Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Keselamatan pengguna jalan kembali menjadi perhatian serius. Di kawasan padat aktivitas, tepatnya di Jalan M.A Salmun, sekitar Pasar Anyar, Kota Bogor, perlintasan kereta api tanpa palang pintu masih menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan. Sabtu,18/04/2026.
Setiap hari, pengendara yang melintas di jalur tersebut harus mengandalkan kewaspadaan pribadi. Tidak ada sistem pengamanan seperti palang pintu otomatis atau penjaga perlintasan yang dapat memberikan peringatan dini saat kereta melintas. Kondisi ini membuat risiko kecelakaan menjadi sangat tinggi.
Sejumlah warga menyebut, situasi tersebut bukan sekadar potensi bahaya, tetapi ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja. Kendaraan mogok di atas rel, hingga pengendara yang nekat menerobos tanpa memastikan kondisi aman, menjadi kejadian yang kerap terlihat.
“Ini bukan hanya soal disiplin pengendara, tapi juga soal fasilitas yang belum memadai. Harusnya ada pengamanan yang jelas di titik seperti ini,” ujar salah satu warga sekitar.
Lokasi yang berada di pusat keramaian, dekat pasar dan jalur utama kendaraan, semakin memperparah tingkat kerawanan. Lalu lintas yang padat, ditambah minimnya rambu dan sistem pengamanan, menciptakan kondisi yang berisiko tinggi bagi pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Perlintasan tanpa palang di tengah kota bukanlah persoalan baru, namun hingga kini belum ada penanganan maksimal. Padahal, keberadaan sistem pengaman seperti palang pintu, lampu peringatan, hingga penjaga perlintasan dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret. Sebelum jatuh korban, perbaikan fasilitas keselamatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar wacana.
“Nyawa seharusnya tidak jadi taruhan di jalan. Kalau terus dibiarkan, tinggal tunggu waktu saja,” tambah warga.
Dengan tingginya aktivitas di kawasan Pasar Anyar, upaya peningkatan keselamatan di perlintasan tersebut menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Pemerintah diharapkan segera hadir memberikan solusi nyata demi melindungi masyarakat.