26.8 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 240

Awak Media Apresiasi kepada Kapolres Aceh Timur Atas Kepedulian kepada Insan Pers

0

Mediaistana.com

Aceh Timur — Sejumlah awak media yang bertugas di wilayah Aceh Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Aceh Timur atas bantuan sembako yang diberikan dalam kegiatan silaturahmi bersama insan pers pada Senin, 8 Desember 2025.

Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Kapolres Aceh Timur terhadap para jurnalis yang selama ini berperan menyampaikan informasi akurat dan berimbang kepada masyarakat.

Salah seorang perwakilan awak media mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat serta menjadi simbol kuatnya hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

“Kami berterima kasih kepada Kapolres Aceh Timur atas bantuan sembako ini. Selain meringankan kebutuhan kami, ini juga menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Polres Aceh Timur dan awak media,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Aceh Timur menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peran media yang menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga situasi kondusif melalui penyampaian informasi yang objektif.

“Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin. Media adalah mitra penting kami dalam memberikan edukasi serta menyebarkan informasi positif kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Polres Aceh Timur dan awak media semakin solid dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

(MN)

Kapolres Pidie Jaya Cek Jalur Pidie Jaya–Bireuen

0

Meureudu – Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalur Pidie Jaya–Bireuen pada Minggu, 7 Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas banjir luapan yang kembali terjadi pada Sabtu malam, 6 Desember 2025, yang mengganggu sejumlah akses utama.

Kasi Humas Polres Pidie Jaya, AKP Mahruzar Hariadi, mengatakan bahwa pengecekan dilakukan pada dua titik penting, yaitu perkembangan perbaikan jembatan yang terputus di Kecamatan Meureudu dan kondisi jalur alternatif Banda Aceh–Medan melalui jalan rel kereta api dari Kecamatan Meureudu menuju Kecamatan Ulim.

“Pengecekan ini bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, terutama setelah hujan deras semalam kembali membawa material banjir ke badan jalan,” ujar AKP Mahruzar.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasi Humas, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan personel Brimob Polda Aceh. Tim turut melakukan aksi cepat dengan memindahkan kayu dan batu sisa banjir 26 November 2025 yang kembali terbawa luapan air akibat cuaca buruk.

Selain itu, Kapolres Pidie Jaya juga mengimbau masyarakat yang melintasi jalur alternatif untuk selalu berhati-hati.

“Cuaca saat ini sedang tidak baik. Jika terjadi genangan air di jalur alternatif, kami imbau pengendara agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan,” pesan Kapolres.

Beliau juga meminta masyarakat untuk selalu memerhatikan informasi resmi terkait kondisi jalur dari akun media sosial Humas Polres Pidie Jaya (@humaspolrepidiejaya) dan Sat Lantas Polres Pidie Jaya, guna mendapatkan pembaruan situasi terbaru.

Polres Pidie Jaya menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat pemulihan akses pascabencana. []

Muhammad Nazir Terpilih Sebagai Keuchik Gampong Sumboe Buga Periode 2025–2031

0

Peukan Baro – Muhammad Nazir sebagai Keuchik terpilih untuk periode 2025–2031, setelah memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Keuchik (P2K) yang berlangsung pada Minggu (07/12), secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. pada Minggu (7/12/2025)

Berdasarkan hasil perhitungan suara yang dilakukan Panitia P2K, dari total 182 suara, terdapat 179 suara sah dan 3 suara rusak, dengan rincian perolehan sebagai berikut:

Perolehan Suara calon kandidat no.urut 1 Said Muhammad mendapat 41 suara, no.urut 2, Sarong mendapat 13 suara, sedangkan no.urut 3 Muhammad Nazir mendapat 125 suara.

Dengan perolehan tersebut, Muhammad Nazir (Calon Nomor Urut 3) unggul secara signifikan dan ditetapkan sebagai pemenang.

Pemilihan Berjalan Kondusif dan Menuai Antusiasme Warga

Pelaksanaan pemilihan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusias dari masyarakat. Momentum ini menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan mutu pelayanan, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta kemajuan sosial–ekonomi gampong.

Momentum Baru Kebangkitan Pemerintahan Gampong Samboe Buga, kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.

Pemilihan Keuchik ini menandai babak baru bagi Gampong Sumboe Buga setelah sebelumnya menghadapi tantangan dalam tata kelola pemerintahan hingga mengakibatkan terhentinya Dana Desa tahun 2025.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi mengatakan dengan kepemimpinan yang baru, masyarakat berharap kolaborasi, sinergi, dan reformasi administrasi dapat berjalan lebih baik.

