25.8 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 219

Menakar Relevansi Visi “Cilacap MAJU & BESAR” di Tengah Pusaran Realitas Politik

0

Menakar Relevansi Visi “Cilacap MAJU & BESAR” di Tengah Pusaran Realitas Politik

Hampir satu dekade waktu berjalan, tepatnya satu tahun masa kepemimpinan DR. Syamsul Aulia Rahman, S,STP, MSi sebagai Bupati Cilacap periode 2024-2029, sebuah tanya besar menyeruak ke ruang publik: Masihkah kompas kebijakan Sang Bupati berkiblat pada Visi dan Misi yang dulu digaungkan…???!!!

​Saat masa kampanye, publik seolah terhipnotis oleh narasi “Cilacap MAJU dan BESAR” Janji akan kemandirian, kemajuan pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, laksana angin segar yang membuai harapan rakyat.

Syamsul dengan lantang menjanjikan sebuah era baru yang steril dari praktik-praktik korosif: tidak mengambil gaji, serta mengharamkan jual beli jabatan maupun proyek.

​Namun, politik bukanlah ruang hampa. Di balik elegansi retorika, tersimpan realitas biaya kontestasi yang tidak sedikit.
Desas-desus mengenai dana puluhan miliar rupiah yang digelontorkan demi menduduki kursi “Cilacap-1” memicu spekulasi tentang adanya “hutang budi” politik kepada para penyokong dana dan tim sukses.

Publik kini mulai menyoroti kontradiksi yang muncul ke permukaan. Salah satunya adalah kebijakan efisiensi ekstrem pada Anggaran 2026.

Plt. Camat Sampang, Indah Wahyusari SE, MSi, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran dasar, bahkan untuk sekadar air minum di kantor pemerintahan, bakal ditiadakan.

Kebijakan ini memantik reaksi keras dari para tokoh masyarakat.
Mereka mempertanyakan logika efisiensi tersebut yang dinilai tidak proporsional.

​”Jika bicara efisiensi, mengapa program Bupati ‘Ngantor di Desa’ yang melibatkan mobilisasi puluhan pejabat tetap berjalan. Apa urgensinya….???!!!, ” kritik Hadi Try Wasisto R, salah seorang tokoh yang cukup kritis menyoroti permasalahan sosial.

Bagi sebagian kalangan, program tersebut justru dianggap menciptakan jarak psikologis. Alih-alih merasa terlayani, masyarakat justru merasa sungkan dan minder menghadapi barisan pejabat yang terkadang masih menempatkan diri dengan mentalitas “Raja” ketimbang “Pelayan Rakyat”.

Dilema ini menempatkan Bupati Syamsul di persimpangan jalan yang terjal. Di satu sisi, ia terikat janji normatif kepada rakyat, namun di sisi lain, bayang-bayang kepentingan para “investor politik” dan tim sukses yang mengharapkan timbal balik—baik berupa jabatan maupun proyek—menjadi ujian integritas yang nyata.

Mereka mengingatkan bahwa legitimasi hukum memang berada di tangan Bupati, namun legitimasi moral tetap dipegang oleh rakyat.

“Jabatan politik ada batas akhirnya. Pada saatnya, siapapun akan kembali menjadi rakyat biasa. Jangan sampai ambisi menghalalkan segala cara,, klo pada akhirnya tidak ingin masuk penjara, “.

​Kini, bola panas ada di tangan DR. Syamsul Aulia Rahman. Apakah Visi “Cilacap MAJU dan BESAR” akan benar-benar menjadi manifestasi kesejahteraan rakyat, ataukah hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah sebagai janji manis yang layu sebelum berkembang.

Rakyat Cilacap masih setia menanti bukti, bukan sekadar janji di atas kertas atau seremoni yang sunyi substansi.

by : s u l i y o

Panglima TNI: 36.636 Personel Dikerahkan Tangani Bencana di Wilayah Sumatera

0

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera dalam konferensi pers di Posko Halim PK, Jumat (19/12/2025). Panglima TNI menjelaskan bahwa saat ini TNI telah mengerahkan 36.636 personel untuk membantu penanganan darurat, evakuasi, pelayanan kesehatan, serta distribusi logistik kepada masyarakat terdampak.

“Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nanti, TNI akan menambah personel dari unsur Batalyon Zeni, Yonif TP, serta tenaga kesehatan untuk membantu pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, pemasangan jembatan, pembersihan material, serta pemulihan akses jalan,” ujar Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat, TNI terus melaksanakan distribusi logistik, penyiapan air bersih, evakuasi medis, serta trauma healing. Selain itu, TNI juga membantu distribusi hasil bumi dari wilayah terdampak, antara lain dari Kabupaten Bener Meriah ke Medan dan Halim berupa sayur-mayur dan cabai dengan total 52 ton. Upaya ini tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

Panglima TNI menambahkan bahwa 84 unit alutsista terus dikerahkan untuk mendukung logistik melalui air landed dan air drop setiap hari, termasuk pengangkutan peralatan PLN, BBM, dapur lapangan, kendaraan kesehatan, alat berat, serta beras. Hingga saat ini, total logistik yang telah didistribusikan mencapai 2.418 ton melalui jalur udara, laut, dan darat. “Distribusi logistik akan terus kami lakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkapnya

Terkait pemulihan infrastruktur, Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI telah menyiapkan dan memasang puluhan jembatan Bailey di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan sejumlah jembatan telah selesai 100 persen dan dimanfaatkan masyarakat. “Prioritas kami adalah membuka kembali akses warga dan memastikan mobilitas serta aktivitas masyarakat dapat segera pulih,” pungkas Panglima TNI.

HAMDAN A.md

Lantik 68 Keuchik, Bupati Al-Farlaky Minta Gercep Bantu Penanggulangan Bencana

0

 

Aceh Timur —Mediaistana.com

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si meminta para Keuchik yang baru dilantik agar segera mengambil peran aktif dalam membantu percepatan penanggulangan dan pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.

 

Permintaan tersebut disampaikan Bupati Al-Farlaky usai melantik 68 Keuchik terpilih di Aula Gedung SKB Aceh Timur, Kamis (18/12/2025).

 

Menurut Al-Farlaky, percepatan pelantikan Keuchik yang semula dijadwalkan serentak setelah masa tanggap darurat, dilakukan agar pemerintahan di tingkat gampong dapat segera berfungsi optimal sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana.

 

“Keuchik harus mampu berkolaborasi dengan camat, OPD, dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana. Jika tidak bisa bekerja sama dan menghambat upaya pemulihan, saya pastikan akan diambil tindakan tegas, termasuk pencopotan,” tegas Al-Farlaky.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan agar seluruh bantuan bencana yang disalurkan ke masyarakat tidak diperjualbelikan dalam bentuk apa pun. Ia meminta Keuchik bertanggung jawab penuh mengawasi penyaluran bantuan di masing-masing gampong.

 

“Tidak ada alasan bantuan dijual, termasuk untuk kepentingan operasional. Jika saya menemukan hal tersebut, saya tidak akan ragu bertindak dan turun tangan langsung,” ujarnya.

 

Al-Farlaky mengungkapkan, selama lebih dari 20 hari pascabencana banjir, dirinya turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan tidak ada yang mengalami kekurangan pangan.

 

Selain itu, ia juga meminta para Keuchik yang baru dilantik agar segera bekerja dan melakukan pendataan gampong secara akurat dan menyeluruh.

 

“Data harus valid dan teliti, tidak boleh ada yang terlewat. Data inilah yang menjadi rujukan utama dalam proses rekonstruksi dan pemulihan pascabencana banjir,” pungkasnya.(MN)

Wagub Soroti Rapuhnya Pondasi Ekonomi Maluku, Ketergantungan pada Dana Pusat Jadi Masalah Utama

0

Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menegaskan bahwa pembangunan Maluku selama ini masih bertumpu pada pondasi ekonomi yang rapuh dan sangat bergantung pada aliran dana dari pemerintah pusat. Pernyataan tersebut disampaikan pada saat pelantikan DPC IPPM Pelauw di aula kantor Bupati Buru, Jumat (19/12)

Menurut Wagub roda pemerintahan dan perekonomian daerah hingga kini masih ditopang oleh dana transfer pusat, termasuk gaji aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta berbagai instansi vertikal. Nilai dana yang mengalir ke Maluku dari pusat diperkirakan mencapai Rp 35 hingga Rp 36 triliun per tahun, namun dinilai belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara maksimal.

“Uang itu datang, tetapi tidak berputar kuat di daerah. Banyak habis untuk cicilan kredit, dan sebagian kembali keluar Maluku,” ujar Wagub.

