32 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 190

Ketua Gapoktan Bagendit Haji Sumarna, Dukung Ketahanan Pangan Presiden RI

0

Garut, Mediaistana.com – Ketua Gapoktan Bersama Bagendit (Meliputi 15 Desa), Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Haji Sumarna, mendukung pogram Presiden RI, untuk ketahanan pangan dalam negeri. Ia, merupakan seorang petani dan pengusaha hasil pertanian yang menggeluti dunia pertanian sejak Tahun (1998 – 2026). Senin (19/01/2026)

“Klasifikasi Petani Kecamatan Banyuresmi”

Menurut Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Bersama Bagendit Haji Sumarna, di wilayah Kecamatan Banyuresmi kurang lebih ada enam ribu (6.000) para petani, lahan garapan pertanian untuk lahan darat/ kebun seluas (2.278) H, dengan katagori penanaman antara lain; (50%) jagung, (40%) cabai dan tomat, dan lain-lain, serta (10%) kacang-kacangan.

Lahan darat untuk Desa Bagendit 106 H, Banyuresmi 50 H, Binakarya 186 H, Cimareme 112 H, Cipicung 50 H, Dangdeur 148 H, Karyamukti 127 H, Karyasari 106 H, Pamekarsari 212 H, Sukakarya 356 H, Sukalaksana 202 H, Sukamukti 198 H, Sukaraja 355 H, Sukaratu 60 H, Sukasenang 10 H, Total (2.278) H.

Sementara untuk lahan sawah seluas (1.124) H, antara lain penanaman padi (80%), dan jagung (20)%. Lahan sawah Desa Bagendit 101 H, Banyuresmi 85 H, Binakarya 91 H, Cimareme 76 H, Cipicung 52 H, Dangdeur 62 H, Karyamukti 71 H, Karyasari 82 H, Pamekarsari 101 H, Sukakarya 10 H, Sukalaksana 36 H, Sukamukti 76, Sukaratu 132, Sukasenang 149 H total (1.124) H, ucap Ketua Gapoktan Bagendit.

“Permodalan dan Jaminan Petani dan Hasil Tanam Jagung Mencapai (80)% – (100)%”

Haji Sumarna menjelaskan, mengenai permodalan, Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Bank Himbara (Bank BRI, BNI dan Bank Mandiri), membantu dengan memberikan pinjaman modal usaha terhadap para petani sesuai ketentuan yang berlaku, disertai komitmen dan tanggung jawab.

Mengenai jaminan atau asuransi terhadap kegagalan hasil panen petani jagung dan padi, rata-rata tidak mengikuti asuransi, meskipun sudah ada penawaran saat sosialisasi tahun 2015. Diharapkan kedepan para petani bisa mengikuti program asuransi yang diberikan oleh pihak Bank Himbara, agar saat ada bencana alam dan gagal panen karena hama, semua biasa terjamin.

Secara khusus petani jagung di Desa Dangder, dari luas 148 H, tingkat keberhasilan saat panen jagung rata-rata menghasilkan jagung kurang lebih mencapai 800 Ton (80%) – 1000 Ton (100 %) berhasil. Tahun 2026 target panen Raya diperkirakan di bulan Maret.

“Penyaluran Hasil Panenan ke Bulog dan Pasar Induk”

Hasil panen jagung, sesuai arahan Pemerintah Pusat melalui Zoom Meeting (berkomunikasi, dan berkolaborasi secara virtual), dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, untuk penjualan jagung melalui Bulog di Kabupaten Garut, dengan harga setandar pasaran dengan ketentuan yang ketat.

Diharapkan Pemerintah Pusat, melalui Bulog dapat menerima hasil panen jagung, dengan harga yang lebih tinggi dari pasaran, guna membantu para petani dipedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dorongan kepada para petani.

Hasil panen palawija lain dan sayuran, sebagai Ketua Gapoktan, tentunya bertanggung jawab terhadap para petani dalam penerimaan hasil panen baik sedikit maupun banyak. Alhamdulillah, proses penjualan baik kepasar di Daerah maupun kepasar Induk Jakarta, untuk menjaga kestabilan ketersediaan bahan pangan di daerah maupun di kota.

“Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Sumur Artesis Bagi Kelompok Tani”

Kepada Presiden RI, Bapak Haji Prabowo Subianto, Saya mengucapkan terimakasih atas keseatabilan pupuk bersubsidi untuk para petani, melalui tim monitoring dari pihak UPT Pertanian, Dinas Pertanian dan pihak Kepolisan.

