Beranda blog

Bupati Lampung Barat dan Kapolda Lampung Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

0

Bupati Lampung Barat dan Kapolda Lampung Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Jakarta -MEDIA ISTANA,Lampung Barat – Keakraban dan sinergi antara Pemerintah Daerah dan aparat keamanan kembali terlihat. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menggelar acara silaturahmi yang dikemas dalam suasana ramah tamah bersama Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H beserta rombongan di Lamban Dinas Bupati, Selasa (18/08/2026).

Acara ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membahas upaya bersama dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Bumi Beguai Jejama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Barat, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, Asisten, serta Kepala Perangkat Daerah.

Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara. Diskusi berlangsung santai namun tetap substansial, membahas berbagai program dan tantangan ke depan.

Dalam sambutannya, Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Lampung dan jajaran khususnya Polres Lampung Barat, atas dukungan yang selama ini diberikan.

“Saya sangat bersyukur selama ini mendapatkan dukungan yang sangat baik dari unsur Forkopimda, seperti Polres Lampung Barat dalam menjaga keamanan dan menjalankan berbagai program,” ujar Parosil.

Menurutnya, situasi Kamtibmas yang kondusif di Lampung Barat saat ini tidak terlepas dari kerja keras pihak kepolisian.

“Situasi Bhabinkamtibmas yang baik seperti saat ini merupakan kerja keras dari pihak Polri dalam hal ini Polres Lampung Barat. Kehadiran Bapak Kapolda beserta rombongan tentu memberikan spirit dan motivasi agar Lampung Barat ke depan bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Bupati Lampung Barat juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia berharap sinergi yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung program-program prioritas pemerintah, mulai dari pengamanan, pelayanan publik.

“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh tugas-tugas kepolisian. Dengan kerja sama yang kuat, saya yakin Lampung Barat akan semakin aman, nyaman, dan maju,” pungkasnya.

HAMDAN ❤️

Optimalkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.265 Personel dan Salurkan 188 Ton Bantuan

0

Optimalkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.265 Personel dan Salurkan 188 Ton Bantuan

Jakarta -MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). TNI terus memperkuat dukungan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari keempat, Selasa (18/8/2026), sebanyak 1.265 personel telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Dukungan TNI juga diperkuat dengan 29 unit alutsista, terdiri dari 7 pesawat TNI AD, 6 pesawat dan 5 KRI TNI AL, serta 11 pesawat TNI AU. Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, dan penanganan masyarakat terdampak.

Hingga hari keempat, total bantuan yang telah disalurkan TNI mencapai 188,244 ton. Pada hari ini, sebanyak 45,971 ton bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dan penanganan bencana.

Pengerahan personel, alutsista, dan bantuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. TNI akan terus berkoordinasi dan memperkuat penanganan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait.

HAMDAN ❤️

Maknai HUT ke-81 RI, Polda Jatim Tekankan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

0

 

Media Istana.Com

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Mapolda Jatim,Senin, 17 Agustus 2026

Upacara dipimpin langsung Wakapolda Jatim, Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H dan diikuti para Pejabat Utama (PJU), personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Jatim.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan pembacaan teks Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakapolda Jatim menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Brigjen Pol Pasma.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus diwujudkan melalui kerja nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Brigjen Pol Pasma.

Wakapolda Jatim juga mengajak seluruh personel Polda Jatim untuk menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan setiap tugas.

“Mari kita terus tingkatkan profesionalisme, soliditas dan integritas dalam melaksanakan tugas. Jadikan setiap pengabdian sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam menjaga persatuan dan kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah personel dan masyarakat yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi serta masyarakat Jawa Timur.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras dan prestasi yang telah ditunjukkan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Aristono

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tito Tinjau Langsung Provinsi NTT

0

 

Media Istana Com

Minggu,16 Agustus 2026

Labuan Bajo – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, dan sejumlah pejabat lainnya meninjau langsung Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) malam.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah daerah di Provinsi NTT. Mendagri memastikan berbagai dukungan dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat pemulihan wilayah.

