31.1 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 175

Bupati Lampung Barat parosil Mabsus Serahkan Santunan Lansia dan Bantuan Rumah Ibadah

0

Bupati Lampung Barat parosil Mabsus Serahkan Santunan Lansia dan Bantuan Rumah Ibadah

Jakarta -MEDIA ISTANA — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan santunan bagi para lanjut usia (lansia) serta bantuan untuk rumah ibadah dalam sebuah kegiatan sosial yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan tersebut digelar di kediaman Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang berada di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan tersebut, santunan bagi lansia diserahkan secara langsung oleh Bupati Lampung Barat bersama Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus. Program santunan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terhadap masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan dihadiri oleh masyarakat setempat, tokoh agama, tokoh adat, serta para penerima santunan. Suasana berlangsung khidmat namun tetap hangat, mencerminkan kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Bantuan untuk Masjid dan Musholla
Selain penyaluran santunan bagi lansia, dalam kesempatan yang sama Bupati Lampung Barat juga menyerahkan bantuan bagi sejumlah masjid dan musholla di wilayah Kecamatan Kebun Tebu. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Parosil Mabsus sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sarana ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengurus rumah ibadah dalam meningkatkan fasilitas serta mendukung kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat.
Pesan Bupati: Jaga Silaturahmi dan Kebersamaan

Dalam sambutan nya juga,Parosil Mabsus menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar terus menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan senyum hangat, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak semata-mata melihat bantuan dari sisi nilai materi, tetapi lebih kepada makna perhatian dan keberkahan yang terkandung di dalamnya.

“Jangan melihat dari segi nilainya, tetapi lihat keberkahannya. Ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian dari pemerintah daerah kepada masyarakat,” ujar Parosil di hadapan para tamu undangan.

Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Lampung Barat.

Suasana Kekeluargaan Tanpa Sekat
Kegiatan santunan lansia tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat akrab dan penuh kehangatan. Tidak tampak adanya jarak antara pimpinan daerah dengan masyarakat. Parosil Mabsus terlihat berbaur langsung dengan warga, berbincang santai, serta sesekali bercanda bersama para lansia dan tamu undangan.

Suasana penuh canda tawa itu semakin mempererat keakraban antara masyarakat dengan pemimpinnya, tanpa mengurangi kesakralan dari acara yang berlangsung. Masyarakat yang hadir tampak antusias dan merasa dihargai atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Menjaga Tradisi dan Adat Lampung

Dalam kesempatan tersebut, Parosil Mabsus juga menegaskan pentingnya menjaga adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung.

Menurutnya, tradisi saling peduli, berbagi, serta menjaga hubungan kekeluargaan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dilestarikan oleh generasi saat ini.
Ia berharap masyarakat Lampung Barat tetap memegang teguh nilai-nilai tersebut sehingga identitas budaya daerah dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman.
Penutup dengan Doa dan Ramah Tamah

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar. Setelah doa penutup, acara dilanjutkan dengan ramah tamah antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir.

Momen tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan daerah.

Kegiatan santunan lansia dan penyerahan bantuan rumah ibadah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat serta penguatan nilai kebersamaan di Kabupaten Lampung Ujarnya mengakhiri

Hamdan

Awak Media Lakukan Konfirmasi ke Dishub Kabupaten Bekasi Terkait Situasi Persiapan Mudik Lebaran 2026

0
oplus_32
  1. Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat — Menjelang arus mudik Lebaran 2026,Saya selalku awak media melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi terkait kesiapan dan kondisi pengaturan lalu lintas di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Konfirmasi tersebut dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi resmi mengenai persiapan transportasi menjelang periode mobilitas masyarakat yang biasanya meningkat signifikan.

Berdasarkan keterangan dari awak media yang berada di lapangan, proses konfirmasi dilakukan dengan tujuan menanyakan sejumlah hal penting terkait kesiapan infrastruktur transportasi, pengaturan arus lalu lintas, serta langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Dalam kegiatan peliputan tersebut, awak media juga melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas petugas di lingkungan Dinas Perhubungan setempat.

Pemantauan berlangsung sekitar pukul 13:00 WIB, pada rentang waktu sekitar pukul 13.00 WIB hingga 13.15 WIB.
Kegiatan konfirmasi kepada instansi terkait menjadi bagian penting dari kerja jurnalistik, khususnya dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat ,pada tetapi intasi yang di temui tidak ada. bahkan ruang tunggu pintu masuk kantor pun tidak ada orang pada jam kerja.