Satu hal penting dalam proses pengairan tanaman jagung dan padi, kami berharap ada penambahan sarana infrastruktur sumur artesis, untuk pengairan para petani saat terjadi kemarau panjang, agar pertanian tetap stabil bertani dengan target dua sampai tiga kali panen, pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Humas DPP AWAI, Minta Pihak PNM Mekar,KSP Dan Komida Jangan Menagih Pinjaman Kepada Masyarakat Korban banjir 

0

 

Aceh Timur —mediaistana.com

Praktik penagihan utang oleh lembaga keuangan mikro KOMIDA (Koperasi Mitra Dhuafa), koperasi simpan pinjam (KSP) danPermodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar)

terhadap warga terdampak banjir menuai kecaman keras dari berbagai pihak. 

 

Di saat masyarakat masih berjibaku menyelamatkan sisa kehidupan pascabencana,PNM Mekar,Komida dan KSP justru turun ke lapangan menagih cicilan tanpa empati, memicu keresahan dan konflik, Senin, 19 Januari 2026.

 

Warga mengaku didatangi petugas penagih ketika rumah mereka masih dipenuhi lumpur dan harta benda rusak akibat banjir. Ironisnya, dalam sejumlah kasus, barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti tabung gas dilaporkan diambil sebagai pengganti pembayaran cicilan. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk penindasan terhadap korban bencana.

 

“Ini bukan sekadar penagihan, ini sudah masuk wilayah tidak manusiawi,” ujar salah seorang warga terdampak banjir.

 

Situasi di lapangan kian memanas setelah beredar video viral yang memperlihatkan penagih PNM Mekar diusir warga, disiram air selokan, bahkan diancam menggunakan senjata tajam. Insiden tersebut menjadi bukti bahwa penagihan di tengah kondisi darurat hanya menyisakan amarah rakyat dan potensi kekerasan.

 

Masyarakat menegaskan, mereka bukan tidak mau membayar kewajiban, melainkan tidak mampu, karena rumah, kebun, sawah, serta usaha kecil mereka hancur diterjang banjir bandang. Menagih utang dalam kondisi seperti ini dinilai sebagai penghisapan terhadap penderitaan rakyat kecil.

 

Menanggapi polemik tersebut, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengambil sikap tegas. Melalui surat resmi tertanggal 14 Januari 2026, Bupati meminta seluruh pimpinan perbankan dan perusahaan pembiayaan di Aceh Timur menangguhkan pembayaran kredit masyarakat terdampak bencana banjir.

 

“Kondisi masyarakat saat ini belum memungkinkan untuk membayar cicilan. Mereka butuh waktu untuk memulihkan kehidupan,” tegas Bupati Al-Farlaky.

 

Sikap ini menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah kepada rakyat kecil, berbeda dengan sebagian lembaga pembiayaan yang dinilai lebih mementingkan target ketimbang nilai kemanusiaan. Bahkan, sejumlah perbankan telah memberikan keringanan dan relaksasi kredit kepada warga terdampak.

 

Sementara itu, Humas Dewan pimpinan pusat Aliansi Wartawan Aceh independen (DPP AWAI) Suryadi meminta agar persoalan penagihan oleh PNM Mekar,Komida dan KSP diproses secara bijak dan tidak dilakukan secara memaksa.

 

“Proses dulu Mekar, Komida dan KSP. Bank saja masih memberikan keringanan. Tapi kalau ada oknum yang memaksa dalam kondisi bencana, itu jelas tidak bisa dibenarkan,” tegas Suryadi.

 

Ia menekankan bahwa penagihan utang di tengah bencana bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut etika, empati, dan tanggung jawab sosial lembaga pembiayaan.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik penagihan di wilayah terdampak bencana.

 

Menagih utang saat rakyat dilanda bencana bukan solusi, melainkan cermin hilangnya nurani dan kepekaan sosial.pungkas Suriadi.

Polda Jabar Hadirkan Kendaraan Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Karawang

0

 

Polda Jabar Hadirkan Kendaraan Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Karawang

Polda Jabar -mediaistana.com

Polda Jawa Barat menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dengan menghadirkan Randurlap (kendaraan dapur lapangan) bagi warga Karangligar, Kelurahan Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak banjir, Senin (19/1/2026).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Randurlap dikerahkan sebagai upaya cepat Polda Jabar dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan makanan siap saji bagi warga yang masih bertahan di lokasi terdampak maupun yang berada di sekitar area pengungsian.