Guna merealisasikan percepatan tersebut, Mendagri menyebut bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan dukungan anggaran daerah dalam menangani kebutuhan akibat bencana. Dalam hal ini, Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada seluruh daerah, termasuk pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di NTT.

“Kemarin kan baru terima. Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp18,9 triliun dan saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota, se-NTT,” ujar Mendagri kepada awak media usai mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Untuk memastikan dukungan anggaran tersebut digunakan secara tepat, Mendagri menyampaikan bahwa dirinya turut melibatkan jajaran terkait di bidang keuangan daerah. Dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden secara terpadu. Penanganan gempa tidak hanya dilakukan melalui dukungan fiskal daerah, tetapi juga dengan pengerahan bantuan lintas kementerian/lembaga, mencakup kebutuhan logistik, kesehatan, energi, hingga pemulihan infrastruktur.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mempercepat pemulihan akses yang terdampak agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat segera kembali berjalan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan atau terputus menjadi perhatian untuk segera ditangani.

“Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah mulai melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor. Sementara untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi,” tandasnya.

Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan layanan yang dibutuhkan. Koordinasi antara pemerintah pusat, Pemda, dan kementerian/lembaga terus diperkuat agar penanganan di lapangan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Puspen Kemendagri

  • Aristono

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

0

 

Media istana Com

Minggu, 16 Agustus 226

Manggarai Barat – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebut, penanganan pada tahap awal pascagempa berfokus pada penyelamatan korban serta pemulihan berbagai layanan dasar masyarakat. Hal itu mencakup kelistrikan, telekomunikasi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), logistik, hingga penanganan korban meninggal dan warga yang mengalami luka-luka.

“Kemudian juga memberikan bantuan tadi yang urgen, tenda, makanan, makanan cepat saji, yang di pengungsian. Termasuk [warga] yang luka,” ujar Mendagri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Wilayah NTT yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

Ia mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak dalam memulihkan layanan dasar, termasuk PT PLN dan operator telekomunikasi. Menurutnya, pemulihan jaringan listrik dan komunikasi penting untuk mendukung mobilitas serta koordinasi penanganan bencana di lapangan.

Selain kelistrikan dan telekomunikasi, Mendagri menekankan pentingnya percepatan pembukaan akses jalan agar mobilitas masyarakat maupun alat berat untuk penanganan bencana dapat segera dilakukan. Ia juga meminta pemerintah daerah (Pemda) memperhatikan masyarakat yang terdampak, termasuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Ia menekankan agar Pemda setempat melakukan pendataan secara lebih menyeluruh terhadap kerusakan rumah dan fasilitas publik. Data tersebut diperlukan sebagai dasar pemberian bantuan pemerintah, baik untuk rumah rusak ringan, sedang, maupun berat, serta dukungan bagi masyarakat yang masih mengungsi. Di sisi lain, Mendagri meminta Pemda mendata kantor pemerintahan yang mengalami kerusakan, mulai dari kantor pemerintah kabupaten hingga kantor desa dan kecamatan. Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan perbaikan fasilitas pemerintahan agar pelayanan publik tetap berjalan.

“Saran kami tadi memang kalau bisa, pendapat kami Bapak Menko [PMK], Kepala BNPB, kita buat dua posko, posko timur dan posko barat Flores. Satu di Labuan Bajo untuk menangani wilayah di bagian barat … Kemudian yang di Ende, pusatnya di Ende karena bandaranya di sana,” ujar Mendagri.

Lebih lanjut, Mendagri menyoroti kondisi fiskal sejumlah daerah terdampak. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan kepada daerah yang memiliki kemampuan fiskal terbatas maupun tingkat penyerapan anggaran yang masih rendah agar anggaran yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan bencana.

Ia menegaskan, koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemda perlu diperkuat agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat sesuai dengan tahapan penanggulangan bencana. Tahapan tersebut mulai dari masa tanggap darurat, transisi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kami sarankan untuk betul-betul memetakan permasalahan yang ada. Dan segera saja kita bergerak dengan kewenangan kita masing-masing. Entah itu di Pertamina, di listrik, di jalan, di bidang kesehatan, dan lain-lain,” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Aristono

Tinjau Lokasi Terparah, Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Dampak Gempa

0

 

Media istana.Com

Senin, 17 Agustus 2026

Manggarai Timur – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan usai meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.

“Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Mendagri.

Oleh karena itu, Mendagri mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat,” terangnya.

Mendagri menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN. Kendati demikian, ia menyebut Kecamatan Lamba Leda Utara menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Ia pun mendorong agar bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur diprioritaskan ke wilayah tersebut.

“Akan kita sampaikan untuk mendorong semua bantuan yang di Manggarai Timur prioritaskan daerah ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelum peninjauan lapangan, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi terdampak gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Puspen Kemendagri

Aristono

0

 

Tinjau Lokasi Terparah, Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Dampak Gempa

MEDIAISTANA.COM

 

Senin,17 Agustus 2026

Manggarai Timur – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan usai meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.

“Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Mendagri.

Oleh karena itu, Mendagri mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat,” terangnya.

Mendagri menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN. Kendati demikian, ia menyebut Kecamatan Lamba Leda Utara menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Ia pun mendorong agar bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur diprioritaskan ke wilayah tersebut.

“Akan kita sampaikan untuk mendorong semua bantuan yang di Manggarai Timur prioritaskan daerah ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelum peninjauan lapangan, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi terdampak gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Puspen Kemendagri

Aristono

Memburu Pemangsa: Empat Jurnalis Terjun ke Labirin Kejahatan Anak, Teror Iblis Mengintai

0

JAKARTA, Media Istana.com — Bukan sekadar film horor, Memburu Pemangsa mencoba membawa penonton masuk ke wilayah kelam kejahatan terhadap anak melalui perpaduan investigasi jurnalistik, aksi, kriminalitas, dan teror supranatural.

Film produksi Sinemaku Pictures garapan Umay Shahab tersebut kembali memperlihatkan atmosfer mencekam melalui official teaser poster dan teaser trailer terbaru yang dirilis pada 18 Agustus 2026. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

Cerita berpusat pada empat jurnalis perempuan yang diperankan Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem,Mereka menyelidiki rangkaian kasus hilangnya anak-anak yang membawa mereka semakin dekat dengan sosok yang diduga menjadi predator di balik kejahatan tersebut.

Alih-alih menghadirkan investigasi yang berjalan mulus, pencarian kebenaran justru berubah menjadi pertaruhan nyawa. Keempat jurnalis tersebut bukan hanya berhadapan dengan manusia, tetapi juga ancaman iblis dan praktik demonologi yang membuat kasus semakin sulit ditebak.

Sosok Teuku Rifnu Wikana menjadi salah satu titik penting dalam penyelidikan, Karakternya diduga mempunyai keterkaitan dengan hilangnya sejumlah anak serta kejahatan yang berhubungan dengan ritual demonologi.

Yang menarik, film ini tidak menempatkan keempat pemeran utama hanya sebagai karakter yang mengejar informasi, Laura, Prilly, Taskya, dan Yasamin juga dituntut menghadapi sejumlah adegan laga, memperlihatkan sisi berbeda dari kemampuan mereka di luar drama akting.

Teaser poster turut menyimpan simbol yang mengundang tanda tanya, Sejumlah anak terlihat memandangi akuarium raksasa, sementara sosok misterius tampak berada di balik kaca seperti mengawasi mereka,Adegan tersebut menjadi salah satu gambaran ancaman yang menjadi pemicu investigasi empat jurnalis tersebut.

Di balik cerita fiksi tersebut, Memburu Pemangsa juga membawa keresahan terhadap persoalan eksploitasi dan kekerasan terhadap anak,Tim produksi mengaku melakukan riset serta berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk memahami persoalan tersebut sebelum mengembangkan cerita film.

Sutradara Umay Shahab menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap anak menjadi bagian penting dari kegelisahan yang ingin dibawa melalui film tersebut, Karena itu, proses pengembangan cerita tidak hanya bertumpu pada imajinasi, tetapi juga melalui riset terhadap persoalan dan modus kejahatan yang terjadi.