“Pemilihan Keuchik ini bukan hanya memilih pemimpin, tetapi menentukan arah baru bagi masa depan gampong. Kami mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dan berharap keuchik terpilih menjalankan amanah secara bertanggung jawab dan transparan.”

Kapolsek Peukan Baro, AKP Kusman, SE juga menyampaikan “Terima kasih atas terselenggaranya pemilihan yang aman dan tertib. Semoga kekondusifan ini terus terjaga untuk mendukung pembangunan dan menciptakan lingkungan yang rukun dan harmonis.”

Sementara itu, Keuchik terpilih berharap mampu mewujudkan pemerintahan gampong yang responsif dan transparan.

“mari merangkul seluruh unsur masyarakat tanpa diskriminasi dengan menjalankan program prioritas sesuai kebutuhan lokal serta menata sistem administrasi dan pengelolaan anggaran dengan baik.” harapnya.

Panitia P2K menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat serta sportivitas para calon.

“Pemilihan telah usai, mari kembali bersatu membangun gampong,” demikian pernyataan Panitia P2K. []

Gunung Botak di Ambang Kekacauan: Ancaman Penambangan Ilegal Kembali Mengintai

0

Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF

Gunung Botak di Kabupaten Buru, simbol kekayaan mineral Maluku, kini berada di persimpangan kritis. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, menegaskan bahwa izin operasional 10 koperasi yang ditugaskan mengelola kawasan tambang ini terancam dicabut jika berbagai persyaratan administrasi tidak segera diselesaikan. Dokumen krusial seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebagian besar masih belum rampung, sementara sengketa lahan dengan pemilik wilayah pun belum menemukan titik temu.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pemerintah provinsi hanya menempatkan pasukan gabungan TNI–Polri di Gunung Botak hingga 14 Desember. Seluruh pengawasan dan pengamanan yang selama ini mencegah aktivitas ilegal ditanggung penuh oleh pemerintah hanya sampai tanggal tersebut. Setelah itu, tanggung jawab sepenuhnya beralih kepada koperasi, yang sejauh ini belum menunjukkan kesiapan penuh untuk mengelola dan mengamankan area tambang secara legal.

Kondisi ini menjadi alarm keras: penambangan ilegal hampir pasti akan kembali marak. Ketika aparat keamanan ditarik, tidak ada penghalang yang tersisa untuk penambang tradisional maupun pelaku illegal mining. Gunung Botak, yang seharusnya menjadi contoh pengelolaan tambang legal dan berkelanjutan, bisa kembali menjadi medan liar bagi praktik-praktik tambang yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Waktu terus berjalan. 14 Desember bukan sekadar tenggat administratif, melainkan batas akhir bagi koperasi untuk membuktikan kesiapan mereka. Jika gagal, bukan hanya izin yang terancam hilang, tetapi Gunung Botak pun berisiko jatuh ke tangan aktivitas ilegal yang sulit dikontrol. Pemerintah provinsi telah bersikap tegas, namun keputusan tegas ini juga harus diimbangi dengan kesiapan para pemegang izin untuk menegakkan tata kelola tambang yang sah.

Gunung Botak kini berdiri di ujung jurang: apakah ia akan dikelola secara legal dan berkelanjutan, atau kembali menjadi simbol penambangan liar yang mengancam alam dan masyarakat Maluku? Jawaban ada pada koperasi—dan pada waktu yang terus berlari menuju 14 Desember.

( Syam )

Harga Cabai Melonjak Drastis, Pedagang Tradisional Mengeluhkan

0

.Mediaistana.com- Senin 8 Desember 2025 – Pangandaran — Lonjakan harga cabai dalam beberapa hari terakhir membuat banyak masyarakat di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan beratnya biaya kebutuhan dapur. Kenaikan harga ini terjadi hampir di seluruh pasar tradisional dan warung-warung kecil, sehingga berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga cabai rawit, cabai merah besar, hingga cabai keriting mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebagian pedagang menyebutkan bahwa harga cabai rawit yang sebelumnya berada pada kisaran normal kini naik tajam, bahkan mencapai titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Para pedagang mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga disinyalir akibat menurunnya pasokan dari petani. Hal ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga membuat hasil panen menurun. Di beberapa daerah penghasil, petani juga mengalami gagal panen akibat serangan hama dan curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa minggu terakhir.

