Mediaistana.com | Banyuwangi – Program pengadaan dan penanaman pohon Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahun Anggaran 2024 kini menjadi sorotan serius.
Hasil penelusuran awak media menemukan adanya perbedaan keterangan mencolok dari sejumlah Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) saat dimintai klarifikasi.
Alih-alih memberikan penjelasan yang seragam, masing-masing Korsda justru menyampaikan informasi yang berbeda-beda, terutama terkait jumlah pohon dan mekanisme pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Salah satu Korsda menyatakan bahwa kegiatan tersebut telah selesai dan bahkan sudah dilakukan serah terima. Ia juga menyebut kegiatan itu telah melalui pemeriksaan inspektorat.
“Sudah diserahterimakan, dan sudah diperiksa inspektorat,” ujarnya singkat.
Namun, pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya baru. Saat didalami terkait jumlah pohon, yang bersangkutan justru menyampaikan angka yang berbeda dari data awal. Ia berdalih bahwa pohon-pohon tersebut disebar ke sejumlah juru pengairan untuk ditanam di berbagai titik.
Keterangan ini dinilai belum menjawab persoalan utama. Perbedaan data jumlah pohon dan pola distribusi yang tidak terpusat justru memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan, realisasi, hingga pelaporan kegiatan.
Sejumlah pengamat menilai, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Ketidaksinkronan data antar pelaksana di lapangan berpotensi menimbulkan persoalan serius, terutama menyangkut transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Kalau datanya saja sudah berbeda, maka wajar publik mempertanyakan realisasi sebenarnya di lapangan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dan terperinci dari instansi terkait untuk menjawab perbedaan keterangan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memastikan kejelasan data serta pelaksanaan program tersebut.