Pada momentum menjelang hari besar seperti Lebaran, publik biasanya membutuhkan informasi yang jelas mengenai rekayasa lalu lintas, titik rawan kemacetan, kesiapan terminal, hingga koordinasi antar instansi dalam pengamanan arus mudik.

Kabupaten Bekasi, khususnya wilayah Cikarang, merupakan salah satu kawasan strategis yang dilalui jalur transportasi penting di wilayah Jawa Barat. Aktivitas industri, kepadatan penduduk, serta posisi wilayah yang menjadi penghubung menuju berbagai daerah di Pulau Jawa membuat pengaturan lalu lintas di kawasan ini menjadi perhatian tersendiri menjelang musim mudik.

Secara nasional, pemerintah biasanya mulai melakukan koordinasi lintas sektor jauh sebelum puncak arus mudik berlangsung. Instansi seperti Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya bekerja sama dalam menyusun skenario pengamanan dan kelancaran transportasi.

Dalam konteks tersebut, peran Dinas Perhubungan daerah menjadi sangat penting, terutama dalam hal pengawasan lalu lintas, pengaturan angkutan umum, serta koordinasi dengan aparat kepolisian dalam pengendalian arus kendaraan.

Awak media berharap pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi dapat memberikan penjelasan resmi terkait kesiapan daerah dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026, termasuk strategi yang akan diterapkan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama.

Hingga berita ini dirilis, proses konfirmasi kepada pihak terkait masih berlangsung dan diharapkan dapat menghasilkan informasi yang komprehensif mengenai kondisi serta kesiapan transportasi di wilayah Kabupaten Bekasi menjelang periode mudik Lebaran tahun ini.

Informasi resmi dari instansi terkait nantinya akan menjadi rujukan penting bagi masyarakat, khususnya para pemudik, dalam merencanakan perjalanan mereka agar dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar

Ketua PBB Buru Kecam Keras Pembuat Video TikTok yang Tuduh Gubernur Maluku Diskriminatif

0

 

Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Buru, Ruslan Arif Soamole, mengecam keras pembuat video di platform TikTok yang menuduh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memperlakukan umat beragama secara berbeda. Menurut Ruslan, konten tersebut tidak hanya sarat fitnah, tetapi juga berpotensi memecah-belah masyarakat yang selama ini hidup rukun dalam keberagaman.

“Video yang beredar itu tidak berdasar, penuh hasutan, dan jelas dibuat oleh provokator yang ingin menciptakan perselisihan antarumat beragama di Maluku,” tegas Ruslan dalam pernyataannya, Kamis (12/3/2026).

Ruslan menjelaskan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada Gubernur Hendrik Lewerissa yang seolah-olah membeda-bedakan perlakuan terhadap umat Islam dan Kristen adalah bohong besar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menilai narasi provokatif itu telah secara eksplisit menyasar keharmonisan lintas agama yang telah lama menjadi kekuatan sosial di Maluku.

Lebih jauh Ruslan menyatakan, masyarakat Maluku dikenal dengan nilai toleransi tinggi dan saling menghormati antaragama. Ruslan menegaskan bahwa mereka yang memanfaatkan identitas keagamaan untuk menyebarkan kebencian bukanlah bagian dari masyarakat yang menginginkan kedamaian.

“Saya memandang tindakan pembuat video ini sangat berbahaya, karena bukan hanya mencederai nama baik seorang pemimpin daerah, tetapi juga berpotensi menciptakan konflik sosial yang lebih luas,” ujar Ruslan.

Dalam pernyataannya, Ruslan juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Maluku, untuk segera mengambil langkah tegas terhadap para pihak yang membuat konten provokatif tersebut, karena ia menilai narasi fitnah seperti ini jelas melanggar ketentuan hukum terkait ujaran kebencian dan penyebaran konten yang mengancam harmoni sosial.

“Saya berharap Polda Maluku segera menyelidiki kasus ini, mengungkap pelaku secara terang‑terangan, dan menegakkan hukum tanpa tebang pilih agar ada efek jera bagi mereka yang mencoba memperkeruh situasi,” kata Ruslan.

