur PAL8 Pictures, Budi Setyarso, menegaskan bahwa film panjang perdana ini diharapkan mampu menularkan semangat persahabatan dan persaudaraan seperti yang terjalin di antara anggota Winatra, Produser Gita Fara menambahkan, versi layar lebar ini akan menghadirkan kisah Biru Laut secara lebih utuh, dengan penekanan pada aspek keluarga, kehilangan, dan harapan,Tak hanya menyasar pasar domestik, “Laut Bercerita” juga menapaki panggung internasional.
Film ini terpilih dalam program Work-in-Progress di Hong Kong – Asia Film Financing Forum (HAF) 2026 dan akan berjejaring dalam Hong Kong Filmart pada 17–19 Maret 2026.
Dengan kekuatan cerita, jajaran pemain berkelas, serta relevansi isu yang diangkat, “Laut Bercerita” digadang-gadang menjadi salah satu film Indonesia paling monumental tahun ini, Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia sepanjang 2026.
Sebuah kisah tentang keberanian, kehilangan, dan harapan—yang siap kembali menggugah ingatan kolektif bangsa.