Probolinggo, Mediaistana.com
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melaksanakan edukasi pencegahan AIDS, Tuberculosis dan Malaria (ATM) bagi kader pos pelayanan terpadu (posyandu).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula RM Masada Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan dan diikuti sebanyak 100 kader posyandu yang berasal dari Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, Krejengan dan Gending, Rabu (7/10/2026).
Edukasi tersebut dibuka oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil didampingi jajaran Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo. Para kader mendapatkan materi mengenai pencegahan ATM yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menyampaikan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi Baznas dengan sektor kesehatan dalam rangka mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pelaksanaan program kesehatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) Baznas Kabupaten Probolinggo Tahun 2026, khususnya terhadap program yang belum terlaksana.
Setelah dibuka RKAT-nya, ini ada suatu program yang kaitannya dengan Dinas Kesehatan. Karena sebelumnya Baznas ini juga sering diundang oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ataupun Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo kaitannya dengan ATM. Bagaimana supaya Baznas juga ikut ambil bagian di dalam proses pencegahan terhadap ATM, katanya.
Muzammil menjelaskan, Baznas Kabupaten Probolinggo sebelumnya telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan, baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Probolinggo.

Melalui hasil rapat pleno, Baznas menyepakati pelaksanaan program ini dengan pembagian wilayah kegiatan. Selain wilayah timur, kegiatan juga akan dilaksanakan di wilayah bagian barat Kabupaten Probolinggo, terangnya.
Untuk wilayah barat terang Muzammil, program yang diminta oleh Dinkes ini tidak hanya berkaitan dengan pencegahan ATM. Namun juga diarahkan pada persoalan kesehatan lainnya, termasuk tingginya angka kematian ibu dan bayi yang salah satunya berkaitan dengan faktor perkawinan dini. Untuk wilayah barat nanti akan kita laksanakan di bulan Nopember 2026, lanjutnya.
Muzammil menegaskan sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian Baznas dalam mendukung peningkatan IPM Kabupaten Probolinggo. Terdapat tiga komponen yang memiliki keterkaitan dalam peningkatan IPM dan penanganan kemiskinan meliputi kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat.
Karena di IPM, kemiskinan itu akan bisa teratasi dengan adanya tiga komponen tersebut. Di antaranya kesehatan, Pendidikan dan daya beli masyarakat. Dan ini yang menjadi fokus di bidang kesehatan, jelasnya.
Dalam bidang kesehatan, Baznas Kabupaten Probolinggo selama ini telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut antara lain berupa dukungan biaya hidup bagi masyarakat tidak mampu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, Baznas juga membantu memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat tidak mampu yang harus menjalani pengobatan ke luar daerah, seperti Surabaya, Malang dan Jember, tegasnya.
Selain bidang kesehatan, Baznas Kabupaten Probolinggo juga terus melaksanakan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dalam berbagai program. Sementara untuk mendukung peningkatan daya beli masyarakat, Baznas melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat.
Program tersebut antara lain melalui Qardhul Hasan serta bantuan sarana pendukung usaha bagi masyarakat. Bantuan diberikan berdasarkan permohonan masyarakat yang terlebih dahulu dilakukan survei untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan penerima manfaat, tuturnya.
Muzammil berharap berbagai program dan kolaborasi yang dilaksanakan Baznas Kabupaten Probolinggo dapat memberikan kontribusi dalam mendukung peningkatan IPM Kabupaten Probolinggo. Peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak terhadap upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo.

Harapannya dengan adanya kegiatan pada hari ini, bagaimana supaya juga mendongkrak dan membantu dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Probolinggo. Kalau angka IPM-nya meningkat, maka kemiskinan juga akan mempengaruhi, pungkasnya.