Garut, Mediaistana.com – Ketua kelompok tani Bantarjati H. Endang Hadum, realisasikan program pembangunan irigasi tersier di lokasi Blok Bantarjati-Tarikolot, Desa Bagendit Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Sabtu (6/06/2026).

Menurut H. Endang Hadum, pembangunan irigasi tersier Blok Bantarjati -Tarikolot menerima anggaran Pemerintah 100 juta besumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk Ditjen LIP (Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian) di bawah Kementerian Pertanian berfokus pada program prioritas nasional rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

“Jaringan irigasi tersier blok Bantarjati -Tarikolot totalnya kurang lebih (1.500 M), sementara tahun 2026 ini pembangunan irigasi baru terealisasi (362 M). Diharapkan tahun berikutnya ada program lanjutan sesuai Asta Cita Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat kelompok tani Bantarjati.
Kepala Desa Bagendit Endang Omardani, S.E., menjelaskan, wilayah pertanian Desa Bagendit telah menerima dua titik pembangunan irigasi pertanian, pertama perbaikan TPT irigasi Parigi saluran sekunder, dan kedua pembangunan saluran irigasi tersier Kp. Bantarjati.

“Kami ucapkan terima kasih, Kepada Bupati Garut mulai Dinas Pertanian, Kementerian Pusat, dan Dinas PUPR, atas program pembangunan yang diterima pemerintah Desa Bagendit, dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian, dan upaya mitigasi pencegahan dari bencana gagal panen akibat kekeringan,” ujarnya
Ditempat terpisah Dinas Pertanian Garut, diwakili oleh Kepala UPT Pertanian Wilayah VI, Banyuresmi Endra Heryawan, S.T.P., mengatakan, Alhamdulillah untuk tahun 2026 ini, kelompok tani Bantarjati menerima bantuan pemerintah untuk pembangunan jaringan irigasi tersier (Peter), dengan tujuan untuk memperlancar aliran air dari saluran utama ke sawah-sawah.

“Melihat wilayah pertanian Bantarjati sendiri, salurannya itu tidak hanya wilayah daerah Bantarjati saja, tetapi meliputi beberapa kampung yang ada di Desa Bagendit, dan juga sampai ke Desa Bina Karya sampai ke beberapa Desa lain di Wilayah Banyuresmi,” ujarnya.

Lanjut Kepala UPT Pertanian, dengan dibangunnya saluran air ini, air menjadi cukup, sehingga Indeks Pertanaman (IP) meningkat dari (2x) menjadi (3x) tanam. Diharapkan produksi padi di Desa Bagendit khususnya dan wilayah Kecamatan Banyuresmi umumnya bisa meningkat, sehingga memberikan sumbangsih terhadap ketahanan pangan di Indonesia, pungkasnya.
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).