Sebagai wujud nyata komitmen negara dalam menjaga konektivitas dan pemerataan logistik nasional, PT PELNI (Persero) secara resmi melepas pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026 menggunakan KM Logistik Nusantara 3. Pelepasan berlangsung di Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1), menandai dimulainya kembali peran strategis Tol Laut dalam mendistribusikan barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) ke wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP).
Acara pelepasan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono, beserta jajaran manajemen dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan.
Pelayaran perdana ini menjadi simbol penguatan peran PELNI sebagai tulang punggung logistik nasional, khususnya dalam menjamin ketersediaan bapokting bagi masyarakat di wilayah 3TP. Dengan jadwal pelayaran yang tetap dan berkelanjutan, PELNI memastikan distribusi logistik dapat berjalan tepat waktu, efisien, dan terkoordinasi lintas sektor.
Direktur Utama PELNI Tri Andayani menegaskan bahwa Tol Laut tidak sekadar menghadirkan kapal, tetapi membawa harapan akan keterjangkauan harga, ketersediaan barang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil. “Konektivitas laut adalah kunci pemerataan pembangunan nasional, dan PELNI berkomitmen untuk terus menghadirkannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang PT PELNI Namlea, Agus Herianta, menjelaskan bahwa KM Logistik Nusantara 3 akan melayani rute Surabaya–Namrole–Wanci dan kembali ke Surabaya. Kapal tersebut mengangkut sebanyak 100 peti kemas yang berisi berbagai kebutuhan pokok dan penting guna menopang kebutuhan masyarakat di wilayah tujuan.
“Rute ini menjadi jalur strategis Tol Laut yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan logistik, sekaligus menekan disparitas harga di daerah,” jelas Agus, Rabu, (14/1)
Dengan berlayarnya KM Logistik Nusantara 3, PELNI kembali menegaskan perannya sebagai penghubung nusantara, menjahit jarak antarwilayah, serta memastikan denyut ekonomi nasional tetap bergerak hingga ke pelosok negeri. Tol Laut bukan sekadar pelayaran, melainkan langkah berkelanjutan menuju Indonesia yang lebih terhubung dan berkeadilan.(Tim)