Pernyataan Ruslan ini sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan kritis dalam menanggapi informasi di media sosial. Ia menekankan bahwa tidak semua yang beredar di ruang digital merefleksikan kenyataan, dan masyarakat harus mampu memfilter informasi sebelum mempercayainya.

Kerukunan antarumat beragama di Maluku selama ini telah terjaga dengan baik berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi merusak tatanan sosial. Ruslan pun menyerukan agar semua elemen masyarakat bersatu dalam menolak penyebaran fitnah dan memperkuat semangat persaudaraan yang telah menjadi ciri khas provinsi ini.

Hentikan Fitnah dan Kebencian yang Dibungkus Agama, Lindungi Kerukunan Maluku

0

 

Editorial Redaksi
Kamis, (12/3/2026)

Media sosial kembali menjadi ladang subur bagi kebencian yang dibungkus agama. Video yang beredar di TikTok beberapa waktu terakhir mencoba menampilkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, seolah memperlakukan umat Islam dan Kristen secara berbeda. Padahal, narasi ini jelas-jelas palsu dan berbahaya. Ini bukan sekadar kritik terhadap seorang pemimpin—ini fitnah keji yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Orang-orang yang membuat konten semacam ini biasanya digerakkan oleh kebencian pribadi, bukan kepedulian terhadap kepentingan umum. Dalam hati mereka, seringkali hanya ada dendam atau niat menjatuhkan orang lain. Agama dijadikan bungkus untuk menyebarkan rasa curiga dan permusuhan, padahal yang mereka sebarkan sesungguhnya adalah kebencian. Gubernur Hendrik Lewerissa bukanlah tipe pemimpin yang memperlakukan warganya berbeda berdasarkan identitas agama. Tuduhan yang disebarkan video itu adalah fitnah yang mengancam harmoni sosial di Maluku.

Kita perlu menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan tameng untuk menyebarkan kebohongan. Penyebaran narasi provokatif semacam ini bisa memicu persepsi negatif yang luas, memperkeruh suasana, dan bahkan menimbulkan konflik yang nyata. Konten yang memojokkan seorang pemimpin daerah dengan tuduhan tak berdasar bukan hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga seluruh masyarakat Maluku yang selama ini menjaga kerukunan antarumat beragama.

Masyarakat harus semakin cerdas dan kritis. Tidak semua yang beredar di media sosial adalah fakta; banyak informasi sengaja dipelintir untuk membangun opini yang merugikan orang lain. Aparat hukum pun perlu bersikap tegas terhadap penyebar fitnah dan konten yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penegakan hukum yang jelas akan memberi efek jera dan melindungi ruang digital dari penyebaran kebencian.

Gubernur Hendrik Lewerissa selama ini dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan persatuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku, bukan sebagai sosok yang membeda-bedakan warganya. Dukungan publik terhadapnya adalah dukungan terhadap stabilitas dan kedamaian daerah ini. Sebaliknya, mereka yang memanfaatkan agama untuk menyebarkan kebencian harus disadarkan bahwa tindakan mereka sangat berbahaya.

Menjaga kedamaian Maluku bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Ruang digital seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan tempat untuk menebar fitnah dan memperuncing perbedaan. Mari bersama-sama menolak provokasi yang berbahaya ini dan memperkuat persatuan yang telah lama menjadi ciri khas Maluku.

Politisi Gerindra Minta Kapolda Maluku Serius Tindak Vidio TikTok yang Dinilai Picu Perpecahan

0

Politisi Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Buru, Rustam Fadly Tukuboya, SH, mendesak Kepolisian Daerah Maluku agar serius menindaklanjuti laporan masyarakat terkait beredarnya video di TikTok yang menyinggung aktivitas Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

Menurut Tukuboya, narasi dalam video tersebut dinilai berbahaya karena membandingkan intensitas kegiatan gubernur di kelompok Islam dan Kristen. Konten itu, kata dia, berpotensi memicu kesalahpahaman serta memperkeruh hubungan antarumat beragama di Maluku.

“Konten seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Narasi yang membandingkan kegiatan di kelompok agama tertentu sangat sensitif dan berpotensi memecah belah masyarakat,” ujar Tukuboya dalam keterangannya, Kamis, (12/3/2026).

Ia menegaskan bahwa sejumlah laporan masyarakat termasuk video tersebut telah masuk ke Polda Maluku. Bahkan, menurutnya, laporan terbaru muncul setelah adanya pernyataan seorang pengguna TikTok yang kembali menyinggung isu serupa.

