Mediaistana.com – Jakarta, 23 Juni 2026 – Pemilik Grup Sahabat Presiden mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh anggota grup setelah muncul dugaan penyalahgunaan grup oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menawarkan program investasi dan trading dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
Menurut keterangan pemilik grup, aktivitas yang saat ini berlangsung di dalam Grup Sahabat Presiden tidak lagi sesuai dengan tujuan awal pembentukan grup yang selama ini digunakan sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan pertukaran informasi antaranggota. Sejumlah anggota melaporkan adanya ajakan mengikuti program trading dan investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya dugaan modus penipuan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Pemilik Grup Sahabat Presiden menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan persetujuan, dukungan, maupun keterlibatan terhadap aktivitas investasi atau trading yang ditawarkan melalui grup tersebut. Oleh karena itu, seluruh anggota diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran yang beredar.
“Saya mengimbau kepada seluruh rekan, teman, sahabat dekat, dan seluruh anggota Grup Sahabat Presiden agar segera keluar dari grup tersebut. Jangan mudah tergiur oleh janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Saya tidak pernah mengarahkan atau mendukung kegiatan investasi maupun trading yang saat ini beredar di dalam grup,” tegas pemilik grup.
Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap anggota diharapkan tidak melakukan transfer dana, tidak memberikan data pribadi, informasi rekening, kode OTP, maupun informasi penting lainnya kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan pengurus atau anggota Grup Sahabat Presiden.
Dugaan penyalahgunaan grup ini menimbulkan keresahan di kalangan anggota karena modus investasi berkedok trading kerap digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan kepercayaan korban. Dalam berbagai kasus, pelaku biasanya menawarkan keuntungan besar dan cepat guna menarik minat calon korban sebelum akhirnya mengalami kerugian finansial.
Atas kondisi tersebut, pemilik Grup Sahabat Presiden secara terbuka menyatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh anggota agar segera meninggalkan grup yang diduga telah disalahgunakan tersebut. Peringatan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi rekan-rekan dan anggota dari potensi kerugian yang lebih besar.
Selain itu, anggota yang merasa telah mengalami kerugian atau menjadi korban atas aktivitas yang terjadi di dalam grup diimbau untuk segera mengumpulkan bukti-bukti percakapan, tangkapan layar, bukti transfer, serta dokumen pendukung lainnya guna dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Pemilik grup juga menegaskan bahwa sejak himbauan ini disampaikan, seluruh anggota telah diberi peringatan untuk berhati-hati dan segera keluar dari grup. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan peringatan tersebut dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima melalui media digital.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penyalahgunaan Grup Sahabat Presiden masih menjadi perhatian sejumlah anggota. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, serta tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi atau trading yang menjanjikan keuntungan tidak wajar tanpa kejelasan legalitas dan risiko yang menyertainya.
Peringatan ini disampaikan demi melindungi rekan sahabat dan teman teman dari potensi kerugian akibat dugaan penyalahgunaan grup komunikasi digital yang mengatasnamakan Grup Sahabat Presiden.
Mediaistana.com
Redaksi: David E, S.E.