Sejak beroperasi, dapur lapangan ini telah menyiapkan dan mendistribusikan ratusan porsi makanan kepada warga Karangligar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Randurlap merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Polda Jabar berupaya hadir secara langsung untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di Karangligar. Melalui Randurlap ini, kami ingin memastikan kebutuhan konsumsi warga tetap terpenuhi, terutama bagi mereka yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujar Kombes Pol Hendra.

Ia menambahkan bahwa Polda Jabar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pemantauan situasi serta menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Selain dapur lapangan, personel kami juga disiagakan untuk membantu evakuasi, pengamanan lingkungan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penanggulangan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.

Bandung, 19 Januari 2025

Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

Mediaistana reporter Maulana

Polisi Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa

0

Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram yang berasal dari Provinsi Aceh dan diduga akan diedarkan ke Pulau Jawa.

Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) KM 228, Kabupaten Mesuji.

“Petugas berhasil mengamankan satu unit truk yang membawa narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram. Sabu tersebut disembunyikan dengan modus ditutupi muatan durian untuk mengelabui petugas,” ujar Kombes Yuni Iswandari, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam pengungkapan ini polisi mengamankan tiga orang tersangka dengan peran berbeda. Tersangka berinisial YD (33) berperan sebagai kurir, sedangkan YT (28) dan MR (42) bertindak sebagai pendamping selama perjalanan.

“Dari hasil pemeriksaan awal, narkotika bernilai Rp 15 miliar tersebut diketahui berasal dari Aceh dan rencananya akan dikirim ke Pulau Jawa. Ketiganya kini telah diamankan dan menjalani proses hukum di Mapolda Lampung,” jelasnya.

Kombes Yuni menambahkan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan aparat kepolisian selama sekitar satu pekan.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Dengan terungkapnya sabu tersebut, maka sebanyak kurang lebih 40 ribu jiwa terselamatkan. Polda Lampung berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba dan mengungkap jaringan yang lebih luas demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Tulusanmu, Cahaya Kami

0

By. Kilo Otu – Taopan

Tulusanmu, cahaya bagi kami
Membantu tanpa pamrih, hati yang suci
Kamu adalah telita kasih Tuhan
Membawa harapan, bagi mereka yang lemah

Dengan tangan yang terbuka, kamu memberi
Dengan hati yang tulus, kamu melayani
Tidak mencari pujian, tidak mencari imbalan
Hanya ingin membantu, dan membuat perbedaan

Kamu adalah inspirasi, bagi kami semua
Menunjukkan jalan, menuju kasih yang sejati
Terima kasih, atas kebaikanmu
Semoga Tuhan membalas, dengan berkat yang melimpah

Dalam kesederhanaan, kamu menunjukkan kasih
Dalam kesulitan, kamu menunjukkan kekuatan
Kamu adalah contoh, bagi kami semua
Menjadi terang, di tengah kegelapan

Semoga Tuhan selalu membimbingmu
Dan memberikanmu kekuatan, untuk terus melayani
Terima kasih, atas kebaikanmu
Kami akan selalu menghargai, dan mendoakanmu

Terima kasih, dari hati yang dalam
Terima kasih, atas kasih yang kamu berikan
Semoga Tuhan membalas, dengan kasih yang lebih besar
Terima kasih, kami haturkan.

Kampungmu jauh, tapi kasihmu dekat
Kampungku di sini, dengan hati yang gembira
Kita bersatu, dalam kasih Tuhan
Menjadi satu, dalam kebersamaan

Dengan kasih ini, kita akan maju
Dengan iman ini, kita akan bersinar
Kampungmu, kampungku, kita satu
Dalam kasih Tuhan, kita akan bersatu.

Terima kasih atas kedatangmu, kami haturkan.

 

SUMBER INSPIRASI; Putun Village and Mercy Indonesia

Kapolres Bogor Berikan Reward kepada ASN Polri

0

Kapolres Bogor Berikan Reward kepada ASN Polri

BOGOR –mediaistana.cim

Polres Bogor
melaksanakan Upacara Pemberian Reward Kapolres Bogor kepada ASN Polri yang Berdedikasi Tinggi, pada Senin (19/1/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Bogor dan berjalan dengan aman serta tertib.