Ia menjelaskan, sebagian besar penerima gaji sudah terikat kewajiban kredit di perbankan. Akibatnya, daya dorong belanja masyarakat terhadap sektor riil menjadi sangat terbatas. Kondisi ini menyebabkan uang yang masuk ke Maluku tidak bertahan lama di pasar lokal, bahkan kembali mengalir ke luar daerah.

Wagub menilai situasi tersebut sebagai salah satu faktor utama mengapa pertumbuhan ekonomi Maluku belum kokoh. Ketergantungan pada dana pusat, tanpa diimbangi penguatan ekonomi lokal dan produktivitas masyarakat, membuat struktur ekonomi daerah menjadi rentan.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengajak seluruh kepala daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buru untuk menjadikan pelayanan perdana sebagai momentum membangun ekonomi daerah yang lebih mandiri.

“Pemerintahan ini harus dibangun di atas pondasi ekonomi yang kuat, bukan sekadar menunggu uang dari pusat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menggambarkan tantangan besar pembangunan Maluku ke depan, sekaligus menjadi peringatan agar arah kebijakan daerah lebih fokus pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan kesejahteraan masyarakat.(Syam)

Polemik Inkonsistensi Aktivisme: Pengamat Ingatkan Konsistensi Sikap Kritis dengan Integritas Moral

0

Mediaistana.com | Jakarta — Di tengah upaya nasional menangani bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ruang publik sempat diwarnai polemik mengenai konsistensi aktivisme seorang konten kreator yang kerap memgkritik berbagai kebijakan di Medsos. Pengamat kebijakan publik Martin Aprildo menilai perdebatan tersebut justru mengaburkan fokus utama bangsa saat ini, menyelamatkan warga terdampak dan menjaga persatuan sosial.

Martin menyoroti keras fenomena standar ganda yang muncul dari sejumlah figur publik yang vokal dalam isu lingkungan namun diduga terlibat dalam aktivitas bisnis yang berpotensi bertolak belakang.

Ia menilai kritik sebagian aktivis menjadi tidak kredibel ketika bertentangan dengan aktivitas profesionalnya.

“Lucu nih orang ngomong soal deforestasi, krisis lingkungan dan kerusakan alam, seolah jadi si paling peduli. Merasa yang paling keras teriak soal kerusakan akibat sawit, tapi ternyata justru berbisnis di sawit. Nah, loh, jadi standar ganda nih,” katanya di akun resmi media sosialnya.

Martin kemudian mengingatkan bahwa persoalannya bukan pada pro atau kontra industri tertentu, melainkan soal integritas moral.

“Ini bukan soal pro atau kontra sawit, ini soal konsistensi. Kalau masih cari makan dari sawit, ya enggak usah juga terlalu keras di kamera,” ujarnya.

Di tengah sorotan tersebut, nama Virdian Aurellio — mantan Ketua BEM Universitas Padjadjaran (Unpad) 2022 — menjadi pusat perdebatan. Dikenal sebagai figur muda yang vokal mengkritik pemerintah dan industri ekstraktif, Virdian kini dipertanyakan publik setelah keterlibatannya dalam PT Digdaya Agro Indonesia terungkap.

Aktivitas bisnisnya pada Perusahaan yang bergerak di bidang survei dan analisis lahan menggunakan drone, teknologi yang umum dipakai di sektor pertanian dan perkebunan, termasuk pemetaan untuk pembukaan atau pengelolaan lahan sawit.

Keterlibatan tersebut menjadi sorotan karena dinilai kontradiktif dengan kritik keras Virdian selama ini terhadap industri sawit dan praktik deforestasi. Terlebih, perusahaan tempat ia terlibat disebut menjalin kerja sama dengan entitas perkebunan negara di Sumatera, wilayah yang saat ini justru sedang membutuhkan solidaritas nasional akibat bencana hidrometeorologi.

Di tengah gaduhnya isu personal ini, para pengamat mengingatkan agar publik tidak terjebak pada polarisasi baru. Musibah besar yang menimpa jutaan warga Sumatera memerlukan fokus penuh, bukan penggerusan energi yang tidak perlu dari perdebatan yang bersifat individu.

(red)

Wagub Abdullah Vanath Ungkap Jejak Panjang SDM Pelauw dalam Sejarah

0

Editorial oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengingatkan kembali jejak panjang kemajuan sumber daya manusia masyarakat Pelauw yang telah terbangun sejak puluhan tahun silam. Dalam sambutannya pada acara pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelauw (DPC IPPMP) Kabupaten Buru, ia menuturkan bahwa 61 tahun lalu orang-orang Pelauw telah lebih dahulu membentuk organisasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa.

