
Mediaistana,com. TTS, 28 Juli 2026 – Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW) melalui program Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) Tahun 2026 melaksanakan pengabdian tematik di Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)
Kegiatan ini berlangsung mulai 21 Juli hingga 31 Agustus 2026 di 3 desa sasaran yaitu Desa Naukae, Desa Tetaf, dan Desa Lakat. Setiap desa didampingi oleh 10 orang mahasiswa lintas fakultas.
Mengusung tema “OPTIMALISASI DAN INOVASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL BAGI KEBERLANJUTAN UKAW SERTA PENUNTASAN STUNTING DAN KETAHAN PANGAN MASYARAKAT“,. KBPM 2026 menjadi jawaban UKAW terhadap isu-isu strategis di NTT.

Sementara itu, Ketua Panitia KBPM Desa Tetaf, Rohilyo S. Yulius menyampaikan bahwa kegiatan diawali dengan identifikasi masalah bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat.
“Berdasarkan hasil identifikasi, kami menemukan bahwa isu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan saling terkait. Karena itu pendekatan kami dibuat secara terpadu dan tematik,” jelas Rohilyo.
KBPM UKAW Kupang 2026 diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum, Pertanian, Perikanan, Ekonomi, dan FKIP. Keberagaman latar belakang keilmuan ini diharapkan mampu memberikan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Untuk diketahui, Selama 1 bulan 10 hari di lokasi, mahasiswa menjalankan 5 pilar program utama:
- Optimalisasi dan Inovasi SDA Lokal untuk Ketahanan Pangan
Pendampingan pertanian organik, pengolahan hasil tani, kebun gizi keluarga, dan pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
- Isu Lingkungan dan Keberlanjutan
Edukasi pengelolaan sampah, pelestarian sumber air, dan penghijauan sebagai penunjang ketersediaan pangan jangka panjang.
- Penuntasan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
Penyuluhan gizi, pendampingan posyandu, dan kegiatan tambahan lainnya.
- Peningkatan Mutu Pendidikan
Bimbingan belajar, literasi, dan pelatihan keterampilan bagi anak sekolah dan pemuda.
- Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Dini
Edukasi dampak perkawinan dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga.

Diwaktu yang, Dosen Pendamping KBPM UKAW Kupang 2026, Yakob Metboki, S.Pd., M.Pd., Ph.D, menegaskan bahwa pendekatan tematik dan lintas sektor sangat penting dalam menjawab persoalan di desa.
“Persoalan stunting tidak dapat diselesaikan secara parsial hanya melalui pemenuhan gizi. Penanganannya harus terintegrasi dengan penguatan sektor pendidikan, perbaikan kualitas lingkungan, dan peningkatan ekonomi keluarga. Ketiga aspek ini saling berkaitan dan menjadi determinan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yakob menjelaskan bahwa tema “Optimalisasi dan Inovasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal bagi Keberlanjutan UKAW serta Penuntasan Stunting dan Ketahanan Pangan Masyarakat” dipilih karena relevan dengan kondisi di Kecamatan Kuatnana.
“Seluruh program yang dirancang mahasiswa KBPM UKAW 2026 sangat sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan riil masyarakat di setiap desa. Optimalisasi SDA lokal menjadi basis untuk ketahanan pangan. Isu lingkungan menjadi penopang keberlanjutan. Pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi SDM, sementara sosialisasi pencegahan perkawinan dini mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.
Ia pun berharap kolaborasi yang terbangun selama kegiatan ini dapat berkelanjutan.
“Oleh karena itu, kami mengharapkan kerja sama yang baik dari semua elemen masyarakat bersama mahasiswa KBPM UKAW. Dengan sinergi ini, diharapkan setiap program dapat memberikan asas manfaat yang nyata dan terus berlanjut bahkan setelah kegiatan ini selesai,” pintanya.
#Sumberinformasi#MahasiswaKBPM 2026#UKAWKupang#