Sementara itu, Laura Basuki melihat kekuatan empat karakter utama terletak pada perbedaan cara mereka menghadapi kasus. Meski memiliki pendekatan masing-masing, keempatnya mempunyai tujuan yang sama, yakni terus mencari kebenaran demi menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban.

Dengan kombinasi horror-crime-action, investigasi jurnalistik, aksi laga, hingga unsur demonologi, Memburu Pemangsa menjadi salah satu proyek terbaru Sinemaku Pictures yang menawarkan pendekatan berbeda terhadap tema kejahatan terhadap anak.

Film yang diproduksi oleh rumah produksi yang didirikan Umay Shahab dan Prilly Latuconsina pada 2019 ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Jangan hanya mencari siapa pemangsanya—film ini mengajak penonton melihat seberapa jauh seseorang berani memburu kebenaran ketika keselamatan nyawa menjadi taruhannya.

Kemerdekaan Harus Diisi Dengan Pemerintahan yang Bersih Dan BerKeadilan

0

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan kedekatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada 25 Agustus 2026 sebagai momentum refleksi nasional. Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni, sementara Maulid Nabi tidak cukup dimaknai sebagai ritual, tetapi harus menjadi energi moral untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan menghadirkan keadilan yang dirasakan langsung oleh rakyat.

 

Ateng menilai kemerdekaan merupakan awal dari proses panjang membangun bangsa melalui pemerintahan yang adil, makmur, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Di sisi lain, keteladanan Nabi Muhammad SAW memberikan nilai kepemimpinan yang relevan untuk menjawab persoalan tata kelola negara modern, seperti amanah, kejujuran, kecerdasan, keterbukaan, musyawarah, kesetaraan di hadapan hukum, serta keberpihakan kepada kelompok lemah.

 

“Kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan bangsa lain. Kemerdekaan juga berarti membebaskan rakyat dari korupsi, ketidakadilan hukum, kemiskinan struktural, pelayanan publik yang buruk, serta birokrasi yang lebih sibuk melayani kekuasaan daripada melayani masyarakat,” tegas Ateng.

 

Menurut legislator dari Dapil Jawa Barat IX yang meliputi Sumedang, Majalengka, dan Subang tersebut, semangat kemerdekaan dan keteladanan Rasulullah SAW memiliki titik temu dalam upaya membangun negara yang berkeadilan. Keduanya menuntut kekuasaan digunakan sebagai amanah untuk melindungi dan melayani masyarakat, bukan sebagai instrumen dominasi.

 

Ateng juga menilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat yang majemuk relevan dengan kehidupan kebangsaan Indonesia. Piagam Madinah, menurutnya, menunjukkan pentingnya kesepakatan bersama, jaminan hak, tanggung jawab kolektif, dan penyelesaian konflik berdasarkan keadilan.

 

“Indonesia dibangun di atas kemajemukan. Karena itu, kekuatan kita bukan terletak pada penyeragaman, melainkan pada kemampuan merawat perbedaan dalam satu komitmen kebangsaan. Kepemimpinan profetik mengajarkan bahwa kekuasaan bukan alat dominasi, tetapi amanah untuk melindungi seluruh warga tanpa diskriminasi,” ujarnya.

 

Baca Juga Pengetatan BBM Subsidi Dimulai, Ateng Sutisna Dorong Distribusi Tepat Sasaran

Dalam konteks pemerintahan, Ateng menyoroti pemberantasan korupsi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan Corruption Perceptions Index (CPI) 2025 yang dirilis Transparency International, Indonesia memperoleh skor 34 dari 100 dan berada di peringkat 109 dari 182 negara.

 

Menurut Ateng, kondisi tersebut menjadi alarm bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya mengandalkan digitalisasi layanan dan penyederhanaan prosedur. Reformasi harus disertai keteladanan pemimpin, penguatan pengawasan, transparansi anggaran, pencegahan konflik kepentingan, serta penegakan hukum yang konsisten.

 

“Hukum tidak boleh tajam kepada rakyat kecil, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan elite. Keteladanan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kedudukan, kekayaan, hubungan keluarga, dan kedekatan politik tidak boleh menjadi perisai dari pertanggungjawaban hukum. Negara akan kehilangan wibawa apabila keadilan dapat dinegosiasikan,” kata Ateng.