Dampak kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Banyak warga mengaku harus mengurangi pemakaian cabai dalam masakan harian karena harga yang dianggap tidak wajar. Para pelaku usaha kuliner seperti pedagang nasi, warung makan, dan penjual sambal juga terpaksa menyesuaikan takaran demi menjaga kestabilan biaya operasional.

“Sekarang harga cabai benar-benar mahal. Setiap kali belanja, biaya jadi membengkak. Kami berharap ada tindakan dari pemerintah,” ujar salah seorang warga saat ditemui di pasar.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta segera melakukan langkah-langkah konkret, termasuk melakukan pengecekan terhadap rantai distribusi, memonitor stok di tingkat pedagang besar, serta berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai untuk memastikan kelancaran pasokan. Upaya stabilisasi harga diharapkan dapat segera dilakukan agar lonjakan tidak berlangsung lama dan tidak menambah beban masyarakat menjelang akhir tahun.

Masyarakat berharap pemerintah turut mengawasi kemungkinan adanya permainan harga oleh oknum di lapangan. Transparansi pasokan dan distribusi dinilai penting agar harga cabai kembali stabil dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Pendistribusian Bansos Bagi Warga Yang Terdampak Banjir Rob Marunda

0

Jakarta, Mediaistana.Com- Minggu (7/12/2025) Victor selaku Lurah Kelurahan Marunda mendistribusian bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak banjir rob yang melanda kawasan pesisir, Bantuan disalurkan ke sejumlah RW melalui pendistribusian secara langsung ke rumah-rumah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat di masa sulit, Bantuan yang diberikan berupa paket sembako serta kebutuhan dasar lainnya,”ungkap Victor.

“Kami dari Kelurahan Marunda berkomitmen memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa banjir rob,serta bersama-sama dengan Dinas Sosial, PT KTU, relawan, serta unsur RT/RW bahu-membahu menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat yang terdampak Banjir Rob.

Selaku Lurah dari Kelurahan Marunda mengucapkan Terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut bergotong royong hari ini,” ujar Victor saat dikonfirmasi, Minggu (7/12).

Genangan rob berangsur surut, Meski begitu pemantauan intens harus dilakukan lebih utama untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir rob dalam kondisi baik, serta Memastikan masyarakat dapat merasa aman dengan kehadiran kami di lingkungan mereka,” ujar Victor selaku Lurah.

“Kami bersyukur mendapat bantuan dari pemerintah,Kami mengapresiasi dengan adanya bansos ini masyarakat merasakan sangat terbantu di tengah kondisi banjir rob ini,” ungkap Kasman salah satu warga Kelurahan Marunda.

Menimbang Untung Rugi Larangan Alat Berat di Tambang Emas Gunung Botak

0

Editorial oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Larangan penggunaan alat berat di kawasan tambang emas Gunung Botak kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan koperasi tambang rakyat. Kebijakan ini bukan sekadar keputusan teknis, tetapi menyangkut tiga hal sekaligus: keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas sosial-ekonomi daerah. Seperti dua sisi mata uang, langkah pelarangan ini membawa keuntungan sekaligus kerugian yang tidak dapat diabaikan.

Di satu sisi, larangan ini sering dipandang sebagai langkah penting untuk menyelamatkan lingkungan Gunung Botak yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah akibat aktivitas penambang ilegal. Tanah yang terkelupas, hutan yang hilang, dan sedimentasi sungai adalah bukti nyata bagaimana pengerukan mekanis dengan cepat mengubah kondisi ekologis. Dengan dilarangnya alat berat, laju kerusakan dapat ditekan; otoritas lebih mudah mengawasi aktivitas penambangan; dan risiko bencana seperti longsor yang biasanya dipicu galian besar dapat diminimalkan.

Namun, bagi koperasi tambang rakyat, dampak kebijakan ini tidak sesederhana itu. Tanpa alat berat, produktivitas penambangan merosot tajam. Penggalian manual tidak mampu menandingi kecepatan dan kedalaman yang dicapai mesin. Koperasi menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi, terutama karena harus menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk pekerjaan yang sama, sementara hasil yang diperoleh jauh lebih sedikit. Pada akhirnya, pendapatan koperasi dan para penambang ikut menurun. Ironisnya, kelangkaan hasil dapat mendorong sebagian pihak untuk mencari jalan ilegal—sebuah persoalan yang justru ingin diberantas pemerintah.

