26 C
Jakarta
BerandaBertaMakna Filosofi Logo PITI: Simbol Harmoni Islam-Tionghoa dalam Bingkai NKRI

Makna Filosofi Logo PITI: Simbol Harmoni Islam-Tionghoa dalam Bingkai NKRI

Jakarta – Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) merilis penjelasan mendalam tentang filosofi logo resminya, yang dirancang sebagai representasi visual harmoni antar-etnis dan agama di Indonesia.

Logo ini menggabungkan elemen Islam tradisional dengan desain modern, mencerminkan misi organisasi membangun persaudaraan inklusif berbasis Pancasila dan NKRI. Kamis, 18 Desember 2025.

Warna hijau mendominasi latar belakang logo, melambangkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, keseimbangan, kesuburan, serta perdamaian.

Hijau juga merepresentasikan kerukunan dan persatuan umat manusia, sejalan dengan upaya PITI mempromosikan harmoni antar-etnis dan antar-agama.Di tengah logo, bulan sabit kuning menonjol sebagai simbol cahaya petunjuk dan pembaruan spiritual dalam Islam.

Warna kuningnya melambangkan harapan, keagungan, serta optimisme untuk masa depan bangsa, sementara bentuknya yang menjorok ke atas menandakan pertumbuhan dan dinamika positif menuju kejayaan umat.Sebuah bintang di puncak bulan sabit melambangkan penuntun, ilmu pengetahuan, dan kebenaran.

Posisinya di atas menegaskan tujuan luhur PITI membawa cahaya pengetahuan serta moralitas Islam ke masyarakat luas, sekaligus menjadi simbol sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pusat logo dihiasi kaligrafi Arab “Allah” dan “Muhammad” dalam lingkaran hitam, yang menegaskan asas Islam sebagai fondasi spiritual organisasi. Lingkaran tersebut melambangkan keutuhan, kesatuan, dan perlindungan terhadap nilai-nilai luhur.

Huruf “PITI” ditulis dengan bentuk kokoh dan modern, merefleksikan identitas kuat serta kemajuan organisasi. Bentuk geometrisnya menunjukkan struktur, disiplin, dan keteraturan—nilai esensial untuk masyarakat produktif dan beradab.

Logo dibingkai persegi yang melambangkan stabilitas, keamanan, serta landasan hukum sesuai prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Bingkai ini menegaskan komitmen PITI bekerja dalam koridor negara, hukum, dan keadilan sosial.

Tulisan lengkap “Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia” ditempatkan di empat sisi logo, menonjolkan identitas inklusif yang menyatukan etnis Tionghoa dengan umat Islam dalam ke-Indonesiaan. Penempatannya menekankan keutuhan, keterbukaan, dan kesetaraan, memposisikan PITI sebagai simbol persaudaraan global berbasis Islam.Secara keseluruhan, komposisi logo memadukan elemen modern dan Islami untuk mencerminkan harmoni tradisi serta kemajuan, serta kerjasama lintas budaya-agama.

PITI menegaskan logo ini bukan hanya identitas visual, melainkan simbol universal perdamaian, ilmu, dan persaudaraan yang merepresentasikan Islam moderat, inklusif, serta progresif di Indonesia

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!