 

Selain supremasi hukum, Ateng mendorong penerapan sistem merit secara nyata dalam birokrasi dan lembaga negara. Menurutnya, kompetensi, integritas, dan kapasitas harus menjadi dasar dalam rekrutmen serta promosi jabatan, bukan senioritas, patronase, atau kedekatan politik.

 

Ia menilai pemerintah perlu memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda, termasuk ASN milenial dan Gen Z yang memiliki kompetensi serta rekam jejak baik. Penguatan Human Capital Management harus diarahkan untuk membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Jangan sampai usia menjadi satu-satunya ukuran kelayakan seseorang memimpin. Yang harus menjadi ukuran adalah kompetensi, integritas, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kemampuan memberikan hasil bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ateng juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan. Setiap rupiah anggaran publik harus dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama kelompok miskin, rentan, serta wilayah yang masih tertinggal.

 

Baca Juga Ateng Sutisna Kritik Klaim Investasi Pemerintah: Jangan Hanya Komitmen, Rakyat Butuh Realisasi

Menurutnya, program seperti Dana Desa, subsidi, dan perlindungan sosial harus dijaga dari praktik rent-seeking dan kebocoran anggaran. Desentralisasi fiskal harus menjadi instrumen pemerataan dan pengentasan kemiskinan, bukan ruang bagi kepentingan segelintir elite.

 

Di sisi lain, Ateng menilai nilai dasar ASN BerAKHLAK memiliki keselarasan dengan prinsip kepemimpinan profetik. Berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif tidak boleh berhenti sebagai slogan administratif, tetapi harus terlihat dalam perilaku aparatur sehari-hari.

 

“Pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap penderitaan rakyat, visi untuk membawa masyarakat maju, serta kasih sayang yang diwujudkan dalam kebijakan. Itulah makna kepemimpinan yang melayani. Rakyat tidak membutuhkan lebih banyak slogan; rakyat membutuhkan negara yang hadir, mendengar, dan menyelesaikan masalah,” jelasnya.

 

Karena itu, Ateng menyerukan lima agenda pembenahan sebagai refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Pertama, memperkuat supremasi hukum tanpa pandang bulu. Kedua, menegakkan sistem merit dalam jabatan publik. Ketiga, memastikan anggaran berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Keempat, mengubah budaya birokrasi menjadi pelayanan yang empatik dan akuntabel. Kelima, menjaga Pancasila dan persatuan nasional di tengah kemajemukan.

 

Ateng berharap momentum kemerdekaan dan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana negara telah menjalankan amanah konstitusi dan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat.

 

“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka harus menjadi titik penguatan, bukan sekadar pengulangan seremoni. Mari kita isi kemerdekaan dengan pemerintahan yang bersih, hukum yang adil, birokrasi yang kompeten, anggaran yang menyejahterakan, dan persatuan yang kokoh. Dengan meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW, Indonesia dapat tumbuh menjadi negara yang tidak hanya berdaulat secara politik, tetapi juga bermartabat secara moral dan berkeadilan secara sosial,” pungkas Ateng.

Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Gempa NTT

0

 

MEDIAISTANA.COM

Senin, 17 Agustus 2026

Manggarai Timur – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Santunan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas di wilayah terdampak paling parah.

“Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya,” kata Mendagri.

Selain santunan tersebut, Mendagri memastikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dunia. Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang mendirikan posko sesaat usai gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.

Ia pun memberikan dua unit genset, 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara. “Kita juga mengapresiasi ada posko yang dibangun warga. Tapi kita tambahi sekalian aja, namanya genset 2, sekaligus velbed ada 10 untuk operasionalnya,” ujarnya.

Mendagri memastikan pemerintah terus bergerak pada masa tanggap darurat. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya posko Basarnas yang berdampingan dengan tenda warga serta pendataan kebutuhan guna mempercepat penyaluran bantuan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama guna memulihkan dampak bencana. “Ini harus kerja sama kita, pemerintah sama masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Puspen Kemendagri

Aristono