Secara sosial, larangan ini membawa dua sisi dampak. Benar bahwa absennya alat berat mengurangi potensi ketegangan dan konflik akibat persaingan penguasaan lahan—sesuatu yang sering muncul ketika alat berat dimasukkan oleh kelompok tertentu. Tetapi di sisi lain, penurunan pendapatan masyarakat dapat memicu tekanan ekonomi baru. Keluarga yang selama ini bergantung pada tambang terpaksa mengencangkan ikat pinggang, atau mencari alternatif yang belum tentu lebih aman maupun lebih legal.

Pemerintah daerah juga berada dalam posisi dilematis. Di satu pihak, menjaga alam Gunung Botak adalah mandat moral dan administratif. Di pihak lain, penurunan volume produksi berarti berkurangnya kontribusi ekonomi ke daerah, baik dari retribusi maupun perputaran ekonomi yang selama ini menjadi nafas bagi banyak pelaku usaha lokal.

Melihat seluruh dinamika tersebut, sudah saatnya diskusi mengenai tambang Gunung Botak tidak lagi terjebak pada dikotomi “alat berat atau tidak sama sekali.” Pendekatan hitam-putih hanya akan memicu persoalan baru. Yang dibutuhkan adalah regulasi cerdas yang menyeimbangkan produktivitas dengan keberlanjutan: penetapan zona khusus penggunaan alat berat yang terkontrol, batas kedalaman galian, teknologi ramah lingkungan, serta tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel.

Gunung Botak adalah bagian dari identitas dan sumber penghidupan masyarakat setempat. Menyelamatkannya tidak boleh berarti memiskinkan rakyat, sementara memakmurkan rakyat tidak boleh berarti merusak masa depan alam. Editorial ini mengajak semua pihak—pemerintah, koperasi, dan masyarakat—untuk bergerak menuju titik tengah yang lebih bijaksana: model penambangan rakyat yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

( AS)

Polri Hadir Untuk Memberikan Pelayanan Dan Pengaman Bagi Wisatawan Ke Pulau Seribu

0

Jakarta, Mediaistana,Com- Minggu (7/12/2025)Pengamanan akses Pariwisata menuju Kepulauan Seribu melalui Dermaga Dishub Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, di hadiri oleh Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen memberikan pelayanan untuk masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanitbinmas Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Mashudi, yang di mulai pukul 06.00 WIB,dengan dukungan 11 personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa.

AKP Hitler Napitupulu, S.H.,M.H.selaku Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa menjelaskan kepada awak media rangkaian kegiatan Pengamanan, Personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa melaksanakan sejumlah tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, Pengaturan lalu lintas dari pintu masuk Muara Angke hingga Dermaga Dishub Kali Adem oleh personel Lantas, Polsubsektor, dan Samapta.

Pelayanan dan pengamanan pintu masuk dermaga, termasuk pengawasan tiket serta pemeriksaan barang bawaan wisatawan, serta Himbauan keselamatan kepada wisatawan, Wajib penggunaan life jacket selama perjalanan, Pengawasan anak, selama berada di kapal, Larangan merokok di dalam maupun di atas kapal dan Peringatan agar menjaga keselamatan hingga tiba di tujuan, serta Himbauan kepada nahkoda dan kru kapal untuk memastikan Kelengkapan dan fungsi peralatan keselamatan, Kapasitas penumpang tidak melebihi batas yang ditentukan, Himbauan ini di sampaikan oleh Bhabinkamtibmas Muara Angke Aipda Afandi.

AKP Hitler menjelaskan Iptu Mashudi dan Iptu Aguk turut membantu wisatawan saat menaiki kapal menuju Kepulauan Seribu.

Bupati Indramayu Luky Hakim, Mengajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif Di Pilwu 2025

0

Bupati Indramayu Luky Hakim,Mengajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif Di Pilwu 2025

Indramayu_MediaIstana.com
Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025 yang tinggal menghitung hari.

Sebanyak 139 desa tercatat akan menyelenggarakan Pilwu pada 10 Desember 2025.

“Saya mengajak kepada masyarakat yang di desanya akan mengadakan Pilwu ayo ramai-ramai datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih dan juga melakukan pemungutan suara,” kata Lucky, Minggu (7/12/2025).

Lucky menegaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat sangat menentukan suksesnya Pilwu tahun ini.

Terlebih, Pilwu Serentak 2025 di Indramayu akan menjadi percontohan nasional karena dilaksanakan secara hybrid, di mana satu TPS di setiap desa akan menggunakan sistem e-voting.

Berbagai persiapan termasuk sosialisasi ke warga telah digencarkan.

Selain itu, Lucky juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas di masing-masing desa.

