M. Taufik Saimima kembali menegaskan bahwa masa depan pembangunan nasional bertumpu pada desa—pada kekuatan pelaku usaha kecil, pada ketahanan ekonomi rakyat, dan pada semangat gotong royong yang tumbuh dari akar rumput.
Pelantikan Koordinator Wilayah (Korwil) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) se-Indonesia oleh Ketua Umum Maulidan Isbar menjadi momentum penting untuk memperkuat peran desa dalam arsitektur pembangunan nasional. Dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan peringatan HUT ke-1 APUDSI yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026), SK diserahkan kepada seluruh Korwil, termasuk Korwil APUDSI Provinsi Maluku, M Taufik Saimima.
Di tengah dinamika ekonomi global yang kian tak menentu, pernyataan Saimima terasa relevan dan visioner. Ia menekankan bahwa ketahanan nasional mustahil terwujud tanpa ketahanan desa. Desa bukan sekadar entitas administratif, melainkan fondasi ekonomi rakyat. Ketika pelaku usaha desa kokoh, ketika UMKM bertumbuh, maka ekonomi nasional akan lebih tangguh menghadapi krisis.
Sebagai Korwil APUDSI Maluku, Saimima memikul tanggung jawab besar untuk menggerakkan potensi ekonomi di negeri rempah-rempah. Komitmennya jelas: menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan perekonomian demi kesejahteraan rakyat Maluku. Pemberdayaan pelaku usaha desa menjadi prioritas—bukan hanya dalam bentuk pendampingan, tetapi juga perluasan jaringan, akses pasar, hingga penguatan daya saing produk lokal.
Langkah konsolidasi pun telah dimulai. APUDSI Maluku kini telah terbentuk di tujuh kabupaten/kota, dengan empat daerah lainnya menyusul dalam waktu dekat. Ini bukan sekadar ekspansi organisasi, melainkan fondasi gerakan ekonomi desa yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai wadah bagi pelaku usaha dan UMKM desa, APUDSI memiliki visi membangun desa mandiri, memperluas jejaring bisnis, hingga menembus pasar global. Di Maluku, organisasi ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi yang terbangun nantinya akan memperkuat posisi desa sebagai pilar utama perekonomian daerah.
Momentum pelantikan ini bukan hanya seremoni administratif. Ia adalah penegasan arah. Bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Bahwa kekuatan bangsa justru bertumpu pada desa-desa yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.
Dan dari Maluku, Saimima mengirim pesan yang tegas: desa harus bangkit, pelaku usaha desa harus kuat, dan kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama setiap langkah pembangunan.