Mengenal Situs dan Haul Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten Ke 547, Karnaval Ogoh-ogoh Berlangsung Meriah

Mengenal Situs dan Haul Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten Ke 547, Karnaval Ogoh-ogoh Berlangsung Meriah

INDRAMAYU-MEDIAISTANA.COM
Berbicara tentang Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu tidak lepas dari tokoh yang satu ini, ya tokoh tersebut yakni Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten.

Sosok Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten merupakan anak dari Raja Banten yang dipersunting oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Dalam perjalanan sejarahnya Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten merupakan sosok yang membuka babat alas hutan Lebak Sungsang yang kini menjadi Kedokan Bunder.

Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten merupakan sosok penting dalam perjalanan keberadaan Kedokan Bunder. Dimakamkan di Desa Kedokan Bunder, Situs makom Nyi Mas Ratu Kawunganten tidak pernah sepi dan selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah baik untuk berdoa maupun lainnya.

Selain area makom, di tempat ini juga terdapat situs Sumur Gede peninggalan Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten. Dalam sejarahnya sumur tersebut merupakan penyelemat bagi warga untuk kebutuhan air minum, mandi, berwudhu, bercocok tanam maupun kebutuhan lainnya.

Masih terlihat jelas pohon-pohon besar peninggalan jaman dahulu berdiri dengan kokohnya di atas sumur ini.
Secara perlahan, makom Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten telah dilakukan berbagai perbaikan dan penataan sehingga terlihat lebih asri dari waktu-waktu sebelumnya.

Kuwu Kedokan Bunder, Muhamad Waskim mengatakan, keberadaan situs ini harus terus dikembangkan. Pihaknya meminta kepada Pemkab Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ataupun Dinas Pariwisata serta perangkat daerah lainnya untuk bisa melaksanakan kegiatan pengembangan sarana dan prasarana lainnya yang saat ini sangat dibutuhkan.

M. Waskim menambahkan, jika musim ziarah situs tersebut sangat ramai oleh rombongan yang jumlahnya mencapai puluhan bus. Mereka melakukan napak tilas mulai dari Banten, Kedokanbunder (Indramayu), Cirebon, dan Kabupaten lainnya.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.97083336, 0.45234376);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;

“Puluhan bus besar ini terpaksa harus parkir di jalan besar karena kami tidak mempunyai lokasi parkir, sementara jamaah harus berjalan kaki cukup jauh. Kalau masuk waktu haul jumlah pengunjung mencapai ribuan,” kata M. Waskim.

M. Waskim menambahkan, di situs tersebut jika tiba masa haul maka ribuan masyarakat akan memadati tempat itu apalagi kedatangan keluarga keraton dari Cirebon yang berbaur dengan masyarakat.

“Potensi ini harus terus kita kembangkan, untuk itu kami minta dukungan dari Pemkab Indramayu agar daerah Kedokanbunder ini bisa bersaing dengan daerah lainnya,” tegas M. Waskim.

Sementara itu Camat Kedokan Bunder, Roshadian Purnama mengatakan, berbagai hal yang harus dikembangkan di Situs Nyi Mas Ratu Kawunganten yakni ketersediaan lahan parkir, pembagian akses jalan masuk dan keluar, kelengkapan sarana di dalam situs, pusat oleh-oleh (UMKM), dan promosi wisata ziarah (paket wisata) atau agenda wisata dengan menggandeng biro perjalanan wisata.

Camat menambahkan, jika pengembangan itu bisa dilakukan maka situs Nyi Mas Ratu Ayu Kawunganten bisa menjadi tujuan wisata religi seperti halnya Gunung Jati di Cirebon ataupun tempat lainnya.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.97083336, 0.45234376);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;

“Banyak aspirasi dari masyarakat yang berharap agar situs ini bisa terus dikembangkan. Masukan ini kami sampaikan ke pimpinan yang lebih tinggi dalam hal ini Bupati Indramayu,” kata Camat Roshadian.

Roshadian berharap dengan adanya pengembangan terhadap situs tersebut tujuan untuk mewujudkan Kedokanbunder Hebat Indramayu wong Reang bisa segera terealisasi.

*Masyarakat Kedokan Bunder Meriahkan Haul Nyimas Ratu Ayu Kawung Anten Ke 547 Dengan Karnaval dan Ogoh-ogoh*

Hampir seluruh masyarakat Kedokan Bunder tumpah ruah di bahu jalan raya, mereka ikut menyaksikan dan mengikuti perjalanan acara Haul Nyimas Ratu Ayu Kawunganten yang ke 547 dalam Karnaval Ogoh-ogoh, Rabu 21/10/2026.

Acara ini dilaksanakan disetiap tahun, ribuan masyarakat yang ikut berpartisipasi sangat antusiasme.
Masing-masing RT/RW atau blok yang berada di wilayah Desa Kedokan Bunder melakukan kreasi seni dengan membuat bermacam-macam bentuk ogoh-ogoh guna mengikuti Karnaval membaur bersama warga lainnya.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.97083336, 0.45234376);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

Selain Karnaval ogoh-ogoh, Panitia juga mengadakan tontonan pagelaran seni dan budaya Indramayu seperti,
Sandiwara, Wayang Kulit, Tari Topeng, dan lainnya.
Dari Rangkaian acara tersebut Pemdes Kedokan Bunder bersama warga sebelum nya telah melaksanakan acara adat sedekah bumi, dimana acara itu adalah bentuk syukur masyarakat Kedokan Bunder atas apa yang sudah diberikan kenikmatan, kesehatan dan Rizky dari allah SWT.

Karnaval berlangsung meriah, beraneka kerajinan ogoh-ogoh ikut meriahkan acara tersebut, muspika kecamatan Kedokan Bunder ikut pula mengiringi acara adat tersebut.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.97083336, 0.45234376);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;

“Acara adat ini kita laksanakan tiap tahunnya, dimana dalam Haul Nyimas Ratu Ayu Kawunganten yang Ke 547 diikuti semua lapisan masyarakat Kedokan Bunder, ” ucap Kuwu M. Waskim.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.97083336, 0.45234376);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;

Mereka dengan suka rela membikin kreasi ogoh-ogoh dari swadaya masing-masing, semoga dengan kegiatan adat ini kita bisa menjalin persatuan antar warga, kita ciptakan kebersamaan bergotong-royong. ucapan terimakasih juga disampaikan M. Waskim.
“Kami atas nama Pemdes Kedokan Bunder mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda. Kartono beserta jajarannya, Bhabinsa, Kasi Trantibbum dan segenap masyarakat yang sudah membantu sehingga acara ini bisa berjalan aman, tertib dan kondusif, “pungkas Muhamad Waskim.(Iyons74) *

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!