“Mari kita ciptakan pemilihan Kuwu dengan suasana yang demokratis tentunya, aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.

Imbauan kamtibmas juga disebar oleh Polres Indramayu jelang pelaksanaan Pilwu Serentak 2025.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno menyampaikan, saat ini sudah memasuki tahapan masa tenang.

Pihaknya mengimbau agar semua pihak menghentikan semua bentuk kampanye dan masyarakat diimbau untuk memilih calon sesuai hati nuraninya masing-masing, serta menghindari politik uang.

Tarno dalam hal ini juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama.

“Perbedaan pilihan itu wajar, namun persaudaraan harus tetap dijaga,” ujarnya.

Terakhir, polisi juga meminta masyarakat jangan menyebar hoaks atau isu yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Apabila ditemukan ada gangguan kamtibmas, masyarakat tak perlu ragu dan segera laporkan melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU via WhatsApp 081999700110 atau call center 110,” ujar dia.

Dalam Pilwu Serentak 2025 ini diketahui diikuti oleh 482 calon kuwu dari sebanyak 139 desa.

Ratusan calon kuwu itu sebelumnya juga dikumpulkan di Pendopo Indramayu. Dalam agenda deklarasi damai yang digelar, mereka berjanji untuk siap kalah dan menang.

Termasuk janji menjaga kondusifitas desa hingga menjalani seluruh pelaksanaan Pilwu secara sportif.

“Kami berjanji siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, sikap sportif, dan menghormati keputusan panitia pemilihan kuwu baik kalah maupun menang,” ujar seluruh kades dalam acara tersebut.

Iyons74. kabiro Indramayu*<img //mediaistana.com

Dengan pengawasan Ketat, Seleksi Perangkat Desa Sine Digelar Transparan

0
Foto: Pelaksana ujian perangkat desa Sine dengan pengawasan ketat, oleh Forkopimcam, TNI - Polri dan masyarakat desa Sine

Ngawine – Pemerintah Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, melaksanakan seleksi tulis dan komputer calon perangkat desa untuk dua formasi jabatan, yaitu Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum serta Kepala Seksi Pemerintahan, pada Sabtu (06/12/2025).

Sebanyak 13 peserta mengikuti seleksi untuk formasi Kaur Tata Usaha dan Umum, sementara 11 peserta bersaing untuk formasi Kasi Pemerintahan. Ujian dilaksanakan dengan sistem transparan menggunakan layar monitor agar seluruh proses bisa dipantau langsung oleh panitia, pengawas, dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Seleksi ini digelar sesuai jadwal tahapan resmi pengisian perangkat desa tahun 2025.

Pemerintah Desa Sine bersama Panitia Pengisian Perangkat Desa, didampingi BPD, Forkopimcam, serta TNI–Polri sebagai pengawas ketat proses seleksi.

Seleksi dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan perangkat desa serta meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah desa melalui rekrutmen yang kompetitif, objektif, dan akuntabel.

Pengisian perangkat desa dilakukan melalui beberapa tahapan:

1. Musyawarah pembentukan panitia,

2. Sosialisasi kepada masyarakat,

3. Penjaringan dan pendaftaran peserta,

4. Penetapan peserta yang memenuhi syarat,

5. Pelaksanaan ujian tulis dan komputer dengan sistem penilaian terbuka.

Kepala Desa Sine, Jumadi, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi sudah diserahkan sepenuhnya kepada panitia dan tim penguji yang diawasi oleh BPD, Forkopimcam, serta aparat TNI–Polri.

“Dalam sebuah kompetisi pasti ada yang kalah dan menang. Bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati, masih banyak kesempatan lain. Bagi yang lolos dengan nilai tertinggi jangan terlalu bangga, karena masih banyak tanggung jawab yang harus diemban,” tegasnya.

Ketua Panitia Pengisian Perangkat Desa Sine, Des. Nasrun, MA., menyampaikan bahwa seluruh proses ujian dilakukan secara terbuka.

“Semua bisa memantau langsung dari layar monitor. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penilaian kami tampilkan secara transparan,” ujarnya.

Panitia resmi mengumumkan dua peserta dengan nilai tertinggi:

Foto: Transkip Nilai ujian perades Sine

Yunita May Linda – Lolos sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum dengan nilai 80,2.

Dwiyanti Mareta Sari – Lolos sebagai Kasi Pemerintahan dengan nilai 75,2.

Panitia mengucapkan selamat kepada peserta yang berhasil lolos dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab setelah resmi di lantik menjadi perangkat desa Sine.