Menurut Abdullah Vanath, fakta sejarah tersebut menjadi penanda kuat bahwa sejak dulu Pelauw telah melahirkan generasi yang sadar akan pentingnya pendidikan, organisasi, dan peran pemuda dalam pembangunan. “Ini membuktikan bahwa dari masa lalu, orang Pelauw sudah memiliki sumber daya manusia yang sangat baik,” ujarnya.

Ia bahkan menggambarkan bagaimana kemajuan itu bukan sekadar wacana, melainkan tercermin dalam pembangunan fisik pada masanya. Jalan-jalan menuju kawasan hutan cengkih, yang menjadi denyut ekonomi masyarakat, telah diaspal sejak dahulu. Sebuah simbol bahwa peradaban, perencanaan, dan visi pembangunan sudah tumbuh di tengah masyarakat Pelauw jauh sebelum era sekarang.

Pesan tersebut disampaikan Abdullah Vanath saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan DPC IPPMP Kabupaten Buru yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Jumat (19/12). Di hadapan para pemuda dan mahasiswa, ia menekankan pentingnya merawat sejarah itu sebagai energi moral untuk melangkah ke masa depan.

Ia berharap organisasi IPPMP tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menjadi wadah kaderisasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin berkarakter, berpengetahuan, dan berkomitmen pada kemajuan Maluku. Sejarah telah membuktikan kapasitas orang Pelauw, dan kini tanggung jawab generasi muda untuk menjaga serta melanjutkannya dengan karya nyata.(Syam)

Alumni MAN 1 Sigli Angkatan 2002 Salurkan Bantuan Door To Door Pasca Banjir Pidie Jaya

0

‎Meureudu – Alumni MAN 1 Sigli Angkatan 2002, menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam dengan menyalurkan bantuan makanan siap saji sebanyak 350 kotak.

‎Bantuan ini dibagikan langsung ke beberapa titik gampong yang terkena dampak bencana, dengan cara door to door ke rumah-rumah masyarakat, di wilayah Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kamis (18/12/2025)

‎Dalam Aksi kemanusiaan tersebut di Pimpin olah Khaifan Sasmita, S.Sos, Sulaiman, Fajri, Zahrina, S.Pd, dan Safrina.

‎Aksi ini menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian alumni MAN 1 Sigli terhadap masyarakat. Mereka berupaya memberikan kontribusi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

‎Salah Satu Alumni MAN 1 Sigli, Sulaiman menyampaikan bantuan ini disambut baik oleh masyarakat yang terdampak bencana. Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh alumni MAN 1 Sigli.

‎”Semoga bantuan ini dapat membawa manfaat bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi inspirasi bagi yang melakukan aksi kemanusiaan serupa.” Imbuhnya.

‎Selain itu, Khaifan Sasmita menyebutkan bantuan dari sumbangan Alumni MAN 1 Sigli Angkatan 2002 sangat berarti bagi masyarakat korban bencana alam tersebut.

‎”kami sangat bahagia dapat membantu korban yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan membantu mempercepat proses pemulihan.” Ujarnya.

‎Lanjutnya, dengan adanya bantuan tersebut, Ia berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini dapat menjadi sedikit kelegaan bagi mereka di tengah kesulitan.

‎”kami juga berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan. Bersama-sama, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan.” Tutupnya. []

Kepala Sekolah SDN 1 Giham Suka Maju Dukung Penuh Program Pemerintah Bidang Pendidikan

0

Jakarta -MEDIA ISTANA Lampung Barat — Kepala Sekolah SD Negeri 1 Giham Suka Maju, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Parida, S.Pd, menyatakan dukungan penuhnya terhadap berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, khususnya kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal tersebut disampaikan Parida saat ditemui di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa saat ini SDN 1 Giham Suka Maju tengah menjalankan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang ditujukan kepada Dinas terkait untuk segera diimplementasikan di satuan pendidikan.

“Saya selaku kepala sekolah sangat mendukung penuh program dari pemerintah. Apalagi program ini baru pertama kali diterapkan, salah satunya kebijakan pengambilan rapor yang mewajibkan kehadiran orang tua, khususnya ayah siswa,” ujar Parida.