Tukuboya meminta Polda Maluku segera melakukan penyelidikan secara serius dan transparan agar polemik yang berkembang di ruang digital tidak merembet menjadi konflik sosial di tengah masyarakat.

Kata Tukuboya, jika ditemukan ada unsur pelanggaran pidana atau UU ITE maka wajib kasus ini ditingkatkan ke penyidikan hingga ada penetapan tersangka.

“Maluku memiliki sejarah panjang menjaga kerukunan antarumat beragama. Karena itu, setiap narasi yang berpotensi memecah belah harus ditangani secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu benar.

“Jangan sampai media sosial dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan narasi yang dapat merusak persaudaraan di Maluku,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa Polda Maluku harus bertindak tegas agar pembuat video tidak seenaknya membuat pernyataan di media sosial yang menjurus pada perpecahan di tengah masyarakat.

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026: Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

0

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026: Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon didampingi Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Basuki Rochmat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Komunikasi dan Elektronika (Rakor Komlek) TNI TA 2026 yang mengusung tema “Skomlek TNI Siap Mewujudkan TNI yang Prima Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat”, bertempat di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).

Dalam sambutanya Kasum TNI menekankan bahwa Komlek memiliki peran vital dalam menjamin kelancaran komunikasi militer yang cepat, aman, dan terintegrasi guna mendukung sistem komando dan pengendalian dalam setiap operasi. “Perkembangan Komlek sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan operasi militer modern, dalam penguasaan spektrum elektromagnetik memungkinkan terciptanya dominasi informasi dan efektivitas komando kendali di medan operasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasum TNI menyampaikan bahwa Komlek TNI harus terus meningkatkan kemampuan personel serta memperkuat sistem komunikasi dan elektronika yang modern dan adaptif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal maupun nonformal serta penguasaan teknologi mutakhir menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan datang.

Kasum TNI juga menekankan pentingnya kesiapan Komlek dalam mendukung setiap operasi TNI di berbagai wilayah, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan jaringan komunikasi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur komunikasi, penguatan sistem jaringan terpusat, serta interoperabilitas antar matra menjadi langkah strategis guna memastikan kelancaran operasi dan menjaga keunggulan informasi di medan tugas.

Rakor Komlek TNI TA 2026 ditutup secara resmi oleh Askomlek Panglima TNI. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, serta menyelaraskan langkah dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi komunikasi dan peperangan modern yang semakin kompleks.

HAMDAN

“Na Willa” Siap Hangatkan Lebaran 2026: Film Keluarga Penuh Imajinasi,Hadirkan Nostalgia Masa Kecil Indonesia

0

Jakarta, Mediaistana.Com – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang menyentuh hati penonton melalui film keluarga berjudul Na Willa, sebuah film yang mengajak penonton kembali merasakan dunia masa kecil yang penuh kejujuran, imajinasi, dan kehangatan keluarga, Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga.

Diproduksi oleh rumah produksi ternama Visinema Studios, film ini menjadi proyek terbaru yang menghadirkan kisah sederhana namun sarat makna tentang kehidupan anak-anak Indonesia pada era 1960-an.

Kisahnya diadaptasi dari novel populer karya penulis Reda Gaudiamo, yang telah menjadi bacaan lintas generasi di Indonesia.

Film Na Willa disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, yang sebelumnya dikenal melalui karya film animasi sukses Jumbo.

Film ini juga menjadi debut film live action bagi Ryan Adriandhy yang menghadirkan visual artistik Indonesia di era 1960-an melalui sudut pandang seorang anak kecil bernama Na Willa.

Dari sisi produksi, film ini digarap oleh dua produser berbakat, yakni Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, yang sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah proyek film keluarga sukses di Indonesia, Mereka menghadirkan film ini sebagai bentuk komitmen menghadirkan tontonan berkualitas yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.

Film Na Willa dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris yang menghidupkan karakter dalam cerita, di antaranya:

1.Luisa Adreena sebagai Na Willa

2.Irma Rihi sebagai Mak

3.Junior Liem sebagai Pak

Dalam cerita, Na Willa digambarkan sebagai gadis kecil yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki imajinasi luas tentang dunia di sekitarnya. Ia tumbuh di sebuah gang di Surabaya pada era 1960-an, di mana kehidupan sehari-hari penuh dengan keajaiban sederhana yang sering kali luput dari perhatian orang dewasa.