Upacara pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan Polres Bogor terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta kinerja optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang tahun 2025.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila, S.H., S.I.K. Sementara itu, Perwira Upacara dijabat oleh Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Bogor AKP Yayan Sofyan Suri, S.Pd.I., dan Komandan Upacara oleh Kasat Tahti Polres Bogor IPTU Agung Taupan Agustian, S.H., M.H.

Upacara tersebut dihadiri oleh para pejabat utama Polres Bogor, antara lain para Kabag, Kasatfung, serta para Kasi Polres Bogor sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pemberian penghargaan personel.

Adapun peserta upacara terdiri dari satuan fungsi di lingkungan Polres Bogor, meliputi Sat Samapta, Perwira Pertama (Pama), gabungan staf, Sat Lantas, Polwan, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, serta ASN Polres Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bogor memberikan reward kepada dua ASN Polri yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, yaitu Kasubsi Hukum Polres Bogor Penata Muda Iskak, S.H., serta Bhayangkara Admin Pelaksana Lanjutan Bag Ops Polres Bogor Penda Tk. I Imas Rosmiati.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, kedatangan Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, pengucapan Tri Brata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri, hingga penyampaian amanat Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menyampaikan ucapan selamat kepada ASN Polri penerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa reward tersebut diberikan atas pengabdian, disiplin, dan loyalitas ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai bela negara diharapkan dapat terus diinternalisasikan dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam bekerja secara jujur, profesional, dan berintegritas, guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat.

Upacara diakhiri dengan mengheningkan cipta, pembacaan doa, laporan akhir Komandan Upacara, serta penghormatan pasukan. Kegiatan selesai pada pukul 08.30 WIB, dan selama berlangsungnya upacara, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Mediaistana reporter Maulana

WASPADA BANJIR! KETUM (MGN)INGATKAN MASYARAKAT BEKASI–CIKARANG HADAPI CUACA EKSTREM AWAL TAHUN

0
Oplus_131072

Mediaistana.com – Senin 19 Januari 2026 – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bekasi dan Cikarang di awal tahun kembali menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Curah hujan tinggi yang berlangsung berjam-jam, disertai angin kencang, telah meningkatkan potensi banjir, genangan luas, pohon tumbang, hingga terganggunya aktivitas warga di kawasan padat penduduk dan industri.
Ketua Umum Maung Garuda Nusantara (MGN), Fadil Yakub, secara tegas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap kondisi cuaca saat ini sebagai hal biasa.
“Saya menghimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat Bekasi dan Cikarang untuk waspada terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem di awal tahun ini. Keselamatan warga adalah yang utama, jangan lengah dan jangan meremehkan tanda-tanda alam,” tegas Fadil Yakub dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, banjir bukan hanya persoalan hujan, tetapi juga akumulasi dari persoalan lama yang belum diselesaikan secara serius, mulai dari buruknya sistem drainase, penyempitan saluran air, hingga lemahnya pengawasan lingkungan.
“Setiap hujan deras, rakyat kembali jadi korban. Ini tidak boleh terus berulang. Warga sudah cukup menderita, jangan sampai cuaca ekstrem berubah menjadi bencana sosial akibat kelalaian dan pembiaran,” lanjutnya.
Fadil Yakub juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan masing-masing, seperti saluran air tersumbat, tanggul rawan jebol, hingga pohon besar yang berisiko tumbang, kepada RT/RW, kelurahan, dan instansi terkait.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa imbauan kepada masyarakat harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dari pemerintah daerah dan seluruh perangkatnya.
“RT, RW, lurah, camat, hingga dinas teknis harus turun langsung ke lapangan. Jangan menunggu banjir besar baru bergerak. Dalam situasi cuaca ekstrem, keterlambatan adalah bentuk kelalaian,” kata Fadil Yakub.
Redaksi menilai, peringatan ini adalah alarm keras bagi semua pihak. Bekasi dan Cikarang merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas ekonomi tinggi. Ketidaksiapan menghadapi cuaca ekstrem bukan hanya mengancam rumah warga, tetapi juga keselamatan pekerja, anak-anak sekolah, dan kelangsungan aktivitas publik.
Pembersihan drainase, normalisasi saluran air, kesiapan pompa, hingga posko darurat di titik rawan banjir harus menjadi langkah nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas. Negara dan pemerintah daerah dituntut hadir sebelum bencana terjadi, bukan setelah korban berjatuhan.
Tajuk ini menegaskan: cuaca ekstrem adalah peringatan alam, dan banjir bukan takdir. Jika terus diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kerugian materi, melainkan keselamatan dan nyawa masyarakat Bekasi dan Cikarang.
Mediaistana.com
Penulis. Mahdani Lubis

Kegiatan Jum’at Berkah BRI BO TB Simatupang: Wujud Kepedulian Sosial

0

Mediaistana.com | Jakarta – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan upaya memperkuat nilai sosial di tengah kehidupan bermasyarakat, Branch Office (BO) BRI TB Simatupang kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berkah”.

Kegiatan tersebut digelar di Lembaga Wakaf Ma’had Ibnu Sabil dan Masjid Ibnu Sabil, berlokasi di Jalan Rancho Indah Dalam No. 68, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Jum’at (17/10/2025).

Kegiatan Jum’at Berkah yang rutin dilakukan oleh BRI ini menjadi sarana untuk menebarkan manfaat kepada sesama, sekaligus mempererat silaturahmi antara pihak perbankan dengan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, tim dari BRI BO TB Simatupang menyerahkan bantuan sosial berupa bahan kebutuhan pokok (sembako) kepada pengurus lembaga, Santri Hafidz serta pengurus Masjid Ibnu Sabil.

Yanuar Akademikus Arbifirdaus, Head Office BO BRI TB Simatupang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI dalam membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.

“Program Jum’at Berkah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur kami. BRI ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli dan berkontribusi positif. Kami berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Yanuar, Jum’at (17/10).

Lebih lanjut, Yanuar menegaskan bahwa BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat di berbagai lapisan.

Ia juga mengajak seluruh insan BRI untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, baik melalui kegiatan internal maupun kolaborasi dengan lembaga sosial dan keagamaan.

Kegiatan Jum’at Berkah ini disambut antusias hangat pengurus lembaga wakaf.

Pihak Lembaga Wakaf Ma’had Ibnu Sabil menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI, dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Melalui kegiatan seperti ini, BRI tidak hanya memperkuat citra sebagai bank terbesar milik rakyat Indonesia, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan keberlanjutan sosial.

(red)

Entah Mau Di Mana Hukum.Peredaran Tramadol Semakin Terbuka Di Bekasi /Cikarang,Siapa Di Aktor Peredaran Nya

0

Entah Mau Di Mana Hukum.Peredaran Tramadol Semakin Terbuka Di Bekasi /Cikarang,Siapa Di Aktor Peredaran Nya

Mediaistana.com – Bekasi Cikarang Jawa Barat – Senin 19 Januari 2026 “Kami mengutuk keras aktor dan oknum yang diduga membekingi peredaran tramadol di wilayah Hukum Bekasi–Cikarang. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan obat keras yang merusak generasi muda.”
— Yakup Padly, Ketua Ormas Maung Garuda Nusantara
Pernyataan keras Ketua Ormas Maung Garuda Nusantara (MGN), Yakup Padly, menjadi alarm serius bagi negara.

Di tengah maraknya peredaran obat keras jenis tramadol di wilayah hukum Bekasi dan Cikarang, Jawa Barat, suara masyarakat sipil kini menyatu dalam satu tuntutan tegas: bongkar aktor utama dan oknum pembeking, bukan sekadar menangkap pengedar kecil dan pemakai.
Redaksi nasional menilai, pernyataan Yakup Padly bukan sekadar kritik, melainkan cermin kegelisahan publik atas pola penegakan hukum yang berulang dan tak pernah menyentuh inti persoalan.

Tramadol terus beredar, jaringan terus hidup, sementara yang terseret hukum hampir selalu lapisan terbawah.

Jaringan Terlalu Kuat untuk Disebut Kebetulan
Peredaran tramadol yang masif dan berulang menunjukkan adanya kejahatan terorganisir.

Tidak mungkin obat keras beredar luas tanpa pasokan stabil, modal besar, jalur distribusi rapi, dan ruang aman. Ketika pola ini berlangsung lama, publik wajar mencurigai adanya oknum yang membekingi.
Yakup Padly secara terbuka menyebut kondisi ini sebagai bentuk pembiaran yang membahayakan masa depan generasi.

hukum yang hanya berani ke bawah adalah hukum yang kehilangan daya cegah.
Bekasi–Cikarang, Ujian Wibawa Negara
Sebagai kawasan strategis nasional, Bekasi–Cikarang seharusnya menjadi contoh ketegasan penegakan hukum. Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan sebaliknya.

Jaringan tramadol cepat pulih setiap kali operasi digelar. Ini menandakan bahwa yang disentuh bukan otaknya, melainkan kaki tangannya.
Redaksi nasional menegaskan, penangkapan pengedar kecil tidak dapat disebut keberhasilan, selama bandar besar dan pengendali jaringan tetap aman.

Negara Harus Naik ke Atas
Pernyataan Yakup Padly harus dibaca sebagai peringatan keras. Jika negara terus ragu membongkar aktor utama, maka kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan runtuh.

Tramadol bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman sosial dan kesehatan nasional.
Hukum harus berani:
Menelusuri alur distribusi dari hulu ke hilir
Membongkar aliran uang hasil kejahatan
Mengungkap siapa aktor dan oknum pembeking di balik layar
Tanpa itu, penegakan hukum hanya akan menjadi rutinitas tanpa hasil.

negara tidak boleh takut pada jaringan obat keras. Suara Yakup Padly mewakili suara publik yang menuntut keadilan substantif, bukan pencitraan.

Jika aktor utama dan pembeking tidak segera dibongkar, maka negara bukan hanya gagal menegakkan hukum, tetapi membiarkan generasi muda dikorbankan secara sistematis.

Di titik ini, diam bukan pilihan, ragu bukan alasan.
Hukum harus naik ke atas—atau legitimasi negara akan jatuh ke bawah.
Media istana. Com

LSM Tipikor Minta Kajari Agara Usut KapusTanoh Alas Dugaan Penyimpangan Dana BOK dan JKN Puskesmas Tanoh Alas

0

LSM Tipikor Minta Kajari Agara Panggil KapusTanoh Alas Dugaan Penyimpangan Dana BOKdanJKN di Puskesmas Tanoh AlasLSM Tipikor Minta Kajari Agara Panggil KapusTanoh Alas Dugaan Penyimpangan Dana BOKdanJKN di Puskesmas Tanoh Ala

ACEH TENGGARA Mediaistana comKetua Lembaga Swadaya Masyarakat Tindak Pidana Korupsi (LSM Tipikor) Jupri Yadi, R Mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara untuk mengusut tuntas Dugaan kejanggalan dalam pengelolaan sejumlah Anggaran di Puskesmas Tanoh Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Dugaan tersebut meliputi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kapitasi, serta Dana Non Kapitasi.

Jupri Yadi,R menilai, terdapat indikasi ketidakwajaran dalam pelaksanaan Program yang bersumber dari Anggaran besar tersebut. Ia juga menyoroti sikap Mantan Kepala Puskemas Tanoh Alas Sukri Kahar
yang dinilai terkesan acuh terhadap berbagai pemberitaan Mengenai Dugaan Penyimpangan Anggaran di instansi yang dipimpinnya dulu.

“Kami melihat ada kejanggalan dalam pengelolaan Anggaran di Puskesmas Tanoh Alas, baik itu Anggaran BOK maupun Anggaran Kapitasi. Kapus terkesan tidak peduli dengan sorotan publik. Kami Minta Aparat Penegak Hukum Khusus Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara segera turun tangan untuk memeriksa Mantan Kapus Tanoh Alas” Sukri Kahar ,”
Tegas Jupri Yadi,R Hari Senin 19/01/2026).

Berdasarkan Data yang dihimpun, Puskemas Tanoh Alas Aceh Tenggara pada Tahun Anggaran 2024 dan 2025 Mengelola Beberapa sumber Anggaran yang begitu Besar, di antaranya:

1.Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)

2.Anggaran JKN Kapitasi

3.Anggaran JKN Non Kapitas

4.Anggaran RutinJupri Menambahkan, Pengelolaan Anggaran Publik harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, yang menegaskan bahwa Setiap Rupiah pun dari Uang Negara wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau APH tidak mengusut tuntas Kasus ini, kami akan juga Demo di Depan kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara dan kami dari LSM Tipikor tidak akan diam Kami akan terus mengawal kasus ini hingga Masuk ke tahap Pemeriksaan,”
pungkasnya Jhari upri Yadi.R Ketua Lsm Tipikor Agara.