Meski baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 1 Giham Suka Maju, Parida mengaku optimistis dan berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan sekolah. Ia menilai perkembangan sekolah sudah mulai terlihat, baik dari segi kualitas tenaga pendidik maupun penataan lingkungan sekolah yang semakin tertata dan nyaman.

“Abang bisa melihat sendiri perkembangan sekolah ini, mulai dari guru pengajarnya hingga penataan ruang lingkup sekolah. Saya berharap selama masa kepemimpinan saya di sini, ada hal positif yang bisa dikenang,” imbuhnya.

Parida juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan para guru dan tenaga pendidik yang telah bekerja sama dan berkontribusi aktif demi kemajuan SDN 1 Giham Suka Maju.

“Saya sangat bersyukur atas dukungan guru-guru pengajar di sini yang sudah banyak membantu. Tanpa kerja sama yang baik, tentu kemajuan sekolah tidak akan tercapai,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Parida berharap kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah di daerah, agar kualitas pendidikan semakin meningkat dan merata

HAMDAN A.md

Wagub Maluku Hadiri Pelantikan DPC IPPM Pelauw Kabupaten Buru

0

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelauw (IPPMP) Kabupaten Buru masa bakti 2025–2028, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun IPPMP ke-61. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Kamis (19/12).

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Maluku didampingi Tim Ahli TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Rohani Vanath. Turut hadir Wakil Bupati Buru Sodarmo, pimpinan DPRD Kabupaten Buru, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Asis Tomia, Ketua TP PKK Kabupaten Buru Ny. Mohra Umasugi, unsur Muspida, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Buru.

Pelantikan pengurus DPC IPPMP ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda dan mahasiswa sebagai agen perubahan serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Buru.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPPMP yang telah memasuki usia ke-61 tahun. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat terus menjaga semangat persatuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah.

“Pemuda dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta mengawal pembangunan daerah. IPPM Pelauw diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing,” ujar Wagub.

Kegiatan pelantikan dan peringatan ulang tahun berlangsung khidmat dan diakhiri dengan foto bersama seluruh tamu undangan dan pengurus DPC IPPM Pelauw Kabupaten Buru masa bakti 2025–2028.(Syam)

Wakil Gubernur Abdullah Vanath dan Merawat Asa Pemuda dari Pelauw untuk Maluku

0
oplus_32

Kehadiran Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, dalam pelantikan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelauw (IPPMP) Kabupaten Buru masa bakti 2025–2028 bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Lebih dari itu, kehadiran tersebut adalah simbol kepedulian, pengakuan, dan kepercayaan pemerintah daerah terhadap peran strategis pemuda dan mahasiswa dalam menjaga denyut pembangunan Maluku.

Di Aula Kantor Bupati Buru, Kamis (19/12), suasana berlangsung khidmat dan sarat makna. Pelantikan pengurus DPC IPPMP yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 organisasi ini menjadi ruang refleksi panjangnya perjalanan pengabdian pemuda Pelauw dalam dunia pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan. Enam puluh satu tahun bukan usia yang singkat—ia adalah jejak sejarah, konsistensi, dan dedikasi yang patut dihargai.

Didampingi Tim Ahli TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Rohani Vanath, serta dihadiri jajaran pimpinan daerah Kabupaten Buru, Wakil Gubernur menegaskan bahwa IPPMP adalah bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Abdullah Vanath menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi IPPMP yang selama ini menjadi wadah pembinaan generasi muda berkarakter dan berintegritas.

Pesan yang disampaikan Wagub sarat makna: pemuda dan mahasiswa bukan sekadar penonton pembangunan, melainkan penjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus penggerak perubahan. IPPMP diharapkan terus menjadi rumah besar bagi lahirnya sumber daya manusia unggul—cerdas secara intelektual, matang secara moral, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Kepedulian Wakil Gubernur Maluku terhadap IPPM Pelauw mencerminkan keyakinan bahwa masa depan Maluku bertumpu pada kualitas generasi mudanya. Dukungan moral dan kehadiran langsung dalam momentum penting ini menjadi isyarat kuat bahwa pemerintah tidak berjalan sendiri, melainkan bergandengan tangan dengan pemuda sebagai mitra strategis pembangunan.

Pelantikan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dengan semangat persatuan dan komitmen pengabdian, IPPMP diharapkan terus menyalakan cahaya harapan—dari Pelauw, untuk Kabupaten Buru, dan bagi Maluku yang lebih maju dan bermartabat.(Syam)