Naik-turun kapal dari Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa menjadi persoalan warga & wisatawan

 

MEDIA ISTANA.COM,

Jumat,4 September 2036.                      karena kapal penumpang tradisional belum didukung fasilitas sandar yang memadai.Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian LURAH Pulau Untung Jawa, MUSLIM ABU BAKAR saat melakukan monitoring aksesibilitas transportasi laut rute Tanjung Pasir–Pulau Untung Jawa.

Muslim mengatakan kondisi akses ke pelabuhan di Tanjung Pasir membutuhkan perhatian khusus karena kapal-kapal penumpang tradisional yang melayani rute tersebut belum memiliki fasilitas sandar yang memadai untuk aktivitas naik-turun penumpang maupun bongkar muat kebutuhan pokok warga.

“Hampir 80 persen pergerakan warga dan wisatawan menggunakan kapal-kapal tradisional dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa dan sebaliknya. Memang butuh perhatian lebih,” kata Muslim, Jumat (4/9/2026) .

Menurut Muslim, persoalan tersebut kerap disampaikan warga maupun pemilik kapal penumpang yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama menuju Pulau Untung Jawa.

Bagi warga dan wisatawan, persoalan fasilitas sandar terasa terutama ketika kondisi air surut. Penumpang harus turun lebih jauh dari tepian sebelum dapat mencapai daratan.

Bakri, nakhoda KM Trabas, mengatakan kondisi tersebut menyulitkan penumpang, terutama mereka yang membawa barang, anak-anak atau memiliki keterbatasan dalam bergerak.

“Bila air pasang memang lebih mudah, kapal bisa lebih menepi ke pinggir pantai. Tapi kalau air Laut surut, penumpang terpaksa ‘ngoyor’ di air untuk naik ke kapal,” ujar Bakri.

Persoalan fasilitas sandar di Tanjung Pasir bukan hal yang sepenuhnya baru. Penelitian mengenai pelayanan perahu motor kayu rute Tanjung Pasir–Pulau Untung Jawa yang diterbitkan pada 2020 mencatat wisatawan harus turun dengan basah-basahan karena belum tersedianya dermaga yang memadai di sisi Tanjung Pasir.

Kajian lain mengenai akses wisata Pulau Untung Jawa juga menggambarkan dermaga di Tanjung Pasir sebagai fasilitas yang masih sangat tradisional, sementara jalur tersebut menjadi salah satu akses utama menuju Pulau Untung Jawa.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika cuaca kurang bersahabat. Bakri mengatakan kapal lebih sulit bertambat ketika angin dan ombak tinggi sehingga keselamatan penumpang perlu menjadi perhatian.

“Kalau kondisi cuaca atau angin dan ombak tinggi, kapal tidak dapat bertambat dan risiko penumpang lebih tinggi,” katanya.

Menurut Bakri, kebutuhan fasilitas sandar bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan wisatawan, tetapi juga mobilitas warga Pulau Untung Jawa yang menggunakan jalur Tanjung Pasir untuk bepergian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain penumpang, fasilitas tersebut juga diperlukan untuk mendukung bongkar muat logistik dari daratan menuju Pulau Untung Jawa. Keterbatasan akses sandar membuat aktivitas tersebut harus menyesuaikan kondisi kapal, air dan cuaca.

Bakri berharap pemerintah dapat membangun fasilitas pelabuhan atau dermaga yang representatif untuk mendukung aktivitas transportasi laut di Tanjung Pasir.

“Tanjung Pasir ini menjadi akses utama warga ke Pulau Untung Jawa dan sebaliknya. Mohon menjadi perhatian, karena kondisi ini sudah puluhan tahun dan belum juga terwujud,” harapnya.

Tingginya ketergantungan terhadap jalur Tanjung Pasir juga terlihat dari aktivitas wisata menuju Pulau Untung Jawa yang selama ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu pintu penyeberangan dari daratan Tangerang. Kajian mengenai Pulau Untung Jawa mencatat rute Tanjung Pasir sebagai salah satu jalur utama dengan kapal motor milik warga setempat.

Bagi warga Pulau Untung Jawa, pembenahan fasilitas di Tanjung Pasir pada akhirnya bukan sekadar soal membangun tempat kapal bersandar. Yang dibutuhkan adalah akses penyeberangan yang lebih aman dan layak bagi warga, wisatawan, sekaligus distribusi kebutuhan pokok ke pulau.

Aristono

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!