Melalui kisah ini, penonton diajak melihat dunia dari sudut pandang anak-anak—dunia yang penuh rasa ingin tahu, kehangatan keluarga, serta persahabatan yang tulus.

Alih-alih menghadirkan konflik besar, film ini menampilkan keindahan momen-momen kecil dalam kehidupan yang justru meninggalkan kesan mendalam.

Produser Anggia Kharisma menyebutkan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebuah ajakan untuk kembali mengingat bagaimana rasanya menjadi anak-anak yang jujur dan penuh imajinasi, Melalui film ini, Visinema berharap dapat menghadirkan tontonan keluarga yang hangat sekaligus bermakna bagi semua generasi.

Dengan konsep cerita yang sederhana namun emosional, visual era klasik Indonesia, serta jajaran pemain yang kuat, Na Willa diprediksi menjadi salah satu film keluarga yang paling dinantikan pada musim Lebaran 2026.

Film ini tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa yang ingin kembali merasakan nostalgia masa kecil yang penuh kenangan.

Jalin Silaturahmi, Sedekah Tanpa Batas dan Jurnalis Madiun Raya Bagikan Ratusan Takjil

0
Oplus_131072

Madiun, media istana.com
– Mengisi momentum Ramadan dengan semangat berbagi, komunitas Sedekah Tanpa Batas Caruban berkolaborasi dengan Jurnalis Madiun Raya menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis. Kegiatan ini dipusatkan di depan Taman Kota Caruban, Jalan Raya Madiun, pada Rabu (11/3/2026).

Sebanyak 300 paket takjil habis dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan strategis tersebut. Aksi ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat

Simbol Kebersamaan
Ketua Sedekah Tanpa Batas Caruban, Sukini, terjun langsung memimpin jalannya pembagian. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol kebersamaan antara relawan dan awak media di wilayah Madiun Raya.

“Alhamdulillah, hari ini kami mengadakan pembagian takjil. Ini adalah agenda rutin untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga,” ujar Sukini di sela-sela kegiatan.

Ia berharap bantuan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi umat Muslim yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.

Kolaborasi dan Sinergi
Keberhasilan aksi sosial ini didorong oleh semangat gotong royong dari berbagai pihak. Sukini menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mitra dan donatur yang telah berkontribusi secara kolektif.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi para donatur. Sinergi antar jurnalis ini menunjukkan kuatnya kepedulian sosial di wilayah Caruban,” tambahnya.

Sambutan Hangat Warga
Aksi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satu pengendara yang melintas mengaku sangat terbantu, mengingat posisi jalanan yang cukup padat menjelang waktu Magrib. Menurutnya, paket takjil tersebut sangat berarti bagi warga yang menempuh perjalanan jauh.

Melalui gerakan ini, Sedekah Tanpa Batas Caruban dan Jurnalis Madiun Raya berharap semangat berbagi ini dapat menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk saling membantu, sekaligus memperkuat kerukunan warga di Kabupaten Madiun.(Tukiyo)

Pangdam XXIII/Palaka Wira Kunjungi Mamasa, Disambut Hangat Pemkab dan Forkopimda

0

Mamasa, MEDIAISTANA.COM 10 Maret 2026  Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, Selasa (10/03/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 142/Tatag Hartono.

Kedatangan Pangdam disambut penuh antusias oleh Bupati Mamasa Welem Sambolangi, Wakil Bupati H. Sudirman, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Mamasa. Penyambutan berlangsung meriah dengan iringan musik bambu sebagai bagian dari adat istiadat masyarakat Mamasa yang melambangkan kegembiraan dalam menyambut tamu kehormatan. Rombongan Pangdam kemudian diterima di Rumah Jabatan Bupati Mamasa.


Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Jonathan menyampaikan bahwa Kabupaten Mamasa yang kini telah berusia 24 tahun memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Sulawesi.
“Keindahan alam Mamasa sangat memukau. Daerah ini penuh dengan kasih dan keramahan yang mampu menghangatkan setiap orang yang datang berkunjung,” ujar Mayjen Jonathan.
Ia juga menjelaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjalankan berbagai program pembangunan yang diamanatkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah program percetakan sawah yang menggunakan anggaran APBN dan mendapat mandat langsung dari Presiden untuk dikawal oleh TNI.
Menurutnya, di Kabupaten Mamasa program percetakan sawah tersebut dialokasikan seluas sekitar 300 hektare dan pengawasannya dilakukan secara serius oleh personel TNI yang ditugaskan di lapangan. Selain itu, TNI juga mendapat tugas untuk membantu pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jembatan.
“Hingga saat ini terdapat sekitar 78 titik jembatan yang telah diimplementasikan di wilayah Kabupaten Mamasa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa TNI juga memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif seperti penyalahgunaan obat terlarang, kenakalan remaja, maupun berbagai persoalan sosial lainnya yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat.
“Saya berharap koordinasi dan keharmonisan antara TNI dan pemerintah daerah terus terjaga dengan baik dalam melaksanakan berbagai program yang diamanatkan negara demi terwujudnya kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga berkomitmen untuk turut membantu memperkenalkan potensi pariwisata Mamasa ke berbagai daerah luar agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan kerja Pangdam XXIII/Palaka Wira yang untuk pertama kalinya datang ke Kabupaten Mamasa.
“Kami sangat bangga atas kunjungan Pangdam ke Kabupaten Mamasa. Ini menjadi bukti nyata perhatian TNI kepada masyarakat Mamasa,” ujar Welem.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban di Mamasa tetap kondusif berkat sinergi dan konsolidasi yang baik antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Rumah Jabatan Bupati Mamasa serta buka puasa bersama antara rombongan Pangdam, jajaran Forkopimda, dan masyarakat dari berbagai elemen di Kabupaten Mamasa.
(Nurdin)

TMMD Sengkuyung Tahap I Purworejo di Desa Grabag Resmi Ditutup

0

PURWOREJO || Mediaistana.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Grabag resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” ini menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI, rakyat, dan Pemerintah Daerah.

Upacara penutupan diikuti oleh 300 orang peserta dari berbagai unsur, antara lain Letkol Caj Abdul Rohim (Kaajenrem 072/Yogyakarta) yang mewakili Danrem 072/Pmk, Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Rochman SSos, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra SH SIK, MMedKom, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Purworejo, jajaran Forkopimcam Grabag, Kepala Desa Grabag, Wahyu Cahyono dan tokoh masyarakat.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Letkol Inf Ketut Hendra Budiharja menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan program TMMD.

“Program TMMD ini adalah program kerja sama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI, kementerian/lembaga, bersama Pemerintah Daerah dan Polri guna mewujudkan percepatan pembangunan di daerah,” ucapnya.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil kegiatan TMMD dari Komandan Satgas TMMD kepada Bupati Purworejo, dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja secara simbolis dan pernyataan resmi penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan, TMMD di Desa Grabag berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik dan non-fisik. Sasaran fisik utama meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 387,5 meter dan 203 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 0,12 meter. Selain itu, sebagai sasaran fisik tambahan, tim TMMD juga berhasil merehab Masjid Jami Nurul Qomar di Desa Grabag.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, berbagai kegiatan non-fisik juga digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan pencegahan stunting dan Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) oleh Dinas Kesehatan, penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan oleh Kodim 0708/Pwr, penyuluhan pendidikan oleh Dinas Pendidikan, serta penyuluhan tanggap bencana dari BPBD Kabupaten Purworejo.

Kegiatan sosial juga mewarnai TMMD kali ini, dengan adanya pemberian bantuan uang tunai dari BAZNAS dan KEMENAG kepada kaum duafa, bantuan air bersih dari PDAM Purworejo, bantuan Al Quran dari Indonesia Off-Road Federation (IOF), serta bantuan semen dari Perhutani.

Seluruh kegiatan ini menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi sebesar Rp170 juta, APBD Kabupaten Rp185 juta, dan swadaya masyarakat desa sebesar Rp15 juta. Dalam pelaksanaannya, personel yang terlibat berjumlah 98 orang, terdiri dari TNI, Polri, dinas terkait, dan masyarakat setempat.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras.

“Semoga hasil pembangunan ini dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan,” harapnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung hasil-hasil pembangunan TMMD oleh para tamu undangan dan pejabat yang hadir.

Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 ini, diharapkan sinergi antara TNI, rakyat, dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan ketahanan nasional yang kuat, mulai dari tingkat desa. (Joko